Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)
Menurut dr Yuliati, pada Selasa (14/7/2026), suaminya baru saja pulang dari rumah sakit setelah menyelesaikan operasi. Sesampainya di rumah, mereka masih sempat makan bersama dan berbincang sekitar 20 menit.
Lalu pada pukul 17.35 WIB, korbanberpamitan kembali ke RSUD Siak untuk melakukan kegiatan freepop, yakni memeriksa pasien yang dijadwalkan akan menjalani operasi keesokan harinya.
"Beliau bilang paling lama dua jam. Saya cuma bilang hati-hati. Dia jawab, 'ya sudah, tunggu saja saya di sini'," ucap dr Yuliati menceritakan.
Namun hingga malam hari, sang suami tak kunjung kembali. Pesan WhatsApp yang dikirim istrinya hanya berstatus aktif tanpa balasan. Sementara panggilan telepon juga tidak diangkat.
Kekhawatiran semakin bertambah ketika sekitar pukul 20.00 WIB seorang dokter senior menghubungi dr Yuliati untuk menanyakan keberadaan suaminya, karena ada pasien yang harus segera dioperasi.
Merasa ada yang tidak beres, ia langsung menuju ke rumah sakit dan mencari suaminya ke berbagai ruangan, sambil terus mencoba menghubungi nomor telepon suaminya.
"Biasanya suami saya kalau ditelepon pasti angkat, karena dia selalu memakai headset. Sesibuk apa pun beliau pasti menjawab," ujarnya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, telepon genggam sudah tidak aktif. Karena panik, dr Yuliati meminta bantuan petugas keamanan untuk membuka rekaman CCTV rumah sakit. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban memang memasuki kawasan rumah sakit sekitar pukul 17.46 WIB.
"Di CCTV terlihat suami saya masuk area rumah sakit masih memakai seluruh atributnya. Masih memakai jas dokter, tas sandang, headset, semuanya masih lengkap," sebutnya.
Namun setelah rekaman tersebut, petugas CCTV menyampaikan bahwa kamera di jalur berikutnya tidak berfungsi.
"Tapi setelah itu tidak ada CCTV lanjutan. Kata petugas CCTV, di daerah situ mati," ungkap dr Yuliati.
Tak lama kemudian, seorang dokter pembimbing datang dan meminta petugas keamanan mencari dr Alex di salah satu gedung rumah sakit.
"Beliau bilang, 'pergilah cari ke gedung sana, ketiduran dia itu'. Tapi saya bilang rasanya tidak mungkin karena dari rumah beliau tidak mengeluh mengantuk," ujarnya lagi.
Di tengah pencarian, adik korban mengirimkan titik lokasi terakhir telepon seluler korban yang hanya berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari rumah sakit.
"Saya langsung lari ke lokasi itu. Tapi karena daerahnya semak-semak seperti hutan, saya tidak berani masuk sendirian," ucapnya.
Setelah kembali ke rumah sakit dan meminta bantuan, dua petugas keamanan dikirim menuju lokasi tersebut. Sementara itu, dr Yuliati kembali memeriksa rekaman CCTV.
Pada pemeriksaan kedua, ia menemukan rekaman lain yang memperlihatkan suaminya keluar dari area rumah sakit sekitar pukul 18.03 WIB.
"Di jam 18.03 WIB suami saya ada keluar, tapi tanpa jas dokter lagi. Tasnya masih disandang. Beliau berjalan menuju gerbang keluar, belok ke kiri, lalu setelah itu CCTV tidak ada lagi," terangnya.
Saat itu dr Yuliati kembali mempertanyakan keberadaan kamera pengawas lain yang mengarah ke jalur tersebut.
"Saya tanya sama satpam, 'ada lagi gak CCTV yang mengarah ke sana'. Satpam bilang, 'gak ada buk, CCTV kita cuma sampai di sini saja. Yang lainnya mati karena sedang perbaikan'," tutur dr Yuliati.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling disoroti keluarga karena jalur yang dilalui dr Alex setelah keluar rumah sakit tidak lagi terekam kamera pengawas.
Pencarian terus dilakukan hingga dini hari. Bersama keluarga, dr Yuliati menyisir lokasi titik terakhir telepon seluler korban sampai hari Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Di sekitar lokasi, terdapat rumah kos milik seorang dokter yang memiliki CCTV menghadap ke jalan. Namun saat itu pemilik rumah belum dapat dihubungi karena sudah larut malam. Paginya sekitar pukul 06.00 WIB, mereka akhirnya mendapat kesempatan memeriksa CCTV milik dokter tersebut. Namun hasilnya kembali mengejutkan.
"Ternyata CCTV-nya mati dari tanggal 13 Juli pukul 12.41 WIB sampai tanggal 14 Juli subuh," kata dr Yuliati.
Ia mengaku sempat mempertanyakan kondisi tersebut kepada pemilik rumah.
"Saya tanya, 'kenapa CCTV-nya mati ya, kok'. Beliau menjawab, 'saya juga tidak tahu, biasanya CCTV saya tidak pernah seperti ini'," kata dr Yuliati.
Karena rekaman itu juga tidak dapat memberikan petunjuk, keluarga kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan pencarian hingga dr Alex ditemukan meninggal dunia diluar tembok tak jauh dari rumah sakit terseburban