Medan, IDN Times – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra turut berdampak pada operasional transportasi umum. Perusahaan otobus (PO) Antar Lintas Sumatra(ALS) mengaku harus menghadapi antrean panjang di SPBU hingga berjam-jam untuk mendapatkan solar bagi armada bus mereka.
Humas ALS Alwi Matondang, mengatakan kondisi sulit mendapatkan solar sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, terutama untuk perjalanan lintas Sumatera. Kelangkaan Solar sudah dialami sejak penghujung 2025.
Dalam tiga bulan terakhir, kondisinya makin parah. Antrean BBM disebut semakin sering terjadi di berbagai daerah yang dilalui armada ALS.
"Kalau kami di lintas Sumatra ini sudah lama. Tiga bulan terakhir ini, kalau dari Lampung sampai lintas Sumatera, sudah langka solarnya," ujar Alwi.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat perjalanan bus antarprovinsi terganggu. Sopir harus mengatur ulang waktu perjalanan karena tidak bisa langsung mendapatkan bahan bakar sesuai kebutuhan.
