Sungai Meluap, Jalan Alternatif Bireuen-Takengon Sempat Kembali Putus

- Hujan deras menyebabkan sungai meluap dan memutus akses jalan alternatif Bireuen-Takengon di Gampong Wih Porak, Bener Meriah, pada Minggu sore.
- Dinas PUPKP Bener Meriah mengerahkan empat alat berat untuk memperbaiki jalan, hingga akhirnya bisa dilalui kembali oleh kendaraan pada Senin dini hari.
- Insiden ini membuat satu truk terperosok dan jalan sempat tergenang, namun tidak ada korban jiwa dilaporkan dari kejadian tersebut.
Banda Aceh, IDN Times - Jalan penghubung alternatif dari Kabupaten Bireuen ke Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Gampong Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, sempat putus total, pada Minggu (5/4/2026).
“Akibat hujan deras mengakibatkan putusnya akses jalan nasional yang menghubungkan Bireuen-Takengon tepatnya di Gampong Wih Porak,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, Senin (6/4/2026).
Untuk diketahui, jalan tersebut menjadi alternatif dilintasi kendaraan pascabanjir bandang melanda Kabupaten Bener Meriah, pada 26 November 2026. Jalan Bireuen-Takengon di kawasan Enang-Enang yang merupakan lintas nasional, hingga kini masih putus.
1. Kerahkan empat alat berat untuk kembali membuat jalan

Ilham mengatakan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bener Meriah langsung mengerahkan empat alat berat berupa ekskavator untuk memperbaiki pascajalan tersebut kembali putus.
Jalan tersebut, kata dia, kembali bisa dilintasi berbagai kendaraan pada Senin, sekira pukul 02.00 WIB.
“Dini hari tadi sudah kembali dilewati oleh kendaraan jenis roda empat dan dua sehingga kondisi jalan sudah pulih kembali,” ujarnya.
2. Air sungai meluap karena hujan lebat

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan jalan penghubung alternatif dari Kabupaten Bireuen menuju Kabupaten Aceh Tengah tersebut putus akibat banjir, pada Minggu, sekira pukul 17.30 WIB.
“Akibat intensitas hujan lebat dari sore hari hingga menjelang maghrib mengakibatkan meluapnya sungai,” kata Staf Pusat Pengendalian Operasi Pengendalian Bencana (Pusdalopspb) BPBA, Haslinda, Senin.
3. Jalan sempat rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan

Haslinda menyampaikan dampak dari kejadian tersebut membuat satu unit truk terperosok. Selain itu, jalan maupun jembatan sempat tergenang sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Badan jalan kembali rusak akibat debit sungai tinggi yang sudah diperbaiki secara darurat akibat bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025,” ujarnya.


















