Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sisa Bonus PON 2024 Belum Dibayar, Atlet Riau Tagih ke Pemerintah
Atlet Riau saat meraih medali di PON Aceh-Sumut 2024 (IDN Times/ dok Pemprov Riau)
  • Atlet dan pelatih Riau menagih sisa bonus PON 2024 yang baru dibayarkan sekitar 45 persen pada September 2025, sementara pelunasan yang dijanjikan belum terealisasi.
  • Ketidakjelasan bonus disebut menurunkan semangat atlet membela Riau; mereka tetap berlatih mandiri tanpa training camp dan meminta Dispora serta KONI membantu penyelesaian.
  • Atlet peraih medali dan pelatih menilai keterlambatan dua tahun merugikan pembinaan olahraga Riau, bahkan mendorong sejumlah atlet berinisiatif pindah ke provinsi lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pekanbaru, IDN Times - Sejumlah atlet Provinsi Riau dan pelatih dari berbagai cabang olahraga yang berjuang di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, merasa kecewa dengan pemerintah. Pasalnya, bonus prestasi yang dijanjikan pemerintah tak kunjung dicairkan sepenuhnya.

Mereka kini mendesak Pemerintah Provinsi Riau untuk segera menyelesaikan sisa pembayaran bonusnya. Dimana, bonus yang telah dibayarkan pemerintah baru sekitar 45 persen.

"Sudah dua tahun bonus PON Aceh-Sumut 2024 belum dicairkan semuanya. Baru sekitar 45 persen yang dicairkan pada September 2025, sementara sisanya tak ada kejelasan. Kami cuma di janji-janjikan saja," ucap Puja Sri Syaftri, salah satu atlet senam atristik yang meraih medali perunggu di PON 2024 itu, Senin (3/8/2026).

Puja mengatakan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Riau menjanjikan bahwa bonus akan dilunasi semuanya di awal tahun. Namun, setelah 2 tahun menunggu, sisa bonus tersebut belum juga dibayarkan.

Oleh karena itu, Puja bersama atlet dan pelatih lainnya, meminta pemerintah untuk segera memberikan seluruh hak mereka.

1. Takut berprestasi, semangat membela sudah tidak ada lagi

Puja Sri Syaftri saat memamerkan medali perunggunya di PON Aceh-Sumut 2024 (IDN Times/ IG pujasrisyafitri)

Disamping itu, mereka juga berharap kepada Dispora dan KONI Riau dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Yang mana, ketidakjelasan pembayaran sisa bonus tersebut, berdampak besar terhadap para atlet. Salah satunya berkaitan dengan semangat untuk membela Bumi Lancang Kuning menjadi menurun. 

"Sekarang kami merasa takut berprestasi, karena kami takut jadi beban daerah untuk membayarkan bonus kami. Semangat kami rasanya sudah tidak ada lagi untuk membela Riau ini. Karena bonus saja tidak mampu ditangani sama Pemprov Riau," ungkap Puja.

Puja menyebut, atlet di daerah lain kini sudah disibukkan untuk mempersiapkan pertandingan lain maupun PON berikutnya. Sementara atlet Provinsi Riau masih disibukkan dengan menagih sisa bonus. Meskipun begitu, Puja mengklaim tetap melaksanakan latihan seperti biasa. 

"Kegiatan sekarang, kami tetap latihan. Tapi kalau untuk TC (Training Camp) tidak ada sama sekali. Jadi sekarang paling persiapan mandiri dan dibina KONI Riau," sebut Puja.

"Kami merasa sangat kecewa, sedih dan kami enggak tahu berekspresi gimana lagi karena masalah bonus ini," sambungnya.

2. Sudah 4 kali ikut PON, 2024 paling mengecewakan

Vanessa, atlet renang asal Riau meraih medali emas di PON Aceh-Sumut 2024 (IDN Times/ dok Pemprov Riau)

Kekecewaan yang sama juga diungkapkan oleh Vanessa Evato, atlet renang yang mengikuti PON 2024. Vanessa merupakan satu-satunya atlet renang yang mewakili Bumi Lancang Kuning saat itu dan meraih emas di nomor pertandingan 100 meter gaya dada putri. 

Dalam kesempatan itu, Vanessa meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk segera membayar sisa bonus para atlet dan pelatih. 

"Ini sudah terlalu lama bonus kami belum dibayarkan seratus persen. Kami menagih hak kami ke pemerintah Riau," ucap Vanessa.

Sebagai atlet, Vanessa dan yang lainnya mengaku telah berjuang mati-matian untuk mengharumkan nama Riau dengan mempersembahkan medali. Namun, perjuangan mereka belum semua dihargai oleh pemerintah.

"Kami sudah mempersembahkan yang terbaik untuk Riau, sekarang giliran bapak (Gubernur Riau) memenuhi hak kami. Saya sudah empat kali PON mewakili Riau. Tapi yang terakhir ini yang paling mengecewakan dalam hal pemberian bonus," sebut Vanessa.

"Yang saya heran, sudah bolak-balik mengadakan konser dan mengundang artis besar, yang pastinya mengeluarkan uang yang banyak. Katanya tidak ada uang, karena efisiensi anggaran. Sedangkan bonus kami tidak dibayar semuanya," sambungnya.

3. Beberapa atlet berinisiatif pindah provinsi

ilustrasi atlet bulu tangkis (freepik.com/macrovector)

Disisi lain, salah satu pelatih atlet Riau Ahmad Markos mengungkap, bahwa kondisi seperti ini membuat malu nama Provinsi Riau. Pasalnya, masalah seperti ini belum pernah terjadi di tingkat nasional maupun internasional.

"Ini sangat memalukan. Padahal, Riau dikenal di atas minyak, di bawah minyak. Kami sangat kecewa sekali bonus kami belum diselesaikan sepenuhnya," ungkap Markos.

Markos menyebut, saat ini para atlet merasa sudah putus asa membawa nama Riau untuk event kedepannya. Bahkan, atlet di beberapa cabang olahraga sudah berinisiatif ingin pindah ke provinsi lain.

"Ini sangat mematikan pembinaan olahraga di Riau. Kami betul-betul sangat kecewa, karena sudah dua tahun hak kami belum dibayarkan semuanya," pungkas Markos.

Curated For You

Editorial Team

Related Article