Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom Ditahbiskan, Target Mandiri 5 Tahun
Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan atau BNKP Resort 42 Tanjung Anom (Dok. Panitia Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan)
  • Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom di Deli Serdang ditahbiskan pada 23 Agustus 2026 melalui prosesi budaya Nias, peresmian prasasti, dan ibadah yang dihadiri sekitar 300 jemaat.
  • BNKP mendorong kemandirian pendanaan lewat aset dan usaha produktif, termasuk pengelolaan 120 hektare lahan di Nias Utara untuk training centre dan agrowisata kelapa.
  • BNKP Resort 42 Tanjung Anom, berdiri sejak 1997, kini memiliki sekitar 300 kepala keluarga serta telah membangun rumah dinas pendeta dan gedung sekolah minggu berkonsep Omo Hada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1997

BNKP Resort 42 Tanjung Anom berdiri.

2023

Pembangunan rumah dinas pendeta dan gedung sekolah minggu mulai dilakukan dengan konsep Omo Hada.

2025

Pembangunan rumah dinas pendeta dan gedung sekolah minggu rampung.

Minggu (23/8/2026)

Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom ditahbiskan. Prosesi mencakup tari budaya Nias, pembukaan papan nama, penyerahan kunci, penandatanganan prasasti, ibadah, lelang, dan doa.

lima tahun ke depan

Sinode BNKP menargetkan kemandirian pembiayaan tanpa mengandalkan pihak lain melalui pengembangan aset dan usaha produktif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom ditahbiskan melalui rangkaian prosesi budaya Nias, pembukaan papan nama, penyerahan kunci, penandatanganan prasasti, ibadah bersama, lelang, dan doa.
  • Who?
    Ephorus BNKP Pdt. Otoriteit Dachi memimpin penahbisan, didampingi jajaran pendeta Resort 42, sekitar 300 jemaat, panitia, perwakilan gereja, tokoh masyarakat, dan tenaga ahli anggota DPR RI Maruli Siahaan.
  • Where?
    Penahbisan berlangsung di Gereja BNKP Resort 42, Jalan H.M. Puna Sembiring, Gang Bersama, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.
  • When?
    Prosesi penahbisan dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026.
  • Why?
    Penahbisan dilakukan setelah perkembangan jemaat Resort 42 Tanjung Anom mencapai sekitar 300 kepala keluarga serta pembangunan rumah dinas pendeta dan gedung sekolah minggu rampung pada 2025.
  • How?
    BNKP mendorong kemandirian pembiayaan melalui pengembangan aset dan usaha produktif, termasuk lahan sekitar 120 hektare di Nias Utara untuk training centre dan agrowisata kelapa, dengan target mandiri dalam lima tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gereja BNKP Resort 42 di Tanjung Anom sudah diresmikan pada hari Minggu. Banyak pendeta dan sekitar 300 jemaat datang. Mereka menari Tari Moyo dan Tari Baluse, lalu berdoa bersama. Gereja ini punya sekitar 300 keluarga. BNKP ingin punya kebun kelapa dan tempat latihan di Nias Utara supaya bisa mandiri dalam lima tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penahbisan BNKP Resort 42 Tanjung Anom mencerminkan semangat kebersamaan yang tumbuh dari perjalanan jemaat sejak 1997. Kehadiran sekitar 300 jemaat, pelestarian budaya Nias dalam prosesi, serta rampungnya fasilitas bercorak Omo Hada menunjukkan fondasi pelayanan yang kian terbangun. Dukungan panitia, tokoh gereja, dan bantuan untuk pengembangan turut memberi ruang bagi langkah berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Resort 42 Tanjung Anom di Jalan H.M. Puna Sembiring, Gang Bersama, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, berlangsung khidmat dan penuh sukacita, Minggu (23/8/2026).

Prosesi penahbisan dipimpin Ephorus BNKP Pdt. Otoriteit Dachi didampingi Praeses BNKP Resort 42 Pdt. Tehefeli Lafau, Pendeta Resort 42 Pdt. Rosmawati Hulu, serta para pendeta di wilayah Resort 42, yakni Pdt. Yustani Zendrato, dan Pdt. Anggun Gulo.

Turut hadir Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat BPMJ SNK Hezishokhi Lase dan Ketua Panitia Penahbisan SNK Anema'o Laoli.

1. Prosesi budaya hingga penandatanganan prasasti

Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan atau BNKP Resort 42 Tanjung Anom (Dok. Panitia Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan)

Rangkaian acara diawali dengan prosesi budaya Nias, yakni Tari Moyo dan Tari Baluse yang dikenal sebagai tarian perang atau tarian tombak.

Selanjutnya dilakukan pembukaan selubung papan nama Gereja BNKP Resort 42, penyerahan kunci gereja, serta penandatanganan prasasti.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ibadah bersama yang diikuti sekitar 300 jemaat serta sejumlah undangan dari perwakilan gereja BNKP dan berbagai gereja yang berada di wilayah Tanjung Anom.

