Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Panic Buying Dampak Perang, Pemerintah Harus Cepat Kendalikan Informasi

Panic Buying Dampak Perang, Pemerintah Harus Cepat Kendalikan Informasi
Ilustrasi antrean panjang di SPBU Kota Medan (Foto: Junaidin Zai)
Intinya Sih
  • Isu kelangkaan BBM akibat konflik Iran–AS bikin warga panik dan melakukan pembelian berlebihan di berbagai daerah, termasuk Medan dan Aceh.
  • Panic buying dipicu efek ikut-ikutan di media sosial yang bisa ganggu distribusi BBM meski pasokan sebenarnya masih aman.
  • Pemerintah diminta cepat beri informasi jelas, sementara masyarakat perlu tingkatkan literasi media agar tak mudah termakan isu hoaks.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times- Isu potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikaitkan dengan memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat mulai memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Informasi yang beredar luas di media sosial membuat sebagian warga panik dan memilih membeli BBM secara berlebihan karena takut terjadi kekosongan pasokan. Hal ini terjadi di banyak daerah termasuk Medan, Sumatra Utara dan Aceh.

Fenomena tersebut mendapat sorotan dari Dosen Ilmu Komunikasi, Dr Arianda Tanjung yang menilai kepanikan publik merupakan dampak dari penyebaran informasi yang tidak terkelola dengan baik di ruang publik digital.

Menurut Arianda, dalam perspektif ilmu komunikasi, persepsi ancaman dapat terbentuk ketika informasi yang belum tentu terverifikasi menyebar secara cepat, terutama melalui media sosial. Kondisi ini membuat masyarakat bereaksi secara emosional tanpa memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Ketika masyarakat menerima informasi yang belum tentu benar, apalagi dalam jumlah besar dan berulang di media sosial, maka akan terbentuk persepsi ancaman. Dari situ publik bisa bereaksi secara emosional dan tidak rasional,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

1. Panic buying bisa ganggu distribusi BBM

Solar Habis di Beberapa SPBU di Medan (IDN Times/Prayugo Utomo)
Solar Habis di Beberapa SPBU di Medan (IDN Times/Prayugo Utomo)

Ia menjelaskan, kepanikan yang terjadi juga dipengaruhi oleh fenomena bandwagon effect atau efek ikut-ikutan. Ketika masyarakat melihat antrean panjang di SPBU atau unggahan orang lain yang membeli BBM dalam jumlah besar, mereka terdorong melakukan hal yang sama karena takut kehabisan.

“Dalam komunikasi massa, ini dikenal sebagai bandwagon effect. Ketika seseorang melihat orang lain membeli secara berlebihan, ia merasa harus melakukan hal yang sama agar tidak tertinggal atau tidak kehabisan,” jelasnya.

Arianda menilai perilaku tersebut justru berpotensi menciptakan kelangkaan semu. Lonjakan permintaan yang tidak wajar dapat mengganggu distribusi BBM yang sebenarnya masih berada dalam kondisi terkendali.

“Jika panic buying terjadi secara masif, distribusi BBM bisa terganggu. Padahal secara pasokan mungkin masih cukup, tetapi karena permintaan melonjak drastis, akhirnya terlihat seolah-olah terjadi kelangkaan,” katanya.

2. Publik perlu informasi yang jelas dari pemerintah soal dampak perang Iran-Israel

biaya jalan tol dan BBM Jakarta Semarang
SPBU (unsplash.com/Hanindito Prabandaru)

Selain berdampak pada distribusi, kondisi tersebut juga berpotensi memicu masalah sosial di lapangan. Antrean panjang di SPBU dapat memicu ketegangan bahkan konflik antarwarga yang sama-sama khawatir tidak mendapatkan BBM.

Karena itu, Arianda menekankan pentingnya komunikasi krisis yang cepat, transparan, dan konsisten dari pemerintah maupun lembaga terkait agar isu yang berkembang tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Dalam situasi global yang sensitif seperti konflik Iran–AS, publik membutuhkan informasi yang jelas dan kredibel dari pemerintah. Jika tidak, rumor bisa lebih cepat menyebar dibandingkan fakta,” ungkapnya.

3. Masyarakat juga harus menyaring informasi di media sosial

Salah satu SPBU di kota Medan, pada Kamis (5/3/2026) malam. Puluhan sepeda motor berbaris panjang hingga melewati pintu masuk. (Foto: Junaidin Zai)
Salah satu SPBU di kota Medan, pada Kamis (5/3/2026) malam. Puluhan sepeda motor berbaris panjang hingga melewati pintu masuk. (Foto: Junaidin Zai)

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, literasi media menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.

“Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum bereaksi. Dengan begitu, kepanikan yang tidak perlu dapat dihindari dan situasi tetap kondusif,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More