Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekspor Sumut Tembus USD1 Miliar di Februari 2025
ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Medan, IDN Times - Kinerja ekspor Provinsi Sumatera Utara kembali menunjukkan tren positif di awal 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut melaporkan bahwa nilai ekspor pada Februari 2025 melonjak sebesar 9,03 persen dibanding bulan sebelumnya.

Kenaikan ini turut mendongkrak surplus neraca perdagangan di wilayah tersebut dilansir dari ANTARA.

1. Nilai ekspor naik dibandingkan dengan Januari

ilustrasi ekspor (pexels.com/Kai Pilger)

BPS Sumut mencatat bahwa nilai ekspor Sumatera Utara pada Februari 2025 menembus angka USD1,002 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Januari yang berada di angka USD919,50 juta.

"Nilai ekspor Februari 2025 yang mencapai 1.002,49 juta dolar Amerika Serikat itu, lebih tinggi dibandingkan Januari 2025 yakni 919,50 juta dollar AS," ujar Statistisi Ahli Utama BPS Provinsi Sumut Misfaruddin, di Medan, Selasa (8/4/2025). 

2. Minyak nabati dan produk kimia jadi komoditas unggulan

ilustrasi bahan kimia (pexels.com/@cottonbro/)

Ekspor terbesar berasal dari kelompok lemak dan minyak hewan/nabati, dengan nilai mencapai USD422,19 juta atau sekitar 42,11 persen dari total ekspor. Di posisi kedua ada produk kimia, dengan nilai USD159,04 juta (15,86 persen).

"Pangsa pasar ekspor pada Februari 2025 dengan tujuan utama 14,46 persen ke Tiongkok, 12,82 persen ke Amerika Serikat, 5,65 persen ke India, dan negara lainnya 43,96 persen," ujar Misfaruddin.

Data ini menunjukkan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat masih menjadi pasar utama bagi produk-produk ekspor Sumut.

 

3. Impor ke Sumut mengalami penurunan hingga 22,53 persen

Ilustrasi impor (Dok Bea Cukai)

Sementara itu, nilai impor Sumut justru mengalami penurunan tajam sebesar 22,53 persen dibanding Januari. Total nilai impor Februari 2025 tercatat USD362,35 juta, dengan bahan bakar mineral dan mesin mekanik sebagai komoditas impor terbesar.

"Impor terbesar ada di bahan bakar mineral sebesar 61,85 juta dolar AS atau 17,07 persen, kemudian mesin-mesin pesawat mekanik sebesar 50,61 juta dolar AS atau 13,97 persen," lanjutnya.

Hal ini membuat neraca perdagangan Sumut pada Februari 2025 mengalami surplus signifikan. Negara yang paling berkontribusi terhadap surplus ini adalah Amerika Serikat (USD198,5 juta), Jepang (USD102 juta), dan India (USD66,2 juta).

"Surplus neraca perdagangan Februari 2025 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan lebih tinggi tahun sebelumnya," kata Misfaruddin.

Editorial Team

Related Article