ilustrasi suku bunga (freepik.com/Freepik)
Di tengah perang dan ketidakpastian ekonomi, emas tetap menjadi safe haven atau alat lindung nilai. Emas memiliki karakteristik sebagai pelindung kekayaan saat terjadi krisis ekonomi dan memburuknya tensi geopolitik.
Menurut Gunawan Benjamin, bagi investor di dalam negeri, emas tetap menjadi alternatif investasi jangka panjang. Meskipun penguatan dolar AS terhadap rupiah belakangan ini membuat dolar memiliki daya tarik, pembelian dolar secara berlebihan justru dapat memperburuk kinerja rupiah.
"Dan sekecil apa pun pembelian dolar AS tetap menjadikan kita berkontribusi terhadap tekanan ekonomi dalam negeri sebagai dampak multiplier dari pelemahan rupiah," jelasnya.
Di saat ketidakpastian ekonomi berlanjut dan eskalasi perang masih berlangsung, koreksi pada harga emas justru dinilai membuat emas semakin menarik untuk diakumulasi.
Kenaikan suku bunga acuan, menurut Gunawan Benjamin, bukan semata-mata menjadi sentimen negatif dalam jangka panjang. Tensi geopolitik yang memburuk membuat nilai uang semakin memudar, baik karena inflasi maupun degradasi kepercayaan terhadap uang kartal. Emas memiliki peran strategis dengan karakteristik universal dan lebih aman saat dihadapkan pada kondisi ekonomi terburuk.
Secara teknikal, Gunawan Benjamin menyebut harga emas memiliki titik support di level 3.980 dolar AS per ons troy. Level ini mengindikasikan bahwa potensi koreksi harga emas saat ini sangat terbatas.