Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

MoU RS Internasional Diteken, Sumut Bidik ‘Kebocoran’ Pasien

MoU RS Internasional Diteken, Sumut Bidik ‘Kebocoran’ Pasien
ilustrasi rumah sakit, nakes, perawat, dokter (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menandatangani MoU dengan PT Murni Sadar Tbk dan PT Dhirga Surya Sumatera Utara untuk membangun rumah sakit bertaraf internasional di Medan.
  • Langkah ini bertujuan menekan arus warga yang berobat ke luar negeri serta mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas layanan dan tenaga kesehatan lokal.
  • MoU berlaku enam bulan sebagai tahap awal menuju kerja sama konkret, dengan fokus pada penguatan SDM medis, teknologi, dan kolaborasi internasional demi layanan kesehatan berstandar global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai memacu rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional dengan menggandeng PT Murni Sadar Tbk (RS Murni Teguh). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Dhirga Surya Sumatera Utara, yang diarahkan untuk menghadirkan layanan kesehatan berstandar global sekaligus menekan tingginya angka masyarakat berobat ke luar negeri.

Penandatanganan berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (19/6/2026), oleh Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara Ari Wibowo dan Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk Mutiara, disaksikan jajaran Pemprov Sumut.

1. MoU jadi pintu awal menuju proyek RS internasional

ilustrasi rumah sakit
ilustrasi rumah sakit (pexels.com/Pixabay)

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung menyebut kesepakatan ini baru tahap awal sebelum masuk ke kerja sama yang lebih konkret.

“Nota kesepahaman ini berlaku selama enam bulan sebagai tahap awal menuju Perjanjian Kerja Sama (PKS). Karena itu diperlukan keseriusan seluruh pihak untuk menyusun peta jalan yang jelas hingga terwujudnya kerja sama yang konkret,” ujarnya.

Ia menegaskan, rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional tersebut bukan keputusan instan. Berbagai kajian telah dilakukan sebelumnya, sehingga proyek ini diharapkan bisa segera bergerak ke tahap implementasi.

2. Soroti arus pasien ke luar negeri, jadi peluang ekonomi

Ilustrasi rumah sakit
Ilustrasi rumah sakit (pexels.com/@zeoxs)

Pemprov Sumut melihat tingginya mobilitas warga yang berobat ke luar negeri sebagai potensi yang belum tergarap optimal.

“Setiap hari enam sampai sembilan penerbangan dari Sumatera Utara ke negara tetangga untuk tujuan pemeriksaan kesehatan maupun pengobatan. Kenapa pasar ini tidak kita kelola sendiri sehingga uang masyarakat tidak mengalir ke luar negeri. Namun potensi ini perlu dibarengi peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi keluar negeri untuk mendapatkan pelayanan yang setara,” katanya.

Untuk menjawab tantangan itu, Pemprov Sumut juga mendorong peningkatan kualitas tenaga kesehatan melalui berbagai pelatihan dan membuka peluang pengadaan alat kesehatan, termasuk lewat skema kerja sama operasional (KSO).

3. Target 6 bulan tembus kerja sama konkret, fokus SDM dan layanan

Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)

Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara Ari Wibowo menyatakan pihaknya siap mempercepat seluruh tahapan agar proyek segera masuk fase kerja sama lanjutan.

“Kami menyambut gembira kerja sama ini. Harapan kami, dalam enam bulan ke depan seluruh persyaratan, kajian, dan administrasi yang diperlukan dapat diselesaikan sehingga dapat segera ditingkatkan menjadi Perjanjian Kerja Sama,” ujarnya.

Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk Mutiara menambahkan, penguatan tenaga medis dan kolaborasi internasional menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini.

“Tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Sumatera Utara. Kami berharap dalam waktu enam bulan seluruh tahapan perencanaan dapat diwujudkan dan dilanjutkan ke tahap kerja sama yang lebih konkret,” katanya.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri. Melalui penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan kolaborasi yang baik, cita-cita ini bisa kita wujudkan,” imbuhnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More