Ilustrasi impor (Dok Bea Cukai)
Sementara itu, nilai impor Sumut justru mengalami penurunan tajam sebesar 22,53 persen dibanding Januari. Total nilai impor Februari 2025 tercatat USD362,35 juta, dengan bahan bakar mineral dan mesin mekanik sebagai komoditas impor terbesar.
"Impor terbesar ada di bahan bakar mineral sebesar 61,85 juta dolar AS atau 17,07 persen, kemudian mesin-mesin pesawat mekanik sebesar 50,61 juta dolar AS atau 13,97 persen," lanjutnya.
Hal ini membuat neraca perdagangan Sumut pada Februari 2025 mengalami surplus signifikan. Negara yang paling berkontribusi terhadap surplus ini adalah Amerika Serikat (USD198,5 juta), Jepang (USD102 juta), dan India (USD66,2 juta).
"Surplus neraca perdagangan Februari 2025 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan lebih tinggi tahun sebelumnya," kata Misfaruddin.