Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PLN Sebut Kepulan Asap Akibat Batu Bara Terbakar Sendiri
Asap diduga akibat terbakarnya batu bara di PLTU Nagan Raya. (Dokumentasi Yayasan Apel Green Aceh untuk IDN Times)
  • PLN Nusantara Power Nagan Raya menegaskan kepulan asap di area pembangkit bukan akibat kebakaran besar, melainkan pembakaran spontan batu bara karena cuaca panas dan angin kencang.
  • Petugas rutin melakukan patroli dan penyiraman pada tumpukan batu bara untuk mencegah api meluas, serta menyiagakan mobil pemadam dan water truck di lokasi.
  • Perusahaan akan mengevaluasi SOP penanganan batu bara dan mencari metode lebih efektif agar kejadian serupa tidak mengganggu lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banda Aceh, IDN Times - PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pelaksana (UP) Nagan Raya membantah kepulan asap yang muncul di area pembangkit berasal dari kebakaran besar stockpile batu bara. Perusahaan menyebut asap tersebut berasal dari batu bara yang mengalami pembakaran spontan (self combustion) akibat cuaca panas dan angin kencang.

Assistant Manager BSS PLN Nusantara Power UP Nagan Raya, Muhammad Khoirul, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (9/6/2026) saat petugas sedang melakukan penyiraman rutin terhadap tumpukan batu bara di area stockpile.

“Kondisi cuaca belakangan ini panas. Rumput-rumput juga kering. Karena kondisi panas dan angin kencang itu, ditambah batu bara kami bertipe kalori tinggi sehingga bisa terbakar sendiri,” kata Khoirul, Kamis (11/6/2026).


1. PLN jelaskan penyebab kepulan asap di Nagan Raya

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya milik PLN di Banten. (IDN Times/Dhana Kencana)

Khoirul menjelaskan patroli dan pemantauan kondisi batu bara dilakukan secara berkala oleh petugas pengelola stockpile bersama tim keamanan. Pengawasan tersebut juga didukung mobil pemadam kebakaran dan water truck yang disiagakan di lokasi.

Menurutnya, saat ditemukan titik panas atau asap dari hasil patroli, petugas langsung melakukan penyiraman untuk mencegah api meluas.

“Pada saat itu memang batu bara sedang terbakar sendiri, tetapi juga sedang dalam proses penyiraman oleh petugas. Karena angin kencang, asap bercampur abu beterbangan sehingga terlihat cukup besar,” ujarnya.


2. Batu bara terbakar sendiri, PLN bantah kebakaran stockpile

PLN yang berhasil mengganti bahan bakar batu bara dengan biomassa di PLTU.(IDN Times/Foto : Dok. PLN)

Khoirul menegaskan peristiwa yang terjadi bukanlah kebakaran besar di area stockpile sebagaimana yang berkembang di masyarakat.

Ia mengatakan fenomena pembakaran spontan pada batu bara dapat terjadi dalam kondisi tertentu, terutama ketika suhu udara tinggi dan disertai angin kencang.

“Intinya bukan kebakaran stockpile,” katanya.

Menurut dia, setiap kali ditemukan titik panas selama patroli rutin, penanganan langsung dilakukan dengan penyiraman sesuai prosedur yang berlaku di perusahaan.


3. Penanganan batu bara akan dievaluasi setelah insiden asap

Warga melintas dengan latar belakang PLTU Suralaya di Kota Cilegon, Banten, Rabu (6/12/2023). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Meski membantah terjadi kebakaran stockpile, PLN Nusantara Power mengakui kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali menimbulkan gangguan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Khoirul mengatakan perusahaan akan melakukan peninjauan ulang terhadap prosedur operasional standar (SOP) penanganan batu bara, terutama saat menghadapi kondisi cuaca panas dan angin kencang.

“Hal-hal seperti ini memang tidak seharusnya terjadi lagi. Dari sisi kami akan dilakukan peninjauan ulang SOP penanganan batu bara, terutama saat kondisi cuaca ekstrem, panas, dan angin kencang,” ujarnya.

Saat ini, perusahaan juga sedang mengkaji metode penanganan batu bara yang lebih efektif di area stockpile guna meminimalkan kejadian serupa pada masa mendatang.

“Kami sedang mengupayakan perbaikan SOP dan metode penanganan yang lebih tepat agar tidak ada lagi hal-hal seperti ini yang dapat mengganggu lingkungan, terutama warga sekitar,” kata Khoirul.


Editorial Team

Related Article