Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Belanja Masyarakat Turun, Pedagang Lauk Memilih Tutup Lapak Sementara

ilustrasi mengiris cabai hijau (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
ilustrasi mengiris cabai hijau (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
Intinya sih...
  • Harga daging berpeluang untuk alami koreksi terbatas hingga sepekan jelang Idul Fitri nantinya
  • Harga cabai hijau sudah anjlok sekitar 50 persen
  • Harga kebutuhan lainnya seperti sayur-sayuran juga terpantau bergerak stabil
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Belanja masyarakat diprediksi akan kembali turun setelah awal Ramadan dilalui. Dari hasil pengamatan di lapangan, pada awal Ramadan ini sejumlah pedagang lauk seperti daging ayam dan daging sapi sebagian lebih memilih untuk menutup lapaknya sementara. Hal ini dilakukan setelah terjadi lompatan konsumsi yang tajam untuk kebutuhan daging dimulai dari hari Jumat pekan lalu hingga hari Selasa (18/02/2026).

Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging sapi di Kota Medan relatif stabil dikisaran Rp143 ribu hingga Rp151 ribu per Kg. Sementara untuk daging ayam di kota medan relatif stabil dikisaran level 45.500 per Kg. Kedua komoditas tersebut memang terpantau tidak berubah dibandingkan dengan harga di hari Rabu (19/2/2026).

1. Harga daging berpeluang untuk alami koreksi terbatas hingga sepekan jelang Idul Fitri nantinya

lidah sapi goreng cabai hijau (pexels.com/Valeria Boltneva)
lidah sapi goreng cabai hijau (pexels.com/Valeria Boltneva)

Kedua harga komoditas tersebut masih terbilang mahal. Seiring dengan proyeksi penurunan konsumsi setelah awal Ramadan, kedua harga daging tersebut berpeluang untuk alami koreksi terbatas hingga sepekan jelang Idul Fitri nantinya. Hal yang sama juga terjadi pada harga komoditas lainnya, dimana harga cabai merah di kota medan rata-rata stabil di harga Rp35.500 per Kg.

"Namun, dari hasil pengamatan langsung di sejumlah daerah di Deli Serdang. Harga cabai merah anjlok cukup dalam. Di Pasar tradisional tanjung morawa, harga cabai merah dijual Rp23 ribu per Kg, turun dari posisi sebelumnya sekitar Rp33 ribu per Kg. Selanjutnya cabai rawit juga turun dikisaran level Rp27 ribu per Kg, dari posisi sebelumnya Rp29 ribu per Kg," ungkap pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin.

2. Harga cabai hijau sudah anjlok sekitar 50 persen

ilustrasi cabai hijau (unsplash.com/Wanasanan Phonnaun)
ilustrasi cabai hijau (unsplash.com/Wanasanan Phonnaun)

Lanjutnya, disusul kemudian harga cabai hijau terpuruk ke level Rp15 ribu per Kg, meskipun cukup stabil dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya. Namun, kondisi harga cabai hijau sudah anjlok sekitar 50 persen jika dibandingkan dengan harga pada 9 Februari 2026 yang sempat berada dikisaran Rp30 ribu per Kg.

Demikian juga cabai caplak, turun dikisaran Rp50 ribu per Kg dari sekitar Rp70 ribu per Kg pada hari selasa lalu. Harga cabai yang turun diproyeksikan hanya terjadi sementara, karena kondisi belanja masyarakat akan kembali normal nantinya di H+3.

3. Harga kebutuhan lainnya seperti sayur-sayuran juga terpantau bergerak stabil

Ilustrasi banyak makan sayur dan buah usai makan daging berlemak (pexel.com/Viktoria  Slowikowska
Ilustrasi banyak makan sayur dan buah usai makan daging berlemak (pexel.com/Viktoria Slowikowska

Selebihnya, harga kebutuhan lainnya seperti sayur-sayuran juga terpantau bergerak stabil. Untuk komoditas seperti minyak goreng curah, beras dan gula pasir juga masih stabil.

"Bahkan untuk komoditas gula pasir dan minyak goreng curah berpeluang turun harga ditengah konsumsi kedua komoditas tersebut yang alami peningkatan selama Ramadhan hinga Idul Fitri," ujar Gunawan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Jadi Tersangka, Eks Kadis Pertanian Binjai Merasa Dikriminalisasi

19 Feb 2026, 17:23 WIBNews