2. BNKP dorong kemandirian lewat aset produktif

Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan atau BNKP Resort 42 Tanjung Anom (Dok. Panitia Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan)

Dalam sambutannya, Ephorus BNKP Pdt. Otoriteit Dachi mengatakan saat ini BNKP memiliki sekitar 1.237 jemaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan 59 resort dan 836 pendeta yang melayani jemaat.

Menurutnya, sekitar 70 persen jemaat BNKP berada di wilayah pedesaan dengan kondisi ekonomi relatif terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mendukung pembiayaan pelayanan gereja.

"Kalau 70 persen jemaat kita berada di pedesaan dengan kondisi ekonomi yang relatif terbatas, tentu berpengaruh terhadap kemampuan jemaat dalam memberikan dukungan finansial. Tetapi ini tidak menyurutkan 836 pendeta untuk terus melayani dalam kondisi apa pun," ujar Otoriteit.

Karena itu, pimpinan sinode mulai mendorong pengembangan aset dan usaha produktif sebagai sumber pendanaan alternatif agar pelayanan BNKP tidak sepenuhnya bergantung pada kontribusi jemaat.

Salah satu program besar yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan training centre di wilayah Nias Utara. BNKP disebut telah membeli lahan sekitar 120 hektare untuk pengembangan kawasan tersebut.

"Dari luas lahan itu, sekitar 20 hektare mulai dikelola dan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Kita akan menanam sekitar 2.500 pohon kelapa yang nantinya diharapkan bisa mengubah tempat itu menjadi agrowisata milik BNKP," katanya.

"Target kami, lima tahun ke depan sinode dengan seluruh pembiayaannya bisa mandiri dan tidak mengandalkan pihak lain," tegasnya.

Selain itu, sejumlah pembangunan aset telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya pembangunan rumah dinas Sekretaris Umum, rumah dinas Bendahara Umum yang masih berlangsung, serta pembangunan sebuah ruko sebagai bagian penguatan aset organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Otoriteit juga mengungkapkan rencana perluasan pelayanan BNKP ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini jemaat BNKP telah tersebar hingga wilayah Kalimantan.

"Kalau Tuhan menolong, tahun depan kita akan membuka jemaat kita di Bali. Jadi gereja BNKP akan hadir di Bali," ujarnya.

Otoriteit juga menyadari masa pengabdiannya sebagai pimpinan BNKP akan segera berakhir. Dengan usia 62 tahun, ia berharap berbagai program yang telah dimulai dapat dilanjutkan kepemimpinan berikutnya.

3. Perkembangan jemaat resort 42 Tanjung Anom

Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan atau BNKP Resort 42 Tanjung Anom (Dok. Panitia Penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan)

Ketua Panitia Penahbisan SNK Anema'o Laoli mengatakan, perjalanan BNKP Resort 42 Tanjung Anom telah berlangsung sejak berdiri pada 1997. Seiring waktu, jemaat terus berkembang hingga mencapai sekitar 300 kepala keluarga.

Hal senada disampaikan Ketua BPMJ SNK Hezishokhi Lase. Ia mengatakan, gereja telah menyelesaikan pembelian awal lahan di bagian depan. Pembangunan rumah dinas pendeta dan gedung sekolah minggu juga telah dimulai pada 2023 dan rampung pada 2025 dengan mengusung konsep Omo Hada, rumah adat Nias.

"Melihat perkembangan jemaat yang telah mencapai 300 kepala keluarga, seiring dengan perkembangan wilayah Tanjung Anom ini, pembelian lahan telah selesai kami lakukan tepat di samping gereja. Gereja BNKP akan kami kembangkan, tetapi ini memerlukan bantuan, tidak hanya dari jemaat, tetapi juga seluruh pihak maupun para donatur," katanya.

Sementara itu, Pendeta Resort 42 Pdt. Rosmawati Hulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, jemaat, serta pihak yang telah memberikan dukungan hingga proses penahbisan gereja dapat terlaksana.

Hadir pula perwakilan anggota DPR RI Komisi XIII Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., yakni Bangun Taruli Siahaan selaku tenaga ahli. Ia memberikan apresiasi terhadap pertumbuhan jemaat BNKP Resort 42 Tanjung Anom.

"Kami sudah mendengar langsung bahwa dari beberapa gereja BNKP, ternyata gereja ini yang telah diresmikan atau ditahbiskan oleh Ephorus sebagai pimpinan tertinggi yang datang jauh dari Pulau Nias," katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan dan pengembangan pelayanan gereja, Maruli Siahaan turut memberikan bantuan kepada BNKP Resort 42 Tanjung Anom.

Acara penahbisan kemudian ditutup dengan kegiatan lelang dan doa. Sejumlah tokoh masyarakat Nias turut hadir, di antaranya mantan Bupati Nias Utara Edward Zega.

Editorial Team

Related Article