Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekonom Menilai B50 Bukan Hanya Hemat Devisa Tapi Pergeseran Subsidi
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Penggunaan B50 mulai 1 Oktober dinilai mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun dan mengurangi ketergantungan impor BBM, menurut pengamat ekonomi Gunawan Benjamin.
  • Gunawan menyoroti potensi kenaikan harga Bio Solar akibat fluktuasi harga minyak mentah dunia, sehingga pemerintah perlu menjaga stabilitas harga produk turunan kelapa sawit.
  • Ia menyarankan pengendalian pasokan dan harga CPO melalui kebijakan bea ekspor serta peran BUMN agar kebutuhan energi dan pangan tetap terpenuhi tanpa merugikan industri sawit nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 Oktober mendatang

Pemerintah mulai memberlakukan penggunaan B50 secara nasional. Kebijakan ini diharapkan menghemat devisa hingga 170 triliun per tahun dan mengurangi ketergantungan impor BBM.

kini

Ekonom Gunawan Benjamin menilai kebijakan B50 berpotensi mengubah pola subsidi pemerintah serta menekankan pentingnya pengendalian harga produk turunan kelapa sawit agar tidak membebani masyarakat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah akan memberlakukan penggunaan bahan bakar campuran B50 mulai 1 Oktober, yang dinilai dapat menghemat devisa dan memengaruhi kebijakan subsidi energi nasional.
  • Who?
    Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin memberikan penilaian dan saran terkait dampak ekonomi serta kebijakan pemerintah atas penerapan B50.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Medan, sementara kebijakan B50 berlaku secara nasional di Indonesia.
  • When?
    Kebijakan penggunaan B50 dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Oktober mendatang, dengan pembahasan berlangsung saat ini.
  • Why?
    Penerapan B50 bertujuan mengurangi ketergantungan impor BBM, menekan tekanan terhadap Rupiah, serta membuka ruang pengendalian neraca pembayaran negara.
  • How?
    Pemerintah disarankan mengendalikan harga produk turunan kelapa sawit melalui bea keluar ekspor dan pemanfaatan BUMN seperti PT Agrinas untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah mau pakai bahan bakar baru namanya B50 mulai bulan Oktober. Kata Pak Gunawan, ini bisa bikin negara hemat uang banyak dan tidak beli minyak dari luar lagi. Tapi harga B50 bisa naik kalau harga minyak dunia naik. Pemerintah disuruh jaga harga sawit supaya orang tidak susah dan ekonomi tetap baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penerapan B50 dipandang membawa peluang besar bagi perekonomian nasional, karena mampu menghemat devisa hingga ratusan triliun rupiah dan memperkuat posisi Rupiah melalui pengurangan impor BBM. Selain itu, keterlibatan pemerintah dan BUMN dalam mengelola industri sawit menunjukkan adanya upaya serius menjaga kestabilan energi dan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dalam negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Penggunaan B50 yang mulai diberlakukan pemerintah pada 1 Oktober mendatang tidak hanya membawa dampak positif pada penghematan devisa, tetapi juga berpotensi mengubah pola kebijakan subsidi pemerintah.

Dalam hal ini Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, menyoroti bahwa penggunaan B50 dapat menghemat devisa hingga 170 triliun per tahun dan mengurangi ketergantungan impor BBM dalam negeri.

1. Bio Solar dinilai tidak sepenuhnya aman dari gejolak harga minyak mentah dunia

Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Gunawan menjelaskan bahwa penghematan devisa ini dapat berdampak pada pengurangan tekanan mata uang Rupiah dan membuka ruang untuk pengendalian neraca pembayaran yang lebih leluasa.

Namun, ia juga menekankan bahwa harga BBM, khususnya Bio Solar (B50), tidak sepenuhnya aman dari gejolak harga minyak mentah dunia.

"Jika harga produk turunan kelapa sawit dibiarkan sepenuhnya mengacu kepada pasar, maka harga Biosolar berpeluang untuk disesuaikan (naik) harganya," ujarnya.

Oleh karena itu, (B50) ini akan menjadi isu yang sangat sensitif bagi masyarakat, terutama jika harga BBM naik.

2. Gunawan sarankan pemerintah untuk mengendalikan harga produk turunan kelapa sawit

Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Gunawan menyarankan pemerintah untuk mengendalikan harga produk turunan kelapa sawit dengan menggunakan kebijakan bea keluar ekspor produk minyak kelapa sawit. Selain itu, pemerintah juga dapat memanfaatkan PT Agrinas dan BUMN lainnya untuk mengelola industri sawit dan mengendalikan sisi produksi.

"Pemerintah bisa saja melakukan apapun agar kebutuhan enerji dan pangan dalam negeri terpenuhi," tambahnya.

3. Pengendalian pasokan CPO bukan menjadi masalah pasokan tapi masalah alokasi

Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Gunawan juga menekankan bahwa pengendalian pasokan CPO bukanlah masalah pasokan, tetapi masalah alokasi yang nantinya akan membuat moratorium ataupun revisi kebijakan. Pengendalian pasokan CPO juga berpotensi memicu kenaikan harga CPO di pasar global dan membuat dunia usaha kehilangan potensi pendapatan optimal.

Namun, Gunawan percaya bahwa pemerintah dapat menggunakan perusahaan BUMN untuk menyelamatkan kepentingan strategis pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan enerji dan pangan.

Dalam jangka panjang, Gunawan melihat bahwa penggunaan B50 dapat membawa dampak positif pada industri sawit dan perekonomian nasional. Namun, pemerintah harus tetap waspada dan mengendalikan harga produk turunan kelapa sawit untuk memastikan bahwa kebijakan ini tidak berdampak negatif pada masyarakat.

Editorial Team

Related Article