Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sehari Sebumi di Medan, Belajar Ecobrick untuk Kelola Sampah
Kegiatan sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026). (Dok: Ecovia)
  • Sehari Sebumi di Medan mengenalkan pengolahan sampah plastik melalui pembuatan ecobrick.

  • Peserta mempraktikkan pembuatan ecobrick dengan pendampingan Sasude, termasuk Syifa yang baru pertama kali mencobanya.

  • Sasude juga mengolah plastik menjadi gantungan kunci yang diberikan kepada tiga tim pemenang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (8/10/2026)

Syifa mengikuti kegiatan Sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli, Medan. Peserta mendapat penjelasan dan mempraktikkan pembuatan ecobrick dengan pendampingan Sasude.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kegiatan Sehari Sebumi mengenalkan pengolahan sampah plastik melalui pembuatan ecobrick dan produk gantungan kunci.
  • Who?
    Ecovia, Sasude, peserta kegiatan, dan Syifa, mahasiswa FISIP USU, terlibat dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Kamis (8/10/2026).
  • Why?
    Kegiatan digelar untuk mengenalkan cara mengolah sampah plastik melalui pembuatan ecobrick.
  • How?
    Peserta mendapat penjelasan dan mempraktikkan pembuatan ecobrick menggunakan botol plastik berisi sampah plastik bersih dan kering dengan pendampingan Sasude.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Syifa dan peserta lain belajar membuat ecobrick dari sampah plastik di Medan. Mereka mendapat penjelasan dari Ecovia dan Sasude, lalu mencoba membuatnya sendiri. Syifa merasa caranya lebih sulit dari yang terlihat. Tiga tim yang menang mendapat gantungan kunci dari sampah plastik. Kegiatan ini mengenalkan cara memakai kembali plastik bekas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kegiatan Sehari Sebumi memberi peserta pengalaman langsung mengolah sampah plastik menjadi ecobrick dan gantungan kunci. Selain memahami bahwa plastik bekas dapat dimanfaatkan kembali, peserta juga memperoleh kesempatan mencoba prosesnya dengan pendampingan Sasude. Pengalaman praktik ini melengkapi penjelasan yang diberikan selama kegiatan dan mengenalkan bentuk pemanfaatan plastik lainnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Membuat ecobrick dari sampah plastik ternyata tak semudah yang dibayangkan Syifa, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU). Ia baru pertama kali mencoba membuatnya saat mengikuti kegiatan Sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang digelar Ecovia bersama Sasude itu mengenalkan cara mengolah sampah plastik melalui pembuatan ecobrick. Peserta mendapat penjelasan sekaligus kesempatan mempraktikkan pembuatannya dengan pendampingan dari Sasude.

1. Pertama kali membuat ecobrick, Syifa mengaku cukup kesulitan

Kegiatan sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026). (Dok: Ecovia)

Syifa menjadi salah satu peserta yang baru pertama kali mencoba membuat ecobrick. Dari kegiatan tersebut, ia mengetahui bahwa sampah plastik bisa dimanfaatkan kembali. Namun, proses pembuatannya ternyata lebih sulit dari yang ia perkirakan.

“Sebelumnya belum pernah membuat ecobrick sama sekali. Saya akhirnya tahu, kalau ternyata sampah plastik bisa dijadiin sesuatu yang bermanfaat seperti ecobrick ini. Pas pembuatan ecobrick menurut saya yang paling seru karena keliatannya mudah, tapi ternyata lumayan susah dan menantang,” ungkap Syifa, mahasiswa FISIP USU.

Pembuatan ecobrick menjadi salah satu kegiatan dalam acara Sehari Sebumi. Peserta tidak hanya menerima materi mengenai pengelolaan sampah plastik, tetapi juga mencoba sendiri metode yang diperkenalkan Sasude tersebut.

2. Ecovia gandeng Sasude untuk praktik pengolahan sampah

Kegiatan sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026). (Dok: Ecovia)

Ecovia merupakan kelompok kehumasan yang beranggotakan sembilan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU. Dalam puncak acara Sehari Sebumi, kelompok ini bekerja sama dengan Sasude untuk mengenalkan pengolahan sampah plastik melalui ecobrick.

Ecobrick dibuat menggunakan botol plastik yang diisi hingga padat dengan sampah plastik bersih dan kering. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai produk atau kebutuhan tertentu.

Ketua Panitia Sehari Sebumi, Lowla Santa Claudia Manurung, mengatakan kerja sama dengan Sasude memungkinkan peserta mencoba langsung pembuatan ecobrick setelah mendapat penjelasan mengenai metode tersebut.

“Melalui kolaborasi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang ecobrick, tetapi juga berkesempatan mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan dari Sasude,” ujar Lowla.

3. Tiga tim mendapat gantungan kunci dari sampah plastik

Kegiatan sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026). (Dok: Ecovia)

Selain ecobrick, Sasude juga mengolah sampah plastik menjadi barang lain, salah satunya gantungan kunci. Produk hasil pengolahan plastik tersebut turut menjadi bagian dari kegiatan Sehari Sebumi.

Sebanyak tiga tim pemenang dalam kegiatan praktik mendapatkan gantungan kunci buatan Sasude. Masing-masing tim terdiri dari dua peserta.

Gantungan kunci tersebut merupakan salah satu contoh produk yang dihasilkan Sasude dari pengolahan sampah plastik. Dengan demikian, peserta diperkenalkan pada dua bentuk pemanfaatan plastik bekas, yakni melalui pembuatan ecobrick dan produk gantungan kunci.

Curated For You

Editorial Team

Related Article