Langkat, IDN Times - Publik dan dunia jagat maya tengah dihebohkan dengan curahan hati (curhat) seorang pelajar asal Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Dalam unggahan video yang tersebar di media sosial (Medsos) LB (15), memohon pertolongan kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.
Sebab, pelajar kelas I SMA dan ayahnya JIB ditetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan. Bahkan, sosok ayah yang menjadi tulang punggung keluarga sudah ditahan selama 12 hari dalam rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Kecamatan Tanjung Pura.
LB didampingi ibunya Erina beru Sembiring (32) mengatakan, jika dugaan pengeroyokan yang dituduhkan dia dan ayahnya pada bulan Oktober 2025 lalu, dinilai tidak berdasar. Karena ia dan ayahnya sama sekali tidak ada melakukan pemukulan seperti tertuang dalam laporan Laporan Polisi Nomor : LP/B/89/X/2025/SPKT Salapian/Res Langkat/Polda Sumut.
"Kami tidak ada melakukan pengeroyokan, tapi ayah saya yang dipukuli oleh IPB. Pemukulan gegara ayah melihat dan sempat bersitegang dengan M (pemasok buah sawit IPB). Karena itu, IPB mendatangi ayah saya sembari mencaci maki serta memukuli ayah saya," kata dia.
Melihat ayahnya dipukuli, LB berteriak minta tolong sembari berusaha memisahkan perterngkaran agar tidak terjadi. "Saya coba memisah dengan menarik baju ayah saya. Saya dan ayah saya sama sekali tidak pernah memukul IPB yang masih memiliki hubungan keluarga," terang dia.
