Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Identitas 5 ABK yang Hilang usai Terbakarnya Kapal Nelayan di Belawan
Jenazah ABK korban terbakarnya Kapal Nelayan dievakuasi oleh pihak terkait (dok.Kodaeral I)
  • KM Sumber Indah III meledak dan terbakar di perairan Belawan, menewaskan 3 ABK, 5 hilang, serta 13 lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan lain.
  • Pihak TNI AL dan Basarnas terus melakukan pencarian terhadap 5 ABK yang hilang, sementara jenazah korban meninggal telah dibawa ke rumah duka masing-masing.
  • Kebakaran diduga dipicu ledakan mesin kapal akibat panas berlebih yang memicu tabung gas meledak, membuat para ABK melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Selasa (7/4/2026) lalu tragedi mengerikan terjadi di laut Belawan, Kota Medan. Kapal Mesin (KM) Sumber Indah III yang tengah mengantar nelayan menangkap ikan meledak sampai terbakar hangus di tengah laut.

Akibatnya dari 21 Anak Buah Kapal (ABK) yang menumpangi KM Sumber Indah III, ada 3 dinyatakan meninggal dunia dan 5 orang masih dinyatakan hilang. Sementara 13 sisanya selamat setelah dibantu oleh Kapal Nelayan lain.

1. Ini identitas 5 ABK yang hilang usai tragedi terbakarnya kapal nelayan di perairan Belawan

Jenazah ABK korban terbakarnya Kapal Nelayan dievakuasi oleh pihak terkait (dok.Kodaeral I)

Kadispen Kodaeral 1 Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan membenarkan insiden ini. Pihaknya telah melakukan evakuasi kepada jenazah 3 ABK yang meninggal dunia dan 13 korban selamat. Begitu pula dengan proses pencarian yang masih dilakukan terhadap 5 ABK yang hilang.

"Identitas korban hilang antara lain bernama Aris umur 50 tahun seorang nelayan yang tinggal di Lorong Gereja Bagan Deli Belawan, Roy 40 tahun warga Lorong Gereja Bagan Deli Belawan, kemudian Lubis 50 tahun yang juga merupakan warga Lorong Gereja Bagan Deli Belawan. Lalu ada Ambon 50 tahun yang tinggal di Jalan Young Panah Hijau Medan Marelan, dan terakhir bernama Mr. X," kata Wahyu, Rabu (8/4/2026).

Bukan cuma itu, pihaknya juga telah mengantongi identitas 3 ABK yang dinyatakan meninggal dunia. Ketiganya diduga meninggal karena tenggelam di perairan Belawan.

"Mereka masing-masing bernama Iyan warga Blok 16 Sicanang Belawan, Jahar warga Jalan Young Panah Hijau Medan Marelan, dan Buitin warga Jalan Sebelas Medan Belawan," lanjutnya.

2. Korban meninggal dunia sudah dibawa ke rumah duka masing-masing

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Kepada IDN Times Kadispen Kodaeral 1 menjelaskan bahwa pihaknya terus berpatroli mencari 5 korban yang dinyatakan hilang. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Basarnas Belawan.

"Kita juga berkoordinasi dengan Guskamla I membantu pelaksanaan SAR," jelas Wahyu.

Unsur jaga alur Pat Perling disebutnya juga telah melakukan pencarian di sekitar alur belawan. Sementara bangkai KM Sumber Indah III kini sudah dievakuasi dan ditarik oleh kapal pukat teri menuju Gabion Belawan.

"Untuk 3 korban meninggal dunia telah dibawa ke rumah duka masing-masing," bebernya.

3. Penyebab kebakaran diduga karena mesin kapal meledak

Jenazah ABK korban terbakarnya Kapal Nelayan dievakuasi oleh pihak terkait (dok.Kodaeral I)

Sebelumnya, Kolonel Wahyu telah menjelaskan kronologi terjadinya kebakaran sampai mengakibatkan ledakan besar. Membuat seluruh ABK melompat guna menyelamatkan diri.

"Peristiwa bermula sekitar pukul 02.10 WIB saat seorang ABK mendapati mesin kapal dalam kondisi panas berlebih hingga memerah. Lalu ledakan kembali disusul dari tabung gas. Api dengan ceoat membesar dan melahap sebagian kapal. Para ABK berusaha melompat ke air demi menyelamatkan diri," tutur Wahyu.

Cukup lama para ABK terombang-ambing di laut. Wahyu menjelaskan bahwa sekitar 30 menit kemudian, barulah ada kapal nelayan lain yang berada di sekitar lokasi datang memberikan pertolongan.

"Satu per satu ABK yang terapung di laut berhasil diangkat ke atas kapal penyelamat meskipun ada yang meninggal dunia dan dinyatakan hilang," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team