Pegawai Lapas kelas III Labuhan Bilik bernama Samuel Alexander Pandiangan yang meninggal dunia akibat insiden kebakaran (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Sementara itu, Maya Angriani selaku kakak kandung Samuel Pandiangan, mengatakan bahwa keluarga telah menerima hasil autopsi adiknya. Mereka kaget setelah menerima informasi dari Rumah Sakit Umum Rantau Prapat bahwa kaki Samuel alami patah tulang.
"Dari kejanggalan-kejanggalan yang kita rangkum, memang besar dugaan kalau insiden ini sudah direncanakan atau memang dibuat sudah tidak sadar dulu, baru rumahnya dibakar. Ya, keluarga menduga ada unsur kesengajaan di balik insiden kebakaran ini. Dari hasil autopsi adikku, tertulis di situ patah kedua kaki kanan dan kiri. Jasadnya sudah enggak utuh, terus kelenjar kacang di tenggorokan yang hilang di bagian atasnya," jelas Maya.
Dikatakannya bahwa Samuel merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya. Besar harapan mereka agar Samuel meniti karir yang bagus sebagai Aparatur Sipil Negara di Lapas Kelas III Labuhan Bilik. Namun semuanya pupus akibat insiden yang janggal.
Melalui Maya, keluarga besar berharap polisi mampu mengungkap fakta secara terang-benderang. Terlebih kasus ini melibatkan tewasnya dua orang abdi negara.
"Sudah dipastikan bukan karena korsleting listrik. Aku dapat info itu dari polisi pada saat orang tua kami di-BAP. Kami ingin tahu, sebenarnya apa yang terjadi. Kami ingin ada keadilan. Karena kan pasti ada pelakunya. Semoga kasus ini terus dikawal, karena kami sebagai keluarga merasa ada orang-orang lain yang terlibat," pungkasnya.