Angkringan Kopibu Medan, Sajikan Masakan 'Senikmat Buatan Ibu'

Medan, IDN Times - Kopibu, salah satu angkringan di Kota Medan yang beda dari yang lain. Sebab, angkringan ini memiliki cerita dan menu kulinernya yang menarik lidah para anak tongkrongan.
Angkringan Kopibu memiliki hastag yaitu Senikmat Buatan Ibu, yang dimiliki oleh 3 orang pria muda asal Rantau Prapat memilih merantau di Kota Medan untuk mencoba keberuntungan bisnis melalui angkringan.
Ketiga pemuda ini bernama Rizki Arwan Lubis, Zandri Faldi, dan Rizki Aulia Ramadhan Rambe.
Rizki Arwan Lubis salah satu inisiasi atau pemilik angkringan ini menjelaskan bahwa, bisnis angkringan yang dibukanya bersama teman-temannya tidak semata hanya diberi penamaan Kopibu saja. Namun, ada cerita yang menginspirasi mereka untuk berbisnis.
"Inspirasinya itu sebenarnya Indomie sate ini sudah ada dan sudah lama tapi di kampung kami, tepatnya di Rantau Prapat. Kemudian merantau ke Medan, Zandri dan saya," katanya membuka cerita pada IDN Times.
'Di kampung, saya dan Zandri jualan sate ketepatan dia orang Minang dan orangtuanya jual sate Padang, dan saya jual mie rebus. Memang memiliki basic jualan," sambungnya.
Namun, untuk Rizki Aulia Ramadhan Rambe ini memang menjadi penikmat dan pecinta kopi untuk bergabung dengan dua temannya.
1. Rizki pergi ke Brunei dan Zandri tetap berjualan sate dipinggir jalan

Selang beberapa waktu, Rizki berhalangan karena ada kerjaan lain tapi Zandri masih tetap berjualan dan dia kemudian bereksperimen.
"Bermula dari begadang sambil nonton bole, jadi dia masak dan eksperimen kuah sate Padang tadi dimasukkan ke mie instan ternyata rasanya dapat dan enak. Eksperimen ada beberapa kali," ungkap Zandri Faldi.
Dia menjelaskan awalnya hanya ingin memberikan yang berbeda dari yang lain. Sehingga, ia mencoba dirumah dan merasakan sendiri hasil masakannya yang diraciknya sendiri. Lalu, dia mencoba untuk membuatnya kembali saat nongkrong dengan teman-temannya.
Rizki dan Zandri memang hidup dengan kemandirian berjualan. Mereka pernah berjualan di kafe seperti food court di kampung mereka, tapi karena kafenya tutup jadi mereka memilih masing-masing.
"Aku jadi jual sate dipinggir jalan. Disitu mulai eksplor, awal-awal cari rasa yang pas dilidah agak sulit juga sekitar 3 bulanan proses eksplornya dan akhirnya dapat rasa yang pas sama banyak lidah. Pas lihat-lihat ternyata ada juga yang buat begini, tapi gak di Medan adanya di Jogja," jelas Zandri.
2. Berawal dari kuliah di Medan dan kembali pulang untuk merawat ibu

Rizki menceritakan kisah hidupnya sama dengan Zandri. Keduanya sudah tidak memiliki seorang ibu. Sehingga nama tongkrongan ini diberi nama Kopibu.
"Kami awalnya kuliah di Medan, tapi berhalangan saya pulang lebih awal karena merawat ibu saya yang sedang sakit dan sudah takdirnya ibu saya meninggal dunia. Jadi, saya gak kembali ke Medan karena kemaren fokusnya merawat ibu.
Zandri juga demikian, harus pulang merawat ibunya yang sedang sakit dan ibunya juