SPPG Yayasan Nusantara Alam Abadi Lakukan Terobosan Goes To School

- SPPG Yayasan Nusantara Alam Abadi meluncurkan program SPPG Goes To School di SMP Negeri 1 Sunggal untuk edukasi gizi bagi penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Kegiatan perdana ini menghadirkan konsep prasmanan dengan 950 porsi makanan bergizi, disambut antusias siswa dan akan rutin digelar sebulan sekali di sekolah-sekolah sekitar.
- Program MBG dinilai berdampak positif, tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi siswa tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM, petani, peternak, dan nelayan.
Medan, IDN Times - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) SPPG Sei Mencirim Sunggal Deli Serdang menggelar SPPG Goes To School di SMP Negeri 1 Sunggal, pada Sabtu (11/4/2026). Hal ini sebagai bentuk inovasi, serta memberikan edukasi gizi untuk para penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).
Angga Haganta Sitepu sebagai Kepala SPPG Deli Serdang Sunggal Sei Mencirim menjelaskan bahwa, kegiatan ini dilakukan untuk pertama kalinya dan akan rutin dilaksanakan.
"Hari ini kita dari dapur SPPG Sei Mencirim Sunggal Deli Serdang makan bersama dengan anak-anak, sekaligus mengedukasi dan inisiatif sebagai bentuk komitmen kami di dapur SPPG Sei Mencirim untuk memberikan pelayanan terbaik, dan terbaik untuk anak-anak yang ada di wilayah atau penerima manfaat kami," katanya pada IDN Times.
Dari pantauan IDN Times di lokasi, SPPG memberikan metode penyajian makanan berbagai hidangan yang ditata di meja panjang, dan siswa antusias mengantre dengan masing-masing omprengannya. Seperti layaknya sajian makanan prasmanan.
"Untuk mekanismenya ini agak berbeda dari biasanya karena disajikan secara prasmanan, karena komitmen kami untuk anak-anak itu biar semangat melihat program pak Presiden Prabowo sangat bagus dan bisa mengerti apa saja isian omprengan dan kandungan didalamnya," jelasnya.
1. Pihak SPPG terbuka untuk diberikan kritik dan saran

Ada sekitar 950 porsi yang dibagikan dengan menu nasi putih, ayam mentega, sayur, tempe orak arik, serta 3 jenis buah semangka, nanas, dan melon.
Nantinya, usai SMP Negeri 1 Sunggal, direncanakan akan digelar di SMA Negeri 1 Sunggal dan sekolah-sekolah berikutnya dengan jangka waktu sebulan sekali.
"Harapan kami untuk setiap SPPG, dan kepada penerima manfaat kami untuk terus bisa berkomitmen. Kemudian, para penerima manfaat kami juga bisa memberikan saran karena kami terbuka untuk saran-saran dari sekolah atau penerima manfaat kami. Pelayan untuk MBG sudah memberikan maksimal dalam menjalankan program bapak Prabowo," tuturnya.
2. Metode yang berbeda kali ini cukup mengasyikkan buat para siswa

Parulian Sinambela sebagai Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sunggal menilai program MBG ini efektif sejak 1 September 2025, hingga sampai saat ini. Dia juga mengatakan, metode yang berbeda kali ini cukup mengasyikkan buat para siswa. "Cukup mengasyikkan bahkan sampai berlebih, ini mungkin satu kerjasama yang baik ditunjukkan oleh SPPG Yayasan Nusantara Alam Abadi," jelasnya.
Parulian menyampaikan bahwa, ratusan siswa mengakui makanan tersebut rasanya enak. Untuk informasi, dapur SPPG dibawah naungan Yayasan Nusantara Alam Abadi ini sudah beroperasional selama 8 bulan, yang berlokasi di Jalan Glugur Rimbun Diski, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal l.
"Harapannya terus ada kerjasama yang baik, demi terciptanya pemenuhan gizi seluruh siswa," ungkapnya.
Ada 8 sekolah dengan radius 6 KM dari dapur yakni, SD 105267 Sei Mencirim, SD 101739 Sei Mencirim, SD 106790 Sei Mencirim, SMP negeri 1 Sunggal, SMA Negeri 1 Sunggal, SD Muhammadiyah 29 Sunggal, SMP Swasta Persiapan, dan SMA Swasta Persiapan Sunggal. Dari 8 sekolah setiap harinya total keseluruhan untuk didistribukan kepada siswa sebanyak 4.000 porsi. Menu-menu yang disajikan dalam omprengan pun beragam sesuai pemenuhan nilai gizi. Terkhusus setiap hari Senin akan diberikan menu daging sapi.
3. MBG dinilai berdampak positif tidak hanya para siswa tetapi perputaran ekonomi yang hidup

Sementara itu, Lusdek Simatupang atau akrab disapa Lucy selaku Wakil Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi dan sebagai PIC Mitra menjelaskan bahwa, SPPG tidak hanya menjamin pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberi dampak langsung pada pergerakan ekonomi daerah.
"Sebagai SPPG yang biasa memberikan MBG ke sekolah-sekolah. Jadi, kayaknya mengantar makanan doang. Harus kita buat sesuatu terobosan yang berbeda, dan mengedukasi anak-anak agar mereka paham apa yang mereka terima. Bukan hanya makan siang, tapi ada komponen didalamnya," ungkapnya.
Sehingga, pihaknya ingin memberikan amanah dengan mengedukasi isi omprengan siswa untuk bisa melahap dan menikmatinya. Mulai dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati hingga serat," terang Lucy.
Dia mengatakan ada 3 dapur di bawah naungan Yayasan Nusantara Alam Abadi saat ini, yaitu di Sei Mencirim, Medan Johor dan Medan Tembung. Namun, untuk menggelar Goes To School menjadi perdana dilakukan sebagai terobosan. Dia menilai hadirnya MBG banyak dampak positif, tidak hanya anak sekolah tetapi ada perputaran ekonomi yang hidup seperti UMKM, petani, peternak hingga nelayan.
"Harapan kita supaya bagaimana makan bergizi gratis ini berkesinambungan, karena ini multiplayer efek ke semua lapisan masyarakat. Yang pertama adalah anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi di sekolah, yang kedua dari MBG ini dibentuk SPPG ada lapangan kerja sebab dari 1 SPPG merekrut 50 orang untuk bekerja, dan yang ketiga hasil dari petani, nelayan hingga peternak itu semua terjual dan mereka semua mendapatkan manfaat termasuk UMKM," ucap Lucy.
Ia berharap program MBG ini dapat berkesinambungan. "Setiap program pemerintah yang bagus mari kita dukung, untuk saran silahkan disampaikan dengan kritik yang membangun bukan untuk menjatuhkan," pungkasnya.

















