Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Sita 50 Kilogram Sabu dari Thailand, Masuk Lewat Tempat Wisata
Sabu 50 kilogram jaringan Thailand ditangkap Polrestabes Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Medan, IDN Times - Kurir sabu berinisial MF ditangkap Satres narkoba Polrestabes Medan saat akan melakukan transaksi di Jalan Setia Budi, Kota Medan. Ia ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram.

Mengejutkannya, ternyata MF merupakan bagian dari jaringan internasional. Saat polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut di Aceh Utara, mereka kembali menemukan barang bukti yang sama dibungkus plastik bertuliskan aksara Thailand berisi sabu seberat 50 kilogram.

1. Bermula dari penangkapan 2 kilogram sabu di Medan

Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf, membenarkan penangkapan itu. Ia mengatakan total 50 kilogram sabu didapatkan dari jaringan Thailand dan rencananya akan diedarkan di kota-kota besar Indonesia termasuk Medan.

"Setiap pengungkapan narkoba, banyak sekali cerita yang tidak terlihat. Kami mulanya menemukan 2 kilogram sabu hasil pengembangan awal di Jalan Setia Budi dengan tersangka berinisial MF. Dari sinilah kita mendapat informasi peredaran yang lebih besar lagi," kata Rafli, Senin (13/4/2026) sore.

Saat diinterogasi, MF mengaku hanya seorang kurir yang mengantar sabu dari Aceh Utara. Tak lama usai MF ditangkap, polisi menyusun siasat untuk berangkat ke Aceh menangkap orang lain yang terlibat.

"Dari Medan kami bergerak 7 jam menuju Aceh Utara. Tim 3 hari 4 malam di sana," lanjutnya.

2. Sabu dari Thailand masuk Indonesia melalui tempat wisata

Karung yang dipakai mengangkut narkotika jenis sabu (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Pengungkapan di Aceh Utara menjadi hal yang tak pernah terprediksi. Jika umumnya peredaran narkoba masuk melalui dermaga-dermaga tidak resmi, kali ini jauh berbeda. Narkoba jaringan Thailand berbungkus merah ini alih-alih diantar melalui kapal yang masuk di daerah wisata!

"Memang kita hampir terkelabui, ya. Inilah mungkin jadi konsen juga bagi kami bahwa mereka masuk melalui tempat wisata di Aceh bernama pantai Lhok Puuk. Di sini kita peroleh kilogram sabu. Narkoba ini berasal dari Thailand langsung. Dan kami pastikan bungkus ataupun karung yang diangkat pun beraksara Thailand," beber Rafli.

Di pantai Lhok Puuk, polisi menangkap 2 orang lainnya. Mereka adalah DK (23 tahun) dan YS (29 tahun). Keduanya ditangkap saat memikul goni berisi narkotika jenis sabu.

"Tersangka ditangkap sesaat mereka turun dan memikul 2 karung ini. 2 orang tadi masing-masing membawa 1 karung. Menjelang pagi, kami melakukan pengejaran dan langsung melakukan penangkapan," jelasnya.

3. Kurir tergiur dengan upah Rp600 juta sekali antar

Sabu 50 kilogram jaringan Thailand ditangkap Polrestabes Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Rafli menerangkan bahwa kurir tersebut menjemput narkoba yang dari Thailand di perbatasan laut Indonesia. Menggunakan kapal motor, mereka membawanya masuk ke pantai Lhok Puuk.

"2 orang ini begitu tergiur. Yang biasanya kurir mungkin diberi harga yang cukup murah, namun kali ini menurut pengakuan yang bersangkutan, dari laut menuju darat saja bisa sampai dapat upah sebesar Rp600 juta," rinci Rafli.

Saat didalami, para kurir ini bukan hanya sekali mengedarkan narkoba jaringan Thailand. Mereka mengaku sudah 3 kali mencoba melakukan hal yang sama. Sabu-sabu tersebut diedarkan di kota-kota besar Pulau Sumatra.

"Untuk bandar sendiri yang kita ketahui berinisial D, tim masih bergerak di seputaran Aceh. Sampai saat ini, kami nyatakan masih kita kembangkan untuk menuju ke bandar besarnya," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team