Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Ayah Di Balik Senyum Siswa saat Hari Pertama Sekolah di Medan
Suasana Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah atau GAMAS di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) di Medan mengajak para ayah, termasuk ASN, untuk hadir langsung mendampingi anak demi memperkuat karakter dan kepercayaan diri mereka.
  • Subhan Harahap dan Dedi menilai kehadiran ayah memberi rasa aman, disiplin, serta kedekatan emosional dengan anak; kebijakan dispensasi presensi ASN diapresiasi karena mendukung ketahanan keluarga.
  • Risky Cahyadi menegaskan peran ayah penting dalam memberi perlindungan dan mencegah perundungan; ia berharap GAMAS terus dijalankan agar anak tumbuh berani dan penuh kasih sayang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 Juli 2026

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) dilaksanakan di Medan. Subhan Harahap, Dedi, dan Risky Cahyadi ikut serta mengantar anak mereka ke sekolah sesuai imbauan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

kini

GAMAS diharapkan menjadi momentum tahunan untuk memperkuat peran ayah dalam pendidikan anak dan menumbuhkan karakter sejak dini di Sumatra Utara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) dilaksanakan di Kota Medan sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.
  • Who?
    Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah ayah, termasuk Subhan Harahap, Dedi, dan Risky Cahyadi, dengan dukungan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas serta Pemerintah Kota Medan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di berbagai sekolah di Kota Medan, antara lain Yayasan Fajar Diinul Islam Namira Islamic School dan SD Al-Amjad Medan.
  • When?
    Kegiatan GAMAS dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru.
  • Why?
    Gerakan ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, semangat belajar, serta kedekatan emosional antara ayah dan anak pada hari pertama sekolah.
  • How?
    Para ayah mengantar langsung anak-anak mereka ke sekolah sesuai imbauan pemerintah. ASN diberikan dispensasi presensi agar pelayanan publik tetap berjalan tanpa terganggu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari Senin banyak ayah di Medan antar anak ke sekolah pertama kali. Ada Pak Subhan, Pak Dedi, dan Pak Risky. Mereka senang bisa temani anak biar berani dan semangat. Kata mereka, ayah bikin anak merasa aman dan percaya diri. Sekarang ayah-ayah lain juga diajak ikut supaya anak makin kuat dan bahagia di sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) di Medan menghadirkan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan antara ayah dan anak. Melalui dukungan pemerintah serta partisipasi para ayah seperti Subhan, Dedi, dan Risky, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kehadiran figur ayah mampu menumbuhkan rasa aman, percaya diri, serta nilai disiplin dan kasih sayang sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Di tengah kesibukan mengejar pekerjaan dan rutinitas harian, Senin (13/7/2026) pagi menjadi momen yang berbeda bagi banyak ayah di Kota Medan. Mereka rela menggeser jadwal kerja demi satu hal sederhana namun bermakna. Menggenggam tangan anak, mengantar hingga gerbang sekolah, lalu menyaksikan senyum dan semangat mereka di hari pertama tahun ajaran baru.

Ayah-ayah dari beragam profesi rela menyisihkan waktunya demi salah satu momen tak terlupakan bagi anak-anak mereka. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengimbaunya dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS), khususnya ASN dan masyarakat untuk meluangkan waktu mengantar anak mereka di hari pertama sekolah.

1. Subhan Harahap sebut kehadiran ayah tumbuhkan rasa aman dan percaya diri

Salah satu ASN ikut serta dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah atau GAMAS di Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Salah satunya Subhan, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Medan. Pagi tadi Subhan mengantar anak keempatnya, Muhammad Faqih, yang untuk pertama kali duduk di bangku Taman Kanak-kanak di Yayasan Fajar Diinul Islam Namira Islamic School, Jalan Setia Budi Pasar I Nomor 76, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

“Pertama, saya mendukung gerakan GAMAS sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas,” ujar Subhan saat ditemui di sekolah.

Ini merupakan kali pertama Subhan mengantar anak keempatnya. Sebelumnya, pagi itu ia juga sempat mengantar anak ketiganya ke SD Al-Amjad Medan.

“Kalau untuk anak saya yang keempat, ini baru kali ini saya mengantar. Tapi kalau anak yang ketiga itu, insyaallah setiap ada waktu luang, saya berkesempatan untuk mengantar ke sekolah,” katanya.

Menurutnya, kehadiran ayah sangat penting. Sebab, baginya kehadiran ayah itu bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Terutama bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan juga semangat dalam belajar.

Di hari pertama sekolah, ia berpesan kepada anaknya untuk belajar sungguh-sungguh.

"Hormati guru. Sayangi juga teman-temannya. Itu yang paling penting," katanya.

Nilai yang ingin ia tanamkan adalah disiplin, akhlakul karimah, dan kejujuran. Ia juga mengapresiasi kebijakan dispensasi presensi bagi ASN. “Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Medan tidak hanya memperhatikan kinerja ASN, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan keluarga,” tuturnya.

“Menurut saya sangat perlu gerakan ini dilakukan setiap tahun. Karena keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak bisa menimbulkan rasa percaya diri anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yang baru,” tambah Subhan.

Usai mengantar anak, Subhan langsung menuju kantor sesuai arahan Wali Kota Medan agar pelayanan publik tidak terganggu.

“Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkualitas dan pada akhirnya akan mendukung kebijakan Pemerintah Kota Medan. Generasi emas 2045,” pungkas Subhan.

GAMAS diharapkan menjadi momentum untuk menguatkan peran ayah dalam pendidikan anak, sekaligus menumbuhkan karakter anak sejak usia dini di Sumatra Utara.

2. Bagi Dedi mengantar anak adalah tugas ayah

Dedi saat mengantar anak ke sekolah di hari pertama (Dok. Pribadi for IDN Times)

Dedi yang berprofesi jurnalis televisi di Sumut, menilai bahwa mengantar anak adalah kewajiban seorang ayah.

“Sangat penting, agar kedekatan ayah sama anak lebih dekat,” ujar Dedi saat ditanya pentingnya kehadiran ayah di hari pertama sekolah.

Dia mengaku tidak memiliki alasan khusus mengikuti GAMAS. “Tidak ada alasan, memang sudah tugas ayah, apalagi memang sekalian ke kantor,” katanya.

Menurutnya, untuk mengantar anak ke sekolah bukanlah hal pertama kalinya. Sebab, Dedi juga sudah terbiasa mengantar jemput anak sekolah setiap hari. “Mengantar jemput anak sekolah,” ujarnya saat ditanya perannya di rumah.

Menurutnya, imbauan Wali Kota tidak mengubah kebiasaannya karena hal itu memang sudah menjadi rutinitas. “Ya, tidak ada program atau gerakan, memang ini sudah kewajiban sehari-hari,” ucapnya.

Dedi melihat dampak kehadiran ayah di sekolah sangat baik bagi karakter anak. “Dampaknya anak semakin percaya diri,” katanya. Nilai yang ingin ia tanamkan juga sama, yakni agar anak lebih percaya diri.

Lanjutnya, kebijakan dispensasi presensi termasuk bagus dan berharap GAMAS bisa dilakukan lebih sering. “Kalau bisa setiap hari,” ujarnya.

“Tidak ada harapan apa-apa, kalau bisa tiap hari ASN disuruh mengantar anak sekolah,” tambahnya.

Dedi setuju bahwa langkah kecil seorang ayah hari ini akan menjadi awal perjalanan besar bagi masa depan anak.

3. Risky Cahyadi sebut antar anak kesekolah bentuk perlindungan dan kasih sayang

Risky Cahyadi saat antar anak ke sekolah untuk hari pertama (Dok. Pribadi for IDN Times)

Sementara itu, Risky Cahyadi, fotografer jurnalis di Medan, turut serta dalam GAMAS. Baginya, mengantar anak adalah bentuk perlindungan dan kasih sayang. Alasan ia ikut serta GAMAS karena anak-anaknya perempuan sehingga perlu penjagaan ekstra.

“Kehadiran orangtua saat pertama masuk sekolah sangat penting, untuk memacu semangat dan percaya diri anak. Kebetulan anak-anak saya perempuan, jadi harus ekstra menjaga. Saya memang biasa mengantar anak-anak sekolah,” katanya.

Pesan Risky di hari pertama sekolah adalah agar anak mengikuti ritme belajar, menyesuaikan diri dengan lingkungan dan teman, serta patuh kepada guru. Momen itu membuatnya haru. “Perasaan saya haru, karena menyaksikan tumbuh kembang anak, dan bangga dapat menyekolahkannya walau sudah di jenjang SMP,” ucapnya.

Sebagai ayah, perannya adalah melindungi, menjaga, menyayangi, dan membimbing. Ia menilai imbauan Wali Kota mewajibkan ayah untuk lebih aktif karena itu hal baik. “Dampaknya sangat positif, dapat menumbuhkan karakter berani,” ujarnya.

Nilai yang ingin ia tanamkan adalah kasih sayang. Risky mengapresiasi kebijakan dispensasi. “Tanggapan saya sangat bagus, karena untuk mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan anak,” katanya.

Dia berharap GAMAS dilakukan setiap hari. “Kalau bisa setiap hari, karena dapat membentuk emosional anak dengan memberikan rasa aman. Harapan saya terus saja dijalani dan direalisasikan,” tambahnya.

Risky sangat sepakat bahwa langkah kecil ayah hari ini adalah awal besar bagi masa depan anak. Harapan terbesarnya untuk tahun ajaran baru adalah agar anak terhindar dari perundungan. “Semoga anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik serta dijauhi dari perundungan. Karena termasuk banyak kasus-kasus anak korban perundungan di sekolah,” pungkasnya.

Editorial Team

Related Article