Rokan Hulu, IDN Times - Puluhan petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau diserang secara brutal oleh orang tak dikenal (OTK) saat sedang bekerja. Peristiwa yang terjadi di area kebun kelapa sawit yang berada di Kecamatan Tambusai Utara itu, mengakibatkan para petani mengalami luka-luka yang cukup serius dibagian tangan, kaki, kepala, rusuk dan mata lebam.
Salah seorang petani yang menjadi korban, Gunawan (31) bercerita, bahwa peristiwa penyerangan tersebut terjadi saat mereka sedang beristirahat usai membersihkan kebun.
"Kami sedang duduk-duduk di mess habis bekerja bersihkan kebun, tiba-tiba datang gerombolan orang tak dikenal dengan 3 truk colt diesel dan 2 mobil double cabin. Mereka berteriak 'serang', jadi kami langsung diserang," cerita Gunawan saat dihubungi IDN Times, Senin (17/8/2026).
Tak sampai disitu, mereka juga diancam pakai senjata api oleh OTK tersebut. Bahkan, handphone para petani juga diambil paksa oleh OTK itu.
"Saya juga diancam pakai senjata api, dua handphone saya dijarah," ucap Gunawan.
Gunawan sendiri mengaku dipukul dengan kayu dan besi oleh para pelaku tersebut. Ia mengalami luka di bagian hidung dan tangannya yang harus diikat perban.
Terkait dengan penyerangan tersebut, Gunawan tidak mengetahui apa motif para pelaku tersebut. Dia juga tidak kenal dengan para pelaku yang menyerang, yang jumlahnya saat itu diperkirakan ratusan orang.
"Kami cuma bekerja. Katanya lahan warga ini pro kontra dengan PT Agrinas. Namun setahu saya, lahan itu punya warga, itulah makanya saya kerja di situ," ujar Gunawan.
Sama dengan Gunawan, korban lainnya Rizaldi (44), juga mengalami luka di sekujur tubuhnya akibat penyerangan OTK tersebut.
"Kepala saya bocor dan tangan dihantam pakai balok kayu. Mata saya ditendang, saya diseret-seret seperti PKI," ucap Rizaldi.
Saat serangan brutal terjadi, Rizaldi dan rekan-rekannya tak berdaya melawan, karena para pelaku membawa senjata.
"Kami hanya bisa bilang 'aduh, aduh, ampun, ampun, Pak'. Kalau teriak minta tolong, semakin disiksa kami," sebut Rizaldi yang juga mengaku tidak mengetahui apa alasan para pelaku melakukan penyerangan.
Setelah penyerangan itu, dilanjutkan Rizaldi, para petani dikumpulkan, lalu dibawa keluar dari kebun dengan truk oleh tiga orang pelaku. Rizaldi menyebut, jumlah korban luka sekitar 25 orang. Satu di antaranya kritis.
Sementara 28 orang rekannya yang lain masih berada di dalam kebun sawit dan belum diketahui nasibnya.
"Yang kami pikirkan kawan-kawan di dalam kebun sekitar 28 orang lagi. Belum tahu nasibnya sekarang," sebutnya.
