Tapanuli Tengah Banjir Lagi, Picu Kepanikan Perantau di Medan

MEDAN, IDN Times – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Selasa (11/2/2026), memicu kepanikan warga-termasuk para perantau yang kini tinggal di Kota Medan.
Hujan dengan intensitas tinggi sejak sore sekitar pukul 17.50 WIB itu menyebabkan beberapa titik di Kecamatan Tapian Nauli dan sekitarnya terendam. Informasi yang beredar cepat melalui pesan berantai dan media sosial membuat keluarga korban di perantauan cemas menunggu kabar.
Alda Apriyani Munthe, mahasiswi asal Kecamatan Tapian Nauli yang kini menetap di Medan, mengaku panik ketika menerima video kondisi kampung halamannya.
“Saya pertama kali tahu dari video di sosial media. Ada video air sudah masuk ke rumah-rumah. Saya langsung telepon orangtua," kata Alda, Kamis (12/2/2026).
Ia mengatakan, jaringan telepon sempat tidak stabil akibat cuaca buruk. Selama beberapa jam, Alda hanya bisa menunggu kabar tanpa kepastian.
"Dari jam 6 sore sampai jam 4 pagi baru ada kabar,” ucapnya.
Alda mengaku, jika banjir yang kembali terjadi kali ini masih meninggalkan trauma usai bencana ekologis menerjang kawasan tersebut, pada November 2025 lalu.
1. Warga Ceritakan Detik-detik Awal Banjir, Tingginya Hingga Dada Orang Dewasa

Dilain sisi, seorang warga Kecamatan Pandan, Keluaran Pasar Baru, Jasman Julius Mendrofa, menceritakan sebelum banjir, hujan deras menerjang permukiman warga. Katanya, tinggi air, saat kejadian, mencapai rata-rata dada orang dewasa.
"Anak-anak saya ungsikan ke rumah saudara, karena di rumah tinggi air sepinggang dan di luar rumah itu sudah sampai dada orang dewasa," kata Jasman saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ia mengatakan warga tidak menyangka air akan naik setinggi itu dalam waktu singkat. Jasman menyebut sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang berada di dataran lebih tinggi, saat kejadian.
Meski air telah surut, kini warga harus kembali membersihkan hunian mereka dari sisa banjir.
Di Kecamatan Pandan, kawasan rumah kami (kelurahan pasar baru), pada banjir kali ini, parah karena dataran rendah," ujarnya.
2. Akibat Cuaca Ekstrem, 12 Kecamatan Terendam Banjir

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyebutkan jika kondisi itu disebabkan oleh perubahan cuaca yang sangat ekstrem. Sebanyak 12 kecamatan, kata Masinton, kembali terendam.
"Kecamatan yang terdampak itu ada 12 kecamatan. Nah, satu di antaranya ini, selain Tukka, ada di daerah Kecamatan Badiri, kemudian ada Sibabangun, kemudian itu ada daerah Tapian Nauli, ada daerah Pandan, dan lain sebagainya," ucap Masinton dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya.
Dia juga mengatakan jika kondisi cuaca kali ini, hampir sama seperti yang terjadi pada penghujung 2025 lalu. Masinton juga menyebut para warga menjadi was-was.
"Terutama ibu-ibu yang bersama saya ini mereka masih trauma dan sekarang sedang melakukan evakuasi di puskesmas terdekat," tuturnya.


















