Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Jadi Bencana Paling Sering Terjadi di Aceh Sepanjang Agustus
Ilustrasi bencana tanah longsor. IDN Times/Daruwaskita
  • BPBA mencatat 50 bencana di Aceh sepanjang Agustus 2026, didominasi 29 karhutla. Aceh Besar menjadi wilayah terbanyak dengan 24 kejadian, sementara lahan terbakar mencapai sekitar 110,8 hektare.
  • Berbagai bencana berdampak pada 142 kepala keluarga atau 141 jiwa, merusak dan merendam ratusan rumah. Kerugian material ditaksir Rp42,46 miliar, tanpa laporan korban meninggal maupun hilang.
  • BPBA mengimbau warga tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api, segera melaporkan titik api, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla, kebakaran bangunan, angin kencang, dan banjir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 50 kejadian bencana terjadi di wilayah Aceh sepanjang Agustus 2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi jenis bencana yang paling dominan.

Berdasarkan rekapitulasi BPBA, dari 50 kejadian tersebut, sebanyak 29 merupakan karhutla, 13 kebakaran permukiman atau bangunan, 7 angin puting beliung atau cuaca ekstrem, dan 1 kejadian banjir.

Tingginya kejadian karhutla menjadi perhatian karena kondisi cuaca panas dan musim kemarau dapat membuat lahan lebih mudah terbakar serta mempercepat penyebaran api.


1. Aceh Besar catat 24 kejadian bencana

Info Bencana Balikpapan/Afiq

Kabupaten Aceh Besar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak selama Agustus 2026, yakni 24 kejadian. Selanjutnya Kabupaten Aceh Tengah mencatat delapan kejadian.

Kemudian Kabupaten Bener Meriah dan Kota Lhokseumawe masing-masing tiga kejadian, Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Barat Daya masing-masing dua kejadian.

Sementara Kabupaten Pidie Jaya, Kota Sabang, Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Gayo Lues, dan Kabupaten Aceh Selatan masing-masing mencatat satu kejadian.

Untuk karhutla, kebakaran tercatat terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan, dan Kabupaten Gayo Lues.

Total luasan kebun, hutan, atau lahan yang terdampak kebakaran sepanjang Agustus 2026 mencapai sekitar 110,8 hektare.

Selain karhutla, kebakaran permukiman dan bangunan juga terjadi di sejumlah daerah. Salah satu kejadian cukup besar tercatat di Kabupaten Gayo Lues pada 26 Agustus 2026, saat kebakaran melanda kawasan permukiman di Kecamatan Rikit Gaib.

BPBA juga mencatat beberapa kejadian kebakaran yang penyebabnya masih dalam penyelidikan maupun diduga berkaitan dengan faktor teknis, seperti korsleting listrik dan kebocoran minyak.


2. Bencana berdampak pada 142 kepala keluarga

Delapan kelurahan di Kota Tegal rawan terjadi bencana banjir saat musim hujan. IDN Times/Haikal Adithya

Selain kebakaran, tujuh kejadian angin puting beliung atau cuaca ekstrem terjadi selama Agustus 2026. Beberapa di antaranya tercatat di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe dengan dampak berupa kerusakan rumah warga serta pohon tumbang.

Sementara itu, satu kejadian banjir tercatat di Kabupaten Aceh Barat Daya akibat hujan dengan intensitas tinggi. Banjir berdampak pada sejumlah kecamatan dan gampong serta menyebabkan rumah warga terendam.

Secara keseluruhan, berbagai kejadian bencana tersebut berdampak terhadap 142 kepala keluarga atau 141 jiwa.

Kerusakan yang tercatat meliputi 120 unit rumah rusak berat, 5 unit rusak sedang, 11 unit rusak ringan, serta 115 unit rumah terendam.

Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun hilang dalam rekapitulasi kejadian bencana selama Agustus 2026.

Adapun total taksiran kerugian material akibat berbagai kejadian bencana tersebut mencapai sekitar Rp42,46 miliar.


3. BPBA minta masyarakat tingkatkan kewaspadaan

Ilustrasi bencana angin puting beliung. IDN Times/Bagus F

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, mengatakan tingginya kejadian karhutla selama Agustus menjadi perhatian BPBA bersama BPBD kabupaten/kota dan unsur terkait.

Menurutnya, pencegahan harus menjadi langkah utama karena kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Jangan melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, karena pada kondisi cuaca panas dan kering api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujar Bahron.

Ia mengatakan BPBA terus memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, pemadam kebakaran, pemerintah daerah, TNI/Polri, aparat gampong, relawan kebencanaan, dan masyarakat.

Memasuki September 2026, masyarakat diingatkan tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla, kebakaran permukiman, angin kencang, dan banjir.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki peran dalam kesiapsiagaan dan respons, namun partisipasi masyarakat juga sangat menentukan. Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi bencana dan mengikuti imbauan petugas di lapangan,” katanya.

BPBA juga terus memantau perkembangan situasi kebencanaan di seluruh Aceh sebagai bagian dari upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta koordinasi penanganan bencana di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.


Curated For You

Editorial Team

Related Article