rekaman CCTV menunjukkan dugaan penganiayaan di Dapur SPPG (dok.istimewa)
Imbas dari insiden ini, Hapif menyayangkan bahwa aktivitas di Dapur SPPG harus ditangguhkan sementara. Artinya, penyaluran MBG di sekolah-sekolah pun terpaksa berhenti.
"Status saya masih Kepala SPPG. Namun dapur sementara disanksi sampai masalah ini selesai. Tanggal 6 April kemarin baru keluar surat suspend-nya. Namun sejak tanggal 2 April Yayasan sudah menutup sepihak. Terkait kasus ini, Kepala KPPG katanya sudah melapor ke pusat juga. Tinggal tunggu tindakan dari pusat," ucap Hapif.
Dapur SPPG yang dikepalainya sudah beroperasi selama lebih dari 2 bulan. Selama ini, mereka menyalurkan MBG ke 14 sekolah dan 2 posyandu dengan total penerima manfaat mencapai 2.500 orang lebih.
"Dengan adanya kasus ini jelas sangat mengganggu. Jujur saya kasihan dengan para penerima manfaatnya. Kalau lama ditindaklanjuti, kasihan juga dengan mereka dan mitra," tuturnya.
Sementara itu Kapolsek Medan Area, Kompol Ainul Yaqin, membenarkan bahwa korban telah membuat laporan polisi. Dan kini pihaknya tengah memeriksanya.
"Masih diproses dan kami juga menunggu hasil visum," pungkas Yaqin.