Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belum Ada Penurunan Aktivitas Vulkanik Sinabung, Warga Diminta Waspada
Dua warga mengabadikan Gunung Sinabung menggunakan gawai pintar dari kawasan Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Rabu (2/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Gunung Sinabung di Kabupaten Karo masih mengeluarkan asap abu-abu dan hujan abu tipis pada 2 September 2026, meski aktivitas warga di Namanteran tidak terganggu.
  • PVMBG menyatakan Sinabung tidak lagi erupsi, tetapi asap, titik api, dan gempa tremor masih terus teramati sehingga pemantauan tetap dilakukan.
  • Aktivitas vulkanik dan kegempaan belum menurun sejak erupsi besar 31 Agustus 2026; warga diminta tetap waspada karena magma tinggi dan sebaran kabut dapat berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Aktivitas vulkanik masih terjadi di Gunung Api Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Rabu (2/9/2026). Pantauan IDN Times dari kawasan Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Sinabung masih memuntahkan asap berwarna abu-abu.

Hujan abu tipis pun jatuh di kawasan Namanteran dan sekitarnya. Namun hujan abu tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sana.  Beberapa kali, puncak Sinabung juga terpantau tertutup kabut.

Sementara itu,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, Gunung Api Sinabung tidak lagi mengalami erupsi. Hal itu dikatakan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Republik Indonesia (RI), Rita Susilawati, Rabu (1/9/2026).

"Mulai hari ini Gunung Api Sinabung tidak ada erupsi, tetapi kita amati terus masih ada asap dan titik api juga. (gempa) tremor masih teramati terus menerus,” ujar Rita.

Namun kata Rita, belum ada penurunan aktivitas vulkanik dari Sinabung. “Kalau menurut para ahli, bahwa ini baru awal, setelah empat tahun berhenti erupsi. Oleh karena itu perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat," katanya.

Dari sisi aktivitas kegempaan, Sinabung juga belum menunjukkan penurunan sejak erupsi besar pada Senin (31/8/2026). Kekuatan gempa terpantau meningkat sejak pukul 08.00 WIB. Ini ditandai dengan munculnya asap tebal dengan warna gelap.

"Magma vulkaniknya cukup tinggi dibandingkan pada level masih Waspada. Jangkauan kabutnya ke sektor Selatan ke Timur Laut. Tapi ini masih bisa berubah ubah," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article