Sosialisasi FIK Unimed di Desa Sambirejo Timur, Kabupaten Deli Serdang (dok. FIK Unimed)
Desa Sambirejo Timur dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena berdasarkan data Posyandu terdapat banyak keluarga muda yang baru memiliki anak, sehingga edukasi mengenai pola asuh aktif dinilai penting untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Dalam pemaparannya, Rifqi Aufan menjelaskan bahwa salah satu penyebab anak kurang aktif adalah pola asuh sedentari, yakni kebiasaan yang membuat anak lebih banyak duduk atau melakukan aktivitas minim gerak, seperti bermain telepon genggam dalam waktu lama.
"Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat perkembangan motorik kasar maupun motorik halus anak apabila terus dibiarkan tanpa pendampingan," katanya.
Menurutnya para orang tua diberikan indikator perkembangan sesuai usia. Misalnya, bayi usia 0–1 tahun memiliki tahapan perkembangan tertentu yang harus dicapai. Memasuki usia dua tahun, anak umumnya sudah mampu berjalan dengan lebih baik, sedangkan pada usia tiga tahun mulai dapat berlari dan melakukan aktivitas fisik yang lebih kompleks.
"Aktivitas fisik tidak harus dilakukan melalui olahraga terstruktur. Orang tua dapat mengajak anak melakukan kegiatan sederhana seperti berjalan kaki pada sore hari, bermain di luar rumah, atau permainan yang melatih koordinasi tubuh dibanding hanya memberikan handphone," ucapnya.