Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Daging Ayam Naik, Ekonom Prediksi Berpotensi Sumbang Inflasi
Beberapa orang melewati lapak penjual daging ayam potong. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Harga daging ayam di Sumatra Utara naik dari rata-rata Rp48.550 per kg pada 17 Agustus 2026 menjadi Rp52.400 per kg, dengan harga tertinggi Rp69.000 per kg di Gunung Sitoli.
  • Ekonom Gunawan Benjamin menilai kenaikan bukan dipicu lonjakan permintaan, melainkan pakan ternak naik Rp500 per kg, harga jagung di atas Rp6.000, serta biaya produksi terdampak pelemahan rupiah.
  • Biaya input yang meningkat berpotensi membuat peternak mengurangi pasokan ayam hidup, sementara permintaan rumah tangga, program MBG, dan usaha kuliner tetap ada; ayam diprediksi menyumbang inflasi Agustus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
dalam sebulan terakhir

Harga pakan ternak naik hingga Rp500 per kg, sementara harga jagung bertahan di atas Rp6.000 per kg.

17 Agustus 2026

Rata-rata harga daging ayam di Sumatra Utara tercatat Rp48.550 per kg.

sepekan terakhir

Harga daging ayam menunjukkan tren kenaikan. Rata-rata harganya di Sumatra Utara mencapai Rp52.400 per kg.

akhir pekan sebelumnya

Harga daging ayam tertinggi di Sumatra Utara mencapai Rp69.000 per kg di Gunung Sitoli, Nias.

bulan Agustus ini

Daging ayam berpeluang menjadi penyumbang besar inflasi secara nasional dan di Sumatra Utara.

Saat ini

Harga daging ayam di pedagang yang sama telah mencapai Rp42.000 hingga Rp48.000 per kg.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga daging ayam di Sumatra Utara meningkat dan diperkirakan berpotensi menjadi salah satu penyumbang besar inflasi pada Agustus 2026.
  • Who?
    Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, pedagang daging ayam, peternak, konsumen rumah tangga, serta pelaku usaha Makan Bergizi Gratis dan kuliner terlibat dalam kondisi kenaikan harga ini.
  • Where?
    Kenaikan terpantau di Sumatra Utara; harga tertinggi berdasarkan data PIHPS pada akhir pekan sebelumnya tercatat di Gunung Sitoli, Nias, mencapai Rp69.000 per kilogram.
  • When?
    Rata-rata harga di Sumatra Utara naik dari Rp48.550 per kilogram pada 17 Agustus 2026 menjadi Rp52.400 per kilogram dalam sepekan terakhir.
  • Why?
    Kenaikan dikaitkan dengan harga pakan ternak yang naik sekitar Rp500 per kilogram, harga jagung bertahan di atas Rp6.000 per kilogram, serta meningkatnya biaya input akibat pelemahan rupiah.
  • How?
    Biaya produksi yang meningkat menekan pasokan karena peternak diperkirakan mengurangi ayam hidup. Di tingkat pedagang, harga yang sempat Rp28.000 per kilogram kini berada pada Rp42.000 hingga Rp48.000 per kilogram.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga daging ayam di Sumatra Utara naik. Dulu ada pedagang menjual Rp28.000 satu kilo, sekarang jadi Rp42.000 sampai Rp48.000. Harga pakan ayam juga naik karena jagung mahal. Peternak bisa mengurangi ayam yang dijual. Orang rumah, program makan gratis, dan usaha makanan masih butuh ayam. Harga ayam bisa membuat harga barang lain ikut naik pada Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan biaya pakan dan pelemahan rupiah, kebutuhan daging ayam tetap ditopang oleh permintaan rumah tangga, program Makan Bergizi Gratis, dan usaha kuliner. Aktivitas ini menunjukkan bahwa daging ayam masih memiliki peran nyata dalam konsumsi sehari-hari. Data PIHPS dan pengamatan lapangan juga memberi gambaran jelas mengenai perubahan harga serta faktor pemicunya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Harga daging ayam diprediksi menjadi salah satu penyumbang inflasi besar pada Agustus 2026. Tren kenaikannya belum terputus meski permintaan atau demand tidak lagi mengalami peningkatan.

Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis PIHPS, harga daging ayam dalam sepekan terakhir menunjukkan tren kenaikan.

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin mengatakan di wilayah Sumatra Utara Sumut, rata-rata harga daging ayam naik dari Rp48.550 per kg pada 17 Agustus 2026 menjadi rata-rata Rp52.400 per kg.

1. Salah satu pedagang sempat menjual daging

Mujiyem seorang pedagang daging ayam menunggu pembeli di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Lanjutnya, sebagai contoh, di tingkat konsumen, salah satu pedagang sempat menjual daging ayam di kisaran Rp28.000 per kg saat libur panjang sekolah. Saat ini, di pedagang yang sama, harga sudah mencapai Rp42.000 hingga Rp48.000 per kg

"Bahkan bila mengacu pada data PIHPS akhir pekan sebelumnya, harga daging ayam tertinggi di Sumut menyentuh Rp69.000 per kg di Gunung Sitoli, Nias," ungkapnya.

2. Kenaikan dipicu harga pakan, bukan permintaan

ilustrasi daging ayam (unsplash.com/Cristian Guillen)

Gunawan menilai kenaikan harga kali ini bukan lagi dipicu oleh lonjakan permintaan.

"Saya melihat kenaikan ini bukan lagi dipicu oleh lompatan demand atau permintaan. Namun lebih dikarenakan oleh kenaikan harga pakan ternak," ujarnya.

Berdasarkan Gunawan langsung di lapangan, terjadi kenaikan harga pakan ternak dalam sebulan terakhir. Kenaikannya mencapai Rp500 per kg, seiring dengan harga jagung yang juga bertahan di atas Rp6.000 per kg.

"Di tengah pasokan yang melimpah saat musim panen tiba, harga jagung justru bertahan di atas Rp6.000 per kg. Kondisi ini sangat berbeda dengan musim panen dalam dua tahun terakhir, di mana harga jagung bisa turun di kisaran Rp4.700 per kg saat terjadi musim panen jagung serentak," ungkap Gunawan.

Ditambah dengan kenaikan biaya input produksi yang signifikan sebagai dampak dari pelemahan nilai tukar Rupiah.

3. Pasokan tertekan, permintaan rumah tangga dominan

Ilustrasi daging ayam. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kenaikan biaya input disebut akan menekan supply karena peternak akan mengurangi pasokan ayam hidupnya.

"Sejauh ini demand yang paling tinggi untuk daging ayam segar masih didominasi oleh permintaan rumah tangga. Selain itu ada permintaan untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis MBG dan usaha kuliner lainnya," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pada bulan Agustus ini harga daging ayam berpeluang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi, baik secara nasional maupun khusus untuk wilayah Sumatra Utara.

Editorial Team

Related Article