- Aceh 22 orang
- Sumatra Utara (Sumut) 21 orang
- Riau 9 orang
- Sumatra Barat (Sumbar) 3 orang
- Jambi 3 orang
- Sumatra Selatan (Sumsel) 2 orang
- Bengkulu 1 orang
- Lampung 3 orang
- Jawa Barat (Jabar) 6 orang
- Jogyakarta 2 orang
- Jawa Tengah (Jateng) 5 orang
- Jawa Timur (Jatim) 23 orang
- Kalimantan Barat (Kalbar) 5 orang
- NTB 8 orang
- Nusa Tenggara Timur (NTT) 1 orang
Malaysia Deportasi 114 PMI Via Riau, Ada yang Hamil dan Gangguan Jiwa

Dumai, IDN Times - Malaysia kembali deportasi ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah. Para PMI bermasalah itu, dipulangkan melalui perjalanan laut menggunakan Kapal Indomal Dynasty dan tiba di Pelabuhan Internasional Kota Dumai, Provinsi Riau.
Kepala BP3MI Provinsi Riau Fanny Wahyu Kurniawan menerangkan, total PMI bermasalah itu berjumlah 114 orang. Setibanya di Pelabuhan Internasional Kota Dumai, ratusan PMI tersebut langsung menjalani pemeriksaan dokumen oleh petugas Imigrasi.
"Selain pemeriksaan dokumen, mereka juga dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan Internasional Kota Dumai," ucap Fanny, Minggu (1/3/2026).
Setelah proses pemeriksaan di pelabuhan, seluruh PMI tersebut dibawa ke Rumah Ramah Pekerja Migran Indonesia di P4MI Kota Dumai untuk pendataan lanjutan, pelayanan dan fasilitasi kepulangan ke daerah masing-masing.
1. Ada yang hamil, sakit dan gangguan jiwa

Dari pemeriksaan kesehatan, dilanjutkannya, ditemukan sejumlah orang yang membutuhkan perhatian khusus. Mereka adalah wanita hamil, sakit TBC, hernia, hingga mengalami gangguan mental.
“Dari hasil pemeriksaan, ada beberapa PMI yang membutuhkan perhatian khusus. Satu orang dalam kondisi hamil enam bulan, satu orang mengalami gangguan jiwa, satu menderita TBC dan satu lainnya sakit hernia," lanjut Fanny.
Meskipun begitu, Fanny mengklaim situasi dan kondisi 114 PMI yang bermasalah itu, dalam keadaan stabil dan ditangani sesuai dengan prosedur.
2. Yang sakit TBC dan gangguan jiwa dipisahkan dengan PMI lainnya

Fanny menerangkan, untuk PMI yang menderita sakit TBC dan gangguan jiwa, dipisahkan dengan PMI lainnya. Adapun tujuannya, untuk mencegah potensi penularan TBC dan mendapat pendampingan psikologi sebelum dipulangkan didaerah asalnya.
"Itu yang sakit TBC berasal dari Jambi. Sedangkan yang mengalami gangguan jiwa, dia berasal dari Aceh Tambang," terang Fanny.
"Untuk yang hamil berasal dari Sumut (Sumatra Utara) dan yang sakit hernia berasal dari NTB (Nusa Tenggara Barat). Keduanya dinyatakan dalam kondisi sehat, tidak memiliki keluhan serius dan stabil. Sehingga mereka bisa melanjutkan proses pemulangan," sambungnya.
3. Terdiri dari 71 laki-laki dan 43 perempuan, ini asal daerahnya

Berdasarkan data yang diterima IDN Times, 114 PMI itu diantaranya terdiri dari 71 laki-laki dan 43 perempuan. Berikut ini daerah asal PMI yang di deportasi Malaysia tersebut.
Fanny menambahkan, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal.
"Kasus deportasi seperti ini menjadi pengingat bahwa bekerja ke luar negeri harus melalui prosedur resmi. Risiko bekerja secara unprosedural sangat besar, mulai dari persoalan hukum, kesehatan, hingga keselamatan," pungkasnya mengingatkan.


















