Proyek Lapangan Merdeka Medan Belum Rampung, Ini Alasan Kadis Perkim

- Proyek Lapangan Merdeka Medan masih 95% selesai, dengan kendala pada tahap 3 di basement lantai 2 yang belum rampung.
- Pengerjaan proyek ditargetkan selesai pada bulan Februari hingga Maret 2025, dengan kendala barang import dari Cina seperti lift dan eskalator.
- Genset menjadi alat yang dibutuhkan saat mati lampu di Lapangan Merdeka Medan, untuk mengatasi banjir di basement.
Medan, IDN Times - Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan merupakan salah satu proyek Multiyears di Kota Medan, yang hingga saat ini masih belum rampung.
Kepala Dinas Perkimcikataru Kota Medan, John Ester Lase mengakui ada beberapa kendala dalam proses pengerjaannya. Terutama pada basement, yang sudah memasuki tahap ke-3.
Menurutnya, salah satu kendala adalah barang yang diimport dari cina berupa lift dan eskalator.
Dari pantauan IDN Times di Lapangan Merdeka Medan, ada sejumlah fasilitas yang masih ditutup dengan plastik hitam, dan diberi police line. Sedangkan darinatas tampak ada basement dengan sejumlah pekerja yang masih sibuk mondar mandir naik keatas dan turun ke basement, serta trek area olahraga sudah dibuka yang sebelumnya masih ditutup.
Untuk anggaran revitalisasi, diketahui mencapai sebesar Rp497 Miliar sejak tahun 2022 hingga 2024. Kemudian, tahun 2025, Pemko Medan kembali mengeluarkan anggaran sebesar Rp78,5 Miliar untuk sarana dan prasaran pendukung Lapangan Merdeka Medan.
1. Perhitungannya sudah selesai 95 persen

Dia memperhitungkan sudah selesai 95 persen pekerjaan atau progres proyek dari Lapangan Merdeka Medan.
"Projek Lapangan Merdeka Medan sudah selesai yang atas karena yang atas kemaren multiyears dulu. Yang pekerjaan belum selesai sebenarnya tahap 3, itu tahap 3 di basement lantai 2 itu sebagian belum selesai tapi sebenarnya sudah selesai 95 persen pekerjaan.
Menurutnya, bagian atas tersebut merupakan bagian dari yang lama. Namun, ada permasalahan yang terjadi adalah sudah dan sering dipakai sehingga sobek. Kini, sekarang sedang proses pemeliharaan yang sempat ditutup trek area olahraganya.
"Kemaren memang kita tutup sementara karena ada perbaikan tapi ini kita sudah suruh buka lagi," tuturnya yang harusnya dibuka bulan Maret.
"Kita bilang gak mungkin karena memang itu kan pakai lem perekat, kalau cepat dibuka nanti tertimpa air jadi cepat rusak. Kemaren kita bilang secepatnya untuk bisa dipakai lagi," sambungnya. nantinya.
2. Ditargetkan bulan Februari hingga Maret akan rampung

Target dari pengerjaan keseluruhan Lapangan Merdeka Medan, lanjutnya diupayakan dalam bulan Februari dan paling lama pada bulan Maret akan rampung.
Dia menyebutkan salah satu kendalanya adalah barang import dari Cina seperti lift dan eskalator yang sedang ditunggu untuk dipasangkan.
"Sebenarnya kendalanya gak ada. Kemaren kendala ada sebagian yang diimport dari cina itu saja kendalanya sebenarnya. Barang-barang ada yang beberapa dari cina seperti lift, dan eskalator," ungkap Kepala Dinas Perkimcikataru Medan ini.
Secara rinciannya, dikatakan John bahwa basement 2 dilantai 2 paling bawah ada ruangan hall besar berupa 1 unit yang merupakan fasilitas ruangan pertemuan. Kemudian ada basement 1 lantai 1 diisi oleh kuliner atau UMKM.
Terkait pengelolaan Lapangan Merdeka Medan, John menjelaskan belum mengetahui sebab belum melakukan serah terima. Sebab, pihaknya, hanya sebatas melakukan pembangunan proyek ini.
"Nanti bagaimana penggunaannya tergantung nanti bagaimana Dinas mana yang mengelola, apakah untuk umum atau seremonial saja. Kita belum tahu ini bagaimana. Tapi, yang pasti ada hall dibawah itu untuk pertemuan besar, nah itu yang basement lantai bawah lantai 2, kemudian diatasnya lantai 1 tenant-tenant konsepnya itu dibuat untuk UMKM-UMKM," ungkap John.
Ada sebanyak 30 UMKM yang akan turut serta mengisi stand-stand tersebut
3. Genset menjadi alat yang dibutuhkan saat mati lampu di Lapangan Merdeka Medan

Saat ditanya adanya banjir di basement, dia mengakui sudah selesai dengan solusi dipompa. Namun, para pekerja sempat panik karena mati lampu, sehingga disiapkan genset agar tidak terjadi lagi.
"Cuma memang biaya sekali hidupkan genset itu lumayan, tapi kita akali supaya nanti ada genset tambahan supaya khusus untuk pompa saja. Karena memang kalau basement wajib ada pompa, hampir semua basement harus ada pompa kalau gak airnya dibuang kemana kan. Artinya sudah tidak ada banjir lagi di basement," ucap John.


















