Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Medan Dikepung Banjir, 617 Warga Mengungsi di 10 Titik
Suasana masarakat saat melakukan evakuasi di masjid (Dok. Suriono, Sekretaris BPBD Medan)
  • Banjir di Kota Medan pada 29 Oktober 2026 memaksa 617 warga mengungsi ke 10 titik penampungan; BPBD melaporkan tidak ada korban luka dan distribusi logistik tetap aman.

  • Pengungsi mencakup 44 balita, 189 anak, 295 dewasa, 90 lansia, dan satu penyandang disabilitas; dampak terparah terjadi di Medan Johor dan Medan Maimun.

  • BPBD mengimbau warga memantau informasi cuaca resmi serta menyiapkan tas tanggap bencana berisi dokumen penting dan obat-obatan untuk mempercepat evakuasi mandiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
29/10/2026

Banjir melanda Kota Medan dan membuat 617 warga mengungsi di 10 titik penampungan. BPBD menyatakan tidak ada korban luka dan akses distribusi logistik tetap aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Banjir di Kota Medan menyebabkan 617 warga mengungsi ke 10 titik penampungan. BPBD melaporkan tidak ada warga terluka dan distribusi logistik masih dapat dijangkau petugas.
  • Who?
    617 pengungsi terdiri atas 44 balita, 189 anak-anak, 295 dewasa, 90 lansia, dan satu penyandang disabilitas. BPBD Kota Medan melakukan evakuasi dan penyaluran nasi tanggap bencana.
  • Where?
    Wilayah terdampak berada di Kota Medan, terutama Kecamatan Medan Johor dan Medan Maimun, disusul Medan Helvetia serta Medan Tuntungan. Pengungsi ditempatkan di 10 titik penampungan.
  • When?
    Banjir melanda Kota Medan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Penanganan evakuasi dan distribusi logistik masih berlangsung saat informasi ini disampaikan.
  • Why?
    Warga mengungsi akibat banjir dengan ketinggian air mencapai 100–150 sentimeter di wilayah terdampak paling parah, terutama Medan Johor dan Medan Maimun.
  • How?
    BPBD mengevakuasi 36 warga, menyalurkan nasi tanggap bencana, dan mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca serta arahan petugas. Warga juga diminta menyiapkan tas berisi dokumen penting dan obat-obatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banjir datang ke Kota Medan. Sebanyak 617 orang pindah ke 10 tempat aman. Ada bayi kecil, anak-anak, orang dewasa, dan kakek nenek. Air paling tinggi ada di Medan Johor dan Medan Maimun. BPBD bilang belum ada yang luka. Petugas masih membawa makanan, dan warga diminta tetap hati-hati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah banjir yang memaksa ratusan warga mengungsi, penanganan di Medan menunjukkan unsur perlindungan yang tetap berjalan: belum ada korban luka, logistik dapat dijangkau petugas, dan evakuasi telah dilakukan. Penekanan BPBD pada informasi cuaca serta kesiapan dokumen pribadi juga memperkuat kemampuan warga menghadapi situasi darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Banjir yang melanda Kota Medan pada Kamis, (29/10/2026), menyebabkan 617 warga harus mengungsi di 10 titik penampungan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan memastikan tidak ada korban luka dan akses distribusi logistik masih aman.

Sekretaris BPBD Kota Medan, Suriono, mengatakan fokus penanganan saat ini adalah evakuasi warga terdampak dan pendistribusian nasi tanggap bencana.

"Saat ini belum ada ditemukan warga yang terluka. Dan akses distribusi logistik masih aman dan dapat dijangkau petugas," ujar Suriono pada IDN Times.

1. Ada 44 balita yang ikut mengungsi

Suasana masarakat saat melakukan evakuasi di masjid (Dok. Suriono, Sekretaris BPBD Medan)

Total pengungsi terdiri dari 44 balita, 189 anak-anak, 295 dewasa, 90 lansia, dan 1 penyandang disabilitas. Sebanyak 36 warga telah berhasil dievakuasi.

Wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Medan Johor (332 jiwa) dan Medan Maimun (229 jiwa) dengan ketinggian air mencapai 100-150 Cm, disusul Medan Helvetia (31 jiwa) dan Medan Tuntungan (25 jiwa).

2. Masyarakat diminta tetap waspada

Suasana masarakat saat melakukan evakuasi di masjid (Dok. Suriono, Sekretaris BPBD Medan)

Di tengah penanganan, BPBD memberikan imbauan mitigasi agar warga lebih siap menghadapi kemungkinan banjir susulan.

Masyarakat diminta tetap waspada dan aktif memantau informasi cuaca melalui media sosial resmi serta arahan dari aparat dan petugas pemerintah.

3. Pentingnya kesiapsiagaan sejak dini dengan menyiapkan tas tanggap bencana

Suasana masarakat saat melakukan evakuasi di masjid (Dok. Suriono, Sekretaris BPBD Medan)

Suriono juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini dengan menyiapkan tas tanggap bencana.

"Engak, tas pribadi yang berisi dokumen artinya dokumen penting sudah di kumpulkan dalam 1 tas atau wadah. Bukan bpbd yang menyimpan tapi masing-masing orang. Sehingga, pada saat banjir besar datang tinggal di bawa," katanya.

Menurutnya, tas tersebut berisi dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, surat tanah, ijazah, serta obat-obatan yang dibutuhkan. Dengan disiapkan sejak dini, warga dapat melakukan evakuasi mandiri dengan cepat tanpa harus kembali mencari dokumen saat air mulai naik.

Editorial Team

Related Article