Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Driver Bajaj Maxride Demo ke Kantor Gubernur Sumut, Bawa 11 Tuntutan

IMG_20260212_131608.jpg
Suasana driver bajaj Maxride menggelar aksi demo ke kantor Gubernur Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya sih...
  • Pemerintah diminta untuk melibatkan para driver bajaj dalam hal regulasi dan ketetapan tarif serta payung hukum
  • Demo ini karena adanya promo dari perusahaan Maxride yang dinilai tidak layak untuk para driver bajaj
  • Ada 11 tuntutan dalam aksi demo supir bajaj Maxride
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Ratusan driver bajaj Kota Medan melakukan aksi demo di depan kantor Gubernur Sumut. Para demonstran ini tergabung dalam perusahaan swasta yang bernama Maxride, pada Kamis (12/2/2026).

Dari pantauan IDN Times, mereka menggeruduk kantor Gubernur Sumut yang berjejer 3 baris dengan membawa bajaj berwarna hitam, putih, merah, dan kuning. Sehingga, menimbulkan kemacetan jalan yang cukup panjang. 

Para supir bajaj Maxride ini melakukan demo selama 1 jam, guna menyampaikan tuntutannya.

1. Pemerintah diminta untuk melibatkan para driver bajaj dalam hal regulasi dan ketetapan tarif serta payung hukum

Screenshot_2026_0212_170515.jpg
Suasana driver bajaj Maxride menggelar aksi demo ke kantor Gubernur Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)

Ketua Generasi Bajaj Reborn (GBR) atau penanggungjawab aksi demo, Putra Rimba BB menyampaikan sekitar 300 supir bajaj Maxride ikut serta melakukan aksi demo dari 700 yang ada di Kota Medan.

Dia juga menjelaskan aksi di Kantor Gubernur ini meminta agar pemerintah melibatkan para driver bajaj dalam hal regulasi dan ketetapan tarif serta payung hukum bagi para driver bajaj. Hal ini sebagai tuntutan dalam aksi demo, di kantor Gubernur Sumut.

"Kita demo untuk penerapan ongkos, kita sudah ke kantor Maxride baru kita ke kantor Gubernur untuk meminta menetapkan regulasi ongkos dan payung hukum untuk Bajaj ini, apa selanjutnya yang terjadi dengan kami. Kami berharap pemerintah bisa menggedor kantor Maxride untuk tuntutan kami ini," katanya pada IDN Times.

2. Demo ini karena adanya promo dari perusahaan Maxride yang dinilai tidak layak untuk para driver bajaj

Screenshot_2026_0212_170456.jpg
Ketua Generasi Bajaj Reborn (GBR) atau penanggungjawab aksi demo, Putra Rimba BB (IDN Times/Indah Permata Sari)

Lanjutnya, ada promo dari perusahaan Maxride yang tidak layak atau tidak cocok bagi para supir bajaj terkait upah yang didapat mereka.

"Selama ini kami dapat tarif Rp11 ribu potong promo, potong persen tinggal Rp6 ribu (setiap orderan masuk), dan ini tidak sesuai," ungkapnya.

Dia menyesalkan adanya promo tersebut, sebab dikatakannya juga bahwa promo tersebut tidak menjelaskan sampai kapan berlaku.

"Gak jelas promonya sampai kapan,dan ini masih berlangsung. Harapan kita semoga tuntutan kita ini dapat secepatnya terealisasi, kalau ini tidak terealisasi secepatnya maka kami akan demo lebih besar dan banyak lagi massanya," sambung Putra.

Sebelumnya, massa aksi juga telah melakukan demo di kantor Maxride dan telah menerima tuntutan.

"Kata pihak Maxride salam seminggu ini akan terealisasikan tuntutan kami. Pesan kami secepatnya tuntutan itu bisa kami terima hasilnya karena sudah terlalu lama kami merasakan ongkos ini hanya penyiksa kepada driver hampir dua bulan jadi kami berharap secepatnya supaya driver ini lebih nyaman dan tenang," harapnya.

3. Ada 11 tuntutan dalam aksi demo supir bajaj Maxride

IMG_20260212_170817.jpg
Supir bajaj Maxride menggelar aksi demo di depan kantor Gubernur Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)

Berikut 11 tuntutan yang diinginkan dari aksi demo ini. Yaitu:

  • Kami driver bajaj Medan meminta kepada pihak manajemen Maxride mengembalikan tarif dasar (Rp14 ribu) seperti semula. Karena, sebelumnya pihak Maxride menurunkan ongkos dari Rp14 ribu ke Rp11 ribu di bulan Juni tahun 2025 hanya bersifat sementara.
  • Kami driver bajaj Medan meminta kepada pihak manajemen Maxride untuk memperbaiki aplikasi maps yang selama ini kurang akurat.
  • Kami driver bajaj Medan meminta kepada pihak manajemen Maxride untuk mengevaluasi lagi kebijakan mengenai unit bajaj yang sudah terlalu banyak dilapangan karena sudah berdampak ke penghasilan ke para driver bajaj Maxride Medan.
  • Kami driver bajaj Medan meminta kepada pihak manajemen Maxride agar para driver unit kantor untuk disertakan setorannya seperti setoran unit juragan.
  • Kami driver bajaj Medan meminta kepada pihak manajemen Maxride agar mengevaluasi lagi orderan yang pengantarannya lebih dari satu titik dikarenakan tarif yang tidak sesuai.
  • Kami driver bajaj Medan meminta kepada pihak manajemen Maxride agar memudahkan para driver untuk melakukan pencairan saldo dompet.
  • Kami driver bajaj Medan meminta kepada pihak manajemen Maxride tidak melakukan suspend hanya karena hal kecil (ganti plat) masih banyak cara memanggil driver yang baik, santun, dan beretika.
  • Kami driver bajaj Medan meminta kepada pihak manajemen Maxride untuk persolisasikan aplikasi di titik keramaian sales untuk dapat ijin ke mal-mal.
  • Kami driver bajaj Medan meminta kepada pihak manajemen Maxride untuk membedakan tarif penumpang (orang) dengan delivery (barang).
  • Tiadakan aturan minimal cancel dan denda setelah 3 x cancel.
  • Tiadakan atau hapus kenaikan tarif disaat driver menerima orderan ongkos besar yang hanya menguntungkan bagi pihak Maxride karena tarif di akun customer dan di akun driver berbeda.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Pasar Murah Selama Ramadan Telah Dibuka di 151 Kelurahan, Cek Harganya

12 Feb 2026, 19:25 WIBNews