Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Riau Peringkat 2 Nasional Kebakaran Hutan, 15.608,37 Hektare Hangus
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat memantau Karhutla yang terjadi di Kabupaten Rohul (IDN Times/ dok KemenLHK)

Pekanbaru, IDN Times - Provinsi Riau kembali menjadi sorotan pemerintah pusat dalam hal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dimana, Provinsi Riau masuk dalam daftar prioritas penanganan Karhutla, dikarenakan tingginya luasan wilayah yang terbakar.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), periode Januari hingga 9 Agustus 2026, luasan Karhutla yang terjadi di Bumi Lancang Kuning mencapai 15.608,37 hektar. Angka ini menjadikan Provinsi Riau diperingkat kedua dalam hal wilayah terdampak Karhutla setelah Provinsi Kalimantan Barat yang Karhutlanya seluas 28.680,47 hektar. 

Demikian dikatakan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan peningkatkan eskalasi Karhutla.

"Riau menjadi provinsi yang mendapat perhatian khusus pemerintah dalam upaya mengantisipasi dan menangani peningkatan eskalasi Karhutla," katanya, Rabu (11/8/2026).

Adapun Karhutla di Provinsi Riau itu, terjadi didalam kawasan hutan maupun kawasan nonhutan.

"Besarnya luasan Karhutla di Riau menjadi perhatian serius, terlebih sebagian wilayah provinsi ini memiliki karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan ketika api telah masuk ke lapisan bawah permukaan tanah," lanjut Kepala BNPB itu.

Dengan luasan Karhutla yang terjadi di Provinsi Riau itu, BNPB mengingatkan bahwa ancaman Karhutla masih membutuhkan perhatian serius, terutama di tengah potensi kebakaran yang dapat meluas dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

1. Ini 10 provinsi yang masuk dalam daftar prioritas penanganan Karhutla

Logo BNPB (twitter BNPB)

Berdasarkan data, BNPB mencatat 10 provinsi yang masuk dalam daftar prioritas penanganan Karhutla. Berikut ini daftarnya.

  • Kalimantan Barat

  • Riau

  • Nusa Tenggara Timur

  • Maluku

  • Papua Selatan

  • Nusa Tenggara Barat

  • Kepulauan Riau

  • Lampung

  • Aceh

  • Kalimantan Tengah

Dengan telah ditetapkannya 10 provinsi yang diprioritaskan itu, Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyebut, kondisi tersebut membutuhkan penanganan terpadu dan kesiapsiagaan seluruh pihak. Terutama dalam menghadapi potensi peningkatan eskalasi kebakaran.

"Ini menjadi perhatian kita bersama untuk melakukan penanganan peningkatan eskalasi Karhutla," sebutnya.

2. Status siaga darurat, Bengkalis menjadi kabupaten yang terluas terjadi Karhutla

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memimpin apel kesiapsiagaan penanganan Karhutla di Mapolda Riau (IDN Times/ dok Polda Riau)

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, pihaknya telah menetapkan status siaga darurat Karhutla melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.102/II/2026. Status tersebut berlaku sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.

"Sebanyak 11 kabupaten dan kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat serupa di wilayah masing-masing," kata SF Hariyanto.

Dilanjutkannya, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 8.272,90 hektar. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pelalawan dengan 4.629,39 hektar dan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) seluas 854,26 hektar.

Sementara itu, luas lahan terbakar di Kota Dumai mencapai 553,01 hektar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) 452,53 hektar, Siak 300,62 hektar, Kepulauan Meranti 202,36 hektar dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 123,62 hektar.

Karhutla juga tercatat terjadi di Kabupaten Kampar seluas 85,27 hektar, Kuantan Singingi (Kuansing) 57,95 hektar, Kota Pekanbaru 47,29 hektar, dan terakhir Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) 29,16 hektar.

3. Siapkan 17.764 personel

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat mengecek persiapan personel dalam penanganan Karhutla (IDN Times/ dok Polda Riau)

Untuk menghadapi peningkatan eskalasi Karhutla, SF Hariyanto menyatakan, pihaknya telah menyiagakan kekuatan personel dalam jumlah besar. Setidaknya ada 17.764 personel disiapkan untuk mendukung upaya pencegahan hingga penanggulangan kebakaran.

"Penanganan Karhutla di Provinsi Riau berjalan dengan baik karena didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu, potensi personel penanggulangan Karhutla yang kami siagakan mencapai 17.764 orang," sebut SF Hariyanto.

Selain itu, upaya pencegahan juga terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan sosialisasi larangan membakar lahan sekaligus mendorong masyarakat menerapkan metode pembukaan lahan tanpa bakar.

"Pemantauan titik panas juga dilakukan setiap hari, disertai patroli rutin dan pemeriksaan langsung ke lapangan atau groundcheck," ujar SF Hariyanto.

Tak hanya mengandalkan personel, pemerintah turut memperkuat dukungan peralatan. Alat berat ditambah untuk membantu pembersihan kanal serta pembangunan embung sebagai sumber air ketika proses pemadaman berlangsung.

"Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dunia usaha dalam upaya pencegahan serta pemadaman Karhutla, baik melalui jalur darat maupun udara," pungkas SF Hariyanto.

Editorial Team

Related Article