Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Mirhamuddin Menghafal Al Quran Dari Balik Jeruji
Kisah Mirhamuddin Menghafal Al Quran (Dok. Kemenag Sumut)
  • Kegiatan bimbingan rohani di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi digelar untuk memperkuat mental dan spiritual warga binaan melalui tausyiah serta pembinaan keagamaan yang penuh suasana kekeluargaan.
  • Mirhamuddin Saragih, salah satu warga binaan, menunjukkan perubahan positif dengan tekun belajar agama hingga dipercaya menjadi imam masjid lapas dan berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an.
  • Penyuluh Agama Islam Sarwedi Gultom berharap pembinaan rohani dapat menumbuhkan kesadaran spiritual agar para warga binaan mampu memperbaiki diri dan menjalani kehidupan lebih baik setelah bebas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
11 Maret 2026

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sei Bamban, Sarwedi Gultom, mengadakan bimbingan rohani di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Dalam kegiatan itu, ia memberikan pembinaan spiritual kepada warga binaan termasuk Mirhamuddin Saragih dan menyerahkan hadiah sebagai apresiasi atas kesungguhannya mendalami ajaran Islam.

kini

Mirhamuddin Saragih dipercaya menjadi imam di masjid Lapas Kelas II B Tebing Tinggi dan telah menghafal Juz 30 Al-Qur’an. Perubahan positifnya menjadi inspirasi bagi warga binaan lain untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki diri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kegiatan bimbingan rohani dilaksanakan di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi, menampilkan kisah perubahan seorang warga binaan bernama Mirhamuddin Saragih yang berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an dan menjadi imam masjid lapas.
  • Who?
    Kegiatan dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sei Bamban, Sarwedi Gultom, dengan peserta para warga binaan termasuk Mirhamuddin Saragih yang menunjukkan kemajuan spiritual selama masa pembinaan.
  • Where?
    Bimbingan rohani berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
  • When?
    Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026, dalam suasana penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan doa bersama.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan memperkuat keimanan serta membina mental dan spiritual warga binaan agar memiliki semangat memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman.
  • How?
    Pembinaan dilakukan melalui tausyiah, bimbingan agama, serta pemberian apresiasi kepada warga binaan berprestasi seperti Mirhamuddin yang tekun belajar dan menunjukkan perubahan positif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang namanya Mirhamuddin yang dulu tinggal di penjara. Di sana dia belajar agama sama Pak Sarwedi yang suka kasih nasihat baik. Mirhamuddin rajin banget belajar baca Al-Qur’an sampai bisa hafal Juz 30. Sekarang dia jadi imam di masjid penjara dan semua orang senang karena dia berubah jadi lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kisah Mirhamuddin di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi menampilkan kekuatan pembinaan rohani dalam menumbuhkan perubahan diri yang tulus. Dari ruang pembinaan yang sederhana, lahir semangat baru untuk memperdalam nilai-nilai Islam hingga ia dipercaya menjadi imam dan hafal Juz 30, mencerminkan bahwa ketekunan dan bimbingan penuh kasih mampu menumbuhkan harapan serta makna hidup yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Suasana haru terasa dalam bimbingan rohani yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sarwedi Gultom, saat memberikan pembinaan spiritual kepada para warga binaan yang mengikuti kegiatan keagamaan di Lapas Kelas II B Kota Tebing Tinggi, pada Rabu (11/3/2026) kemarin.

Kegiatan ini bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan agar tetap memiliki semangat memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tausyiah dan bimbingan keagamaan yang disampaikan dalam suasana penuh kekeluargaan.

1. Justru di dalam lapas dirinya mulai mengenal dan mendalami nilai-nilai Islam

Ilustrasi imam masjid (pexels.com/Ahmet Polat)

Dalam kesempatan tersebut, Sarwedi Gultom memberikan perhatian khusus kepada salah seorang warga binaan bernama Mirhamuddin Saragih. Ia memberikan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan Mirhamuddin dalam mendalami ajaran Islam selama menjalani masa pembinaan di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi.

Dengan tutur kata yang tulus dan polos, Mirhamuddin Saragih mengungkapkan bahwa justru di dalam lapas, dirinya mulai mengenal dan mendalami nilai-nilai Islam dengan lebih serius. Ia mengaku banyak belajar memperbaiki ibadah serta memahami ajaran agama yang sebelumnya belum begitu ia dalami.

“Di sinilah saya mulai benar-benar belajar agama. Saya belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki ibadah, dan memahami arti kehidupan,” ungkap Mirhamuddin di hadapan para peserta bimbingan rohani.

2. Kini dipercaya menjadi imam di masjid Lapas

Kisah Mirhamuddin Menghafal Al Quran (Dok. Kemenag Sumut)

Kesungguhan Mirhamuddin tidak berhenti sampai di situ. Berkat ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, ia kini dipercaya menjadi imam di masjid Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Selain itu, ia juga telah berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an, sebuah capaian yang membanggakan bagi dirinya dan juga bagi para pembimbing rohani di lapas tersebut.

Sarwedi Gultom menyampaikan bahwa perubahan positif seperti ini merupakan bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Ia berharap kisah Mirhamuddin dapat menjadi inspirasi bagi warga binaan lainnya untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Diharapkan para warga binaan dapat terus memperkuat keimanan

Ilustrasi imam masjid (pexels.com/Alena Darmel)

Menurutnya, pembinaan rohani memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kesadaran spiritual para warga binaan. Melalui pendekatan keagamaan, diharapkan mereka mampu menemukan kembali makna hidup serta memiliki tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Pemberian hadiah sederhana kepada Mirhamuddin Saragih menjadi simbol penghargaan atas perjuangan dan perubahan yang telah ia lakukan. Momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap usaha menuju kebaikan selalu layak untuk diapresiasi.

Kegiatan bimbingan rohani yang berlangsung di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi itu pun ditutup dengan doa bersama. Harapannya, para warga binaan dapat terus memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga untuk menata masa depan yang lebih baik.

Editorial Team