Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan atau BNKP Resort 42 Tanjung Anom (Dok. Panitia Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan)
Dalam sambutannya, Ephorus BNKP Pdt. Otoriteit Dachi mengatakan saat ini BNKP memiliki sekitar 1.237 jemaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan 59 resort dan 836 pendeta yang melayani jemaat.
Menurutnya, sekitar 70 persen jemaat BNKP berada di wilayah pedesaan dengan kondisi ekonomi relatif terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mendukung pembiayaan pelayanan gereja.
"Kalau 70 persen jemaat kita berada di pedesaan dengan kondisi ekonomi yang relatif terbatas, tentu berpengaruh terhadap kemampuan jemaat dalam memberikan dukungan finansial. Tetapi ini tidak menyurutkan 836 pendeta untuk terus melayani dalam kondisi apa pun," ujar Otoriteit.
Karena itu, pimpinan sinode mulai mendorong pengembangan aset dan usaha produktif sebagai sumber pendanaan alternatif agar pelayanan BNKP tidak sepenuhnya bergantung pada kontribusi jemaat.
Salah satu program besar yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan training centre di wilayah Nias Utara. BNKP disebut telah membeli lahan sekitar 120 hektare untuk pengembangan kawasan tersebut.
"Dari luas lahan itu, sekitar 20 hektare mulai dikelola dan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Kita akan menanam sekitar 2.500 pohon kelapa yang nantinya diharapkan bisa mengubah tempat itu menjadi agrowisata milik BNKP," katanya.
"Target kami, lima tahun ke depan sinode dengan seluruh pembiayaannya bisa mandiri dan tidak mengandalkan pihak lain," tegasnya.
Selain itu, sejumlah pembangunan aset telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya pembangunan rumah dinas Sekretaris Umum, rumah dinas Bendahara Umum yang masih berlangsung, serta pembangunan sebuah ruko sebagai bagian penguatan aset organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Otoriteit juga mengungkapkan rencana perluasan pelayanan BNKP ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini jemaat BNKP telah tersebar hingga wilayah Kalimantan.
"Kalau Tuhan menolong, tahun depan kita akan membuka jemaat kita di Bali. Jadi gereja BNKP akan hadir di Bali," ujarnya.
Otoriteit juga menyadari masa pengabdiannya sebagai pimpinan BNKP akan segera berakhir. Dengan usia 62 tahun, ia berharap berbagai program yang telah dimulai dapat dilanjutkan kepemimpinan berikutnya.