Elvinus Lusiana Sitanggang, Ibu FP korban keracunan MBG di Berastagi (IDN Times/Indah Permata Sari)
Selain itu pihak RSUP Adam Malik Medan meminta FP untuk tetap menjalani rawat jalan. Dia gak tahu apakah akan ada pemeriksaan lebih lanjut. "Gak tahu pemeriksaan apa lagi, cuma disuruh kontrol tanggal 10 September 2026 ini. Tadi gak ada dikasih obat. Semalam ada dari psikiatri," ungkap Elvinus.
Elvinus, menjelaskan kembali ingatan anak memudar dimulai dari memori yang terdekat yakni keluarga. FP tak mengingat nama adik dan kakaknya. "Itukan yang satu rumah. Itu gak diingatnya namanya," tutur ibu FP.
FP merupakan anak ke 4 dari 6 bersaudara. Pihak keluarga mengatakan hilang ingatan FP, sejak dia keluar dari ICU RS Haji Medan.
Sementara itu pihak RSUP Adam Malik lewat Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, pasien berinisial FP sedang menjalani proses pengobatan rawat jalan, dan sudah kunjungan ketiga. Namun Rosa tidak menjelaskan lebih lanjut soal hasil diagnosa.
"Yang kami terima adalah pasien dengan inisial FP usia 16 tahun. Saat ini sedang menjalani proses pengobatan rawat jalan di RS Adam Malik. Hari ini sudah kunjungan ketiga, kunjungan pertama pasien ini d tanggal 31 Agustus 2026, lalu 6 September dan yang terbaru adalah hari ini 8 September 2026," kata Rossa.
Pasien FP, lanjut Rossa saat ini ditangani oleh dokter spesialis gastro anak, untuk pemeriksaan lanjutan ada dokter neurologi anak, kemudian dokter spesialis psikiatri. "Dan per hari ini pasien sudah menjalani pemeriksaan EEG untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi otak," tambahnya.
Rossa mengatakan Rumah Sakit Adam Malik tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dalam hal penanganan pasien EEG, segala pemeriksaan dan hasil-hasil pemeriksaan tetap kita koordinasi dan laporkan ke Dinkes Provinsi Sumut.
"Supervisi dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, biasanya berkoordinasi langsung dengan dokter penganggungjawab pelayanan yang menaggunghawabi pasien langsung," tuturnya.
Menurut Rossa, kondisi pasien cukup stabil, Sehingga, untuk saat ini yang diperlukan hanya rawat jalan saja. kontrol masih akan terus berlanjut. "Dan sepertinya memang masih dengan jangka waktu yang cukup lama," ucapnya.
Untuk pembiayaan pasien saat ini digunakan dengan BPJS Kesehatan. "Kita juga terima rujukan yaitu menggunakan rujukan BPJS Kesehatan dari RS Efarina Etaham," tutup Rossa.