Medan, IDN Times – Belum juga reda kemarahan publik karena harus mengantre panjang untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Antrean masih jamak terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan hingga Rabu (15/7/2026).
Sampai saat ini juga Pertamina tidak memberikan penjelasan lengkap, apa sebenarnya penyebab kelangkaan BBM. Padahal mereka mengklaim, stok BBM dalam kondisi aman.
Banyak pihak mendesak agar Pertamina jujur kepada publik. Sehingga publik mendapatkan penjelasan yang jernih. Ketua Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi Siregar mengatakan transparansi dinilai penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat serta dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem distribusi energi nasional.
