Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terisolir di Tengah Kebun Warga, Orangutan Dievakuasi ke Leuser
Tim gabungan melakukan evakuasi orangutan yang terisolir di tengah perkebunan warga di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Selasa (21/4/2026). (Dok: BBKSDA Sumut)
  • Satu orangutan jantan ditemukan di area kebun warga Desa Karya Jadi, Langkat, setelah sering terlihat turun ke perladangan dan menimbulkan kekhawatiran bagi keselamatan satwa maupun manusia.
  • Tim gabungan BBKSDA Sumut dan HOCRU YOSL–OIC mengevakuasi orangutan dari hutan kecil terisolir; hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi sehat dengan usia sekitar 25 tahun dan berat 60 kilogram.
  • Setelah koordinasi dengan pihak TNGL, orangutan dilepasliarkan di hutan primer Resor Cintaraja melalui proses translokasi yang menantang hingga akhirnya kembali ke habitat alaminya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Langkat, IDN Times - Satu individu orangutan Sumatera (Pongo abelii) jantan dievakuasi dari area perladangan warga di Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat. Satwa dilindungi itu kemudian ditranslokasi ke kawasan hutan primer Taman Nasional Gunung Leuser.

Evakuasi dilakukan setelah laporan warga terkait kemunculan orangutan yang kerap turun ke area kebun. Keberadaannya dinilai berisiko, baik bagi keselamatan satwa maupun manusia di sekitar lokasi.

1. Berawal dari laporan warga, orangutan sering turun ke kebun

Tim gabungan melakukan evakuasi orangutan yang terisolir di tengah perkebunan warga di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Selasa (21/4/2026). (Dok: BBKSDA Sumut)

Kegiatan ini bermula saat tim Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) Yayasan Orangutan Sumatra Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL–OIC) melakukan monitoring di lapangan, Senin (20/4/2026). Tim kemudian menerima laporan dari warga terkait

orangutan yang sering terlihat di sekitar perladangan karet dan sawit muda. Primata yang punya kemiripan dengan manusia itu terlihat turun ke gubuk warga beberapa kali.

Kondisi ini memicu kekhawatiran, mengingat potensi risiko seperti terpapar racun pertanian atau terkena tembakan pemburu babi yang kerap beraktivitas di kawasan tersebut.

“Menindaklanjuti laporan itu, tim segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara untuk melakukan langkah evakuasi,” ujar Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumatera Utara Andar Abdi Saragih, dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

2. Orangutan ditemukan di hutan yang terisolir oleh perkebunan

Tim gabungan melakukan evakuasi orangutan yang terisolir di tengah perkebunan warga di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Selasa (21/4/2026). (Dok: BBKSDA Sumut)

Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi orangutan pada Selasa (21/4/2026). Mereka kemudian

Pada 21 April 2026, tim gabungan yang terdiri dari petugas Resor Aras Napal, BBKSDA Sumut, serta HOCRU YOSL–OIC turun langsung ke lokasi. Mereka menemukan satu individu orangutan di area hutan kecil yang terisolasi di tengah perkebunan.

“Untuk mengamankan satwa, dokter hewan dari YOSL–OIC melakukan pembiusan dengan dosis terukur. Setelah berhasil dievakuasi, orangutan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan,” kata Andar.

Hasilnya, individu tersebut berjenis kelamin jantan, diperkirakan berusia sekitar 25 tahun dengan berat ±60 kilogram. Kondisinya dinyatakan sehat, tanpa luka atau cacat, sehingga direkomendasikan untuk segera dipindahkan ke habitat yang lebih aman.

3. Orangutan dipindahkan ke hutan primer TNGL

Tim gabungan melakukan evakuasi orangutan yang terisolir di tengah perkebunan warga di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Selasa (21/4/2026). (Dok: BBKSDA Sumut)

Berdasarkan hasil koordinasi antara BBKSDA Sumut dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), lokasi pelepasliaran ditetapkan di hutan primer Resor Cintaraja, TNGL.

Proses translokasi tidak mudah. Tim harus menempuh medan berat, termasuk menyeberangi sungai dengan bantuan rakit untuk membawa orangutan menuju lokasi pelepasan. Jarak antara titik evakuasi dan lokasi pelepasliaran.

“Setibanya di lokasi, kandang dibuka dan orangutan langsung keluar, memanjat pohon terdekat, lalu menghilang di rimbunnya hutan,” kata Andar.

Editorial Team