Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Merasa Ditipu, Perempuan di Medan Nekat Sandera Pegawai PS Store Pakai Parang

Merasa Ditipu, Perempuan di Medan Nekat Sandera Pegawai PS Store Pakai Parang
Perempuan di Medan sandera pegawai PS Store pakai parang (dok.PS Store Medan)
Intinya Sih
  • Seorang perempuan berinisial AP (28) melakukan penyanderaan di PS Store Medan dengan parang sambil menuduh pegawai toko menipunya dan menuntut pengembalian uang.
  • Aksi berlangsung tegang hingga satpam berhasil melumpuhkan pelaku dan menyelamatkan pegawai yang disandera sebelum polisi membawa AP untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Dalam interogasi, AP mengaku nekat karena merasa tertipu promo iPhone murah di TikTok, telah mentransfer total Rp10 juta namun ponsel tak kunjung diterima.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Seorang perempuan berinisial AP (28 tahun) melakukan aksi nekat di salah satu toko ponsel PS Store Medan, Jumat (17/4/2026). Dengan membawa senjata tajam jenis parang, ia mengancam dan menyandera pegawai PS Store sembari berteriak "Penipu! Kembalikan uang aku!".

Aksi ini sontak membuat geger para pegawai toko ponsel dan pengunjung yang berbelanja. Mereka berlarian, takut jika pelaku AP nekat melukai mereka dan pegawai yang disandera

1. Pelaku datang ke PS Store pura-pura bertanya harga ponsel yang dijual

Videoshot_20260419_135647.jpg
Pelaku datang ke PS Store terekam CCTV (Dok. PS Store Medan)

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan membenarkan insiden ini. Pelaku AP disebutnya sudah diamankan pihaknya.

"Peristiwa terjadi pada hari Jumat tanggal 17 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Sisingamangaraja tepatnya di Toko Ponsel PS Store Kelurahan Teladan Barat Kecamatan Medan Kota," kata Poltak, Minggu (19/4/2026).

Pelaku yang ditangkap berinisial AP merupakan warga yang tinggal di Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Medan Marelan. Perempuan berjilbab itu mulanya datang ke toko ponsel PS Store sambil memanggul ranselnya berwarna coklat.

"Korbannya bernama Adela Nurhamdah 26 tahun, pegawai toko ponsel PS Store. Pelaku datang ke toko PS Tore dan berkomunikasi dengan korban menanyakan masalah harga HP," lanjutnya.

2. Keluarkan parang dari ransel, pelaku sandera pegawai PS Store

Videoshot_20260419_135703.jpg
Detik-detik pelaku keluarkan parang dari ranselnya (dok. PS Store)

Situasi mulanya tampak normal layaknya pelanggan yang sedang bertanya-tanya soal ponsel kepada pegawai. Namun, suasana mendadak mencekam kala tersangka AP nekat melakukan penyanderaan menggunakan senjata tajam.

"Selang berapa menit di depan toko ada keributan. Di situlah pelaku langsung mengambil parang yang telah di simpan di dalam tas dan langsung mengancam korban dengan berkata 'penipu kalian semua. Kembalikan uang aku!'," rinci Poltak.

Sejumlah pengunjung dan pegawai PS Store takut dan coba menjauh. Melihat kepanikan yang terjadi, satpam toko bertindak cekatan dan langsung mengamankan tersangka AP. Pegawai PS Store yang disandera pun berhasil diselamatkan.

"Security lalu menghubungi personil Polsek Medan Kota. Pelaku kemudian dibawa ke polsek Medan Kota guna pemeriksaan lebih lanjut dan kita mintai keterangan," bebernya.

3. Pelaku nekat melakukan aksi karena merasa tertipu

Videoshot_20260419_135710.jpg
Perempuan di Medan sandera pegawai PS Store pakai parang (dok.PS Store Medan)

Saat diinterogasi, tersangka AP membenarkan aksinya yang ia lakukan seorang diri. Ia bertindak demikian lantaran merasa tertipu.

"Hasil interogasi dari pelaku bahwasanya pelaku merasa tertipu. Awalnya dia melihat promo dari akun Tiktok PS Store Medan. Ada harga promo Iphone 13 seharga Rp2 juta dan pelaku pun langsung melakukan komunikasi," jelas Poltak.

Tanpa pikir panjang, pelaku AP langsung mentransfer dana sebesar Rp2 juta. Namun alih-alih ia merasa tertipu ketika orang yang dihubunginya kembali meminta uang jaminan.

"Pelaku mengaku dia diminta jaminan lagi sebesar Rp3,5 juta. Pelaku pun mentransfernya. Kemudian dimintai lagi sampai kerugian pelaku mencapai Rp10 juta. Karena merasa kesal HP yang sudah dipesan tidak kunjung datang dan dikirim, pelaku pun datang ke toko untuk meminta balik uang yang telah dikirimnya dan langsung melakukan pengancaman," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More