Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Emas Tertekan, Potensi Koreksi Terbatas di 3.980 Dolar AS per Ons Troy
Ilustrasi suku bunga (freepik.com)
  • Harga emas dunia tertekan setelah rekor 2026, namun diperdagangkan sekitar US$4.043 per ons troy dengan potensi koreksi terbatas hingga level support US$3.980.
  • Reli emas sejak 2024 dipicu penurunan suku bunga The Fed dari 5,50% menjadi 3,75% serta ketegangan geopolitik, meski kenaikan minyak memunculkan spekulasi pengetatan lagi.
  • Analis menilai emas tetap aset lindung nilai dan alternatif investasi jangka panjang di tengah perang, inflasi, serta ketidakpastian ekonomi, bahkan ketika kebijakan moneter AS cenderung hawkish.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Februari 2022

The Fed menaikkan suku bunga dari 0,25% ketika perang Rusia-Ukraina pecah.

Juli 2023

Suku bunga The Fed mencapai 5,50%, sementara harga emas bertahan di kisaran 1.960–2.000 dolar AS per ons troy.

2024

Reli harga emas mulai berlangsung, didorong penurunan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik.

Agustus 2024

Suku bunga acuan The Fed mulai turun dari 5,50%, mendorong pergeseran dana investor dari dolar AS ke emas.

2026

Ketegangan geopolitik dan sentimen risk off mendorong harga emas ke level tertinggi.

Belakangan ini

Harga emas tertekan dari posisi puncaknya. Kenaikan harga minyak memicu inflasi dan spekulasi The Fed kembali menaikkan suku bunga.

saat ini

Emas diperdagangkan sekitar 4.043 dolar AS per ons troy, dengan suku bunga The Fed di 3,75%. Titik support emas dinilai berada di 3.980 dolar AS per ons troy sehingga potensi koreksi terbatas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga emas dunia berada dalam tekanan jual setelah mencapai rekor tertinggi pada 2026, namun potensi koreksi dinilai terbatas dengan titik support sekitar 3.980 dolar AS per ons troy.
  • Who?
    Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menilai emas masih mampu bertahan, sementara investor global dan investor dalam negeri menjadi pelaku yang terdampak pergerakan harga serta perubahan suku bunga.
  • Where?
    Pergerakan terjadi di pasar emas dunia; dampaknya juga menjadi perhatian investor di Indonesia, termasuk di Medan.
  • When?
    Tekanan harga berlangsung saat ini setelah reli sejak 2024. Harga emas saat ini diperdagangkan sekitar 4.043 dolar AS per ons troy, setelah sempat mencapai 5.300 dolar AS per ons troy pada 2026.
  • Why?
    Tekanan muncul setelah sentimen geopolitik memudar dan kenaikan harga minyak memicu inflasi serta spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Emas tetap didukung ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolitik.
  • How?
    Penurunan suku bunga The Fed sejak Agustus 2024 mendorong dana beralih dari dolar AS ke emas. Kini harga terkoreksi, tetapi level teknikal 3.980 dolar AS per ons troy dinilai membatasi penurunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga emas sempat naik sangat tinggi, lalu sekarang turun sedikit. Emas kini sekitar 4.043 dolar per ons. Ini terjadi karena orang khawatir soal perang dan ekonomi. Bank Amerika mungkin menaikkan bunga lagi. Tapi Pak Gunawan bilang emas masih bisa jadi tempat aman saat keadaan susah. Harganya diperkirakan tidak turun jauh, mungkin sampai 3.980 dolar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan jual setelah rekor tertinggi, emas masih menunjukkan daya tahan sebagai aset lindung nilai, dengan potensi koreksi yang dinilai terbatas di sekitar 3.980 dolar AS per ons troy. Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi menjaga relevansinya, sementara koreksi harga dapat membuka ruang akumulasi bagi investor jangka panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN TimesHarga emas dunia saat ini berada dalam tekanan jual setelah menyentuh rekor tertinggi pada 2026. Namun analis menilai potensi koreksi lebih lanjut terbatas, seiring peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Dalam 10 tahun terakhir, harga emas dunia menguat signifikan. Dari kisaran 1.168 dolar AS per ons troy, harga sempat menyentuh level tertinggi 5.300 dolar AS per ons troy. Saat ini, emas diperdagangkan di kisaran 4.043 dolar AS per ons troy.

1. Dipicu penurunan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik

ilustrasi suku bunga (pixabay.com/Henhen1)

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan reli harga emas terjadi sejak 2024 hingga saat ini. Salah satu pemicunya adalah kebijakan penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed. Sejak Agustus 2024, suku bunga acuan turun dari 5,50% menjadi 3,75% saat ini.

Penurunan suku bunga membuat aliran dana investor bergeser dari dolar AS ke emas. Sentimen ini diperkuat oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik antara Iran dengan AS dan Israel. Kondisi risk off tersebut mendorong harga emas ke level tertinggi pada 2026.

Namun, sentimen tersebut mulai memudar. Kenaikan harga minyak mentah dunia mendorong laju inflasi dan memicu spekulasi bahwa The Fed dapat kembali menaikkan suku bunga dari level 3,75%.

2. Kebijakan moneter ketat belum tentu tekan harga emas

ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Belakangan harga emas mengalami tekanan dari posisi puncaknya. Meski demikian, tekanan tersebut diprediksi tidak akan berlangsung lama.

Dia mengatakan, pengamatan historis menunjukkan bahwa kebijakan moneter ketat tidak selalu diikuti tekanan pada harga emas. Pada 2022, saat perang Rusia-Ukraina pecah, The Fed menaikkan suku bunga dari 0,25% pada Februari 2022 menjadi 5,50% pada Juli 2023. Namun harga emas tetap bertahan di kisaran 1.960 dolar AS hingga 2.000 dolar AS per ons troy.

"Artinya, sekalipun emas mengalami tekanan belakangan ini, emas tetap akan mampu bertahan dari potensi sikap hawkish Bank Sentral AS, terutama saat harga minyak mentah mendorong kenaikan inflasi," ujar Gunawan Benjamin.

3. Emas tetap menjadi aset safe haven

ilustrasi suku bunga (freepik.com/Freepik)

Di tengah perang dan ketidakpastian ekonomi, emas tetap menjadi safe haven atau alat lindung nilai. Emas memiliki karakteristik sebagai pelindung kekayaan saat terjadi krisis ekonomi dan memburuknya tensi geopolitik.

Menurut Gunawan Benjamin, bagi investor di dalam negeri, emas tetap menjadi alternatif investasi jangka panjang. Meskipun penguatan dolar AS terhadap rupiah belakangan ini membuat dolar memiliki daya tarik, pembelian dolar secara berlebihan justru dapat memperburuk kinerja rupiah.

"Dan sekecil apa pun pembelian dolar AS tetap menjadikan kita berkontribusi terhadap tekanan ekonomi dalam negeri sebagai dampak multiplier dari pelemahan rupiah," jelasnya.

Di saat ketidakpastian ekonomi berlanjut dan eskalasi perang masih berlangsung, koreksi pada harga emas justru dinilai membuat emas semakin menarik untuk diakumulasi.

Kenaikan suku bunga acuan, menurut Gunawan Benjamin, bukan semata-mata menjadi sentimen negatif dalam jangka panjang. Tensi geopolitik yang memburuk membuat nilai uang semakin memudar, baik karena inflasi maupun degradasi kepercayaan terhadap uang kartal. Emas memiliki peran strategis dengan karakteristik universal dan lebih aman saat dihadapkan pada kondisi ekonomi terburuk.

Secara teknikal, Gunawan Benjamin menyebut harga emas memiliki titik support di level 3.980 dolar AS per ons troy. Level ini mengindikasikan bahwa potensi koreksi harga emas saat ini sangat terbatas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article