Libur Sekolah dan Muharram, Harga Pangan Medan Tertekan Demand Lemah

- Harga pangan di Medan terpantau stabil dengan volatilitas rendah; daging ayam turun, cabai merah dan cabai rawit hijau relatif bertahan di kisaran harga sebelumnya.
- Petani dan peternak masih mengalami kerugian karena harga jual cabai hijau serta daging ayam lebih rendah dari biaya produksi dan logistik.
- Dua faktor utama penekan harga adalah melemahnya permintaan selama bulan Muharam dan berkurangnya aktivitas dapur makan bergizi gratis saat libur sekolah.
Medan, IDN Times - Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menyoroti harga sejumlah kebutuhan pokok pada perdagangan hari ini, yang masih terpantau stabil dengan volatilitas harga yang relatif rendah. Berdasarkan hasil pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan, harga daging ayam terpantau bergerak turun dalam beberapa hari terakhir.
Harga cabai merah sejauh ini masih bertahan di rata-rata Rp45.100 per kg. Sementara cabai rawit hijau ditransaksikan rata-rata Rp35.600 per kg, atau lebih tinggi dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp31.800 pada tanggal 19 Juni 2026.
1. Harga daging ayam mengalami penurunan di kisaran Rp32.200 per kg

Dia mengatakan harga beras masih cenderung naik hingga saat ini. Diketahui bahwa, Kota Medan mencatatkan harga rata-rata Rp15.400 per kg, atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelumnya Rp15.250 per kg pada 19/6/2026.
"Sementara untuk komoditas lainnya harganya masih relatif stabil," tuturnya.
2. Petani dan peternak masih rugi

Menurutnya, dari hasil pemantauan sebagian harga cabai hijau dan daging ayam ditransaksikan dengan harga murah.
"Jika dibandingkan harga pokok produksi ditambah margin serta biaya logistik, petani maupun peternak sejauh ini masih mengalami kerugian dengan realisasi harga tersebut," ungkapnya.
3. Ada dua faktor tekanan harga

Dia menyebutkan, ada dua faktor utama yang membuat harga kebutuhan pokok masyarakat cenderung sulit naik belakangan ini, yaitu Demand melemah di bulan Muharam. Budaya masyarakat Jawa yang beragama Islam cenderung tidak banyak melakukan aktivitas pesta selama bulan ini, sehingga permintaan pangan menurun.
Selain itu juga musim liburan sekolah membuat dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak yang tidak beroperasi. Dari hasil pemantauan di lapangan, banyak dapur yang sementara berhenti operasional. Akibatnya, demand untuk sejumlah kebutuhan pangan melemah dan membuat harga kebutuhan pokok sulit naik.


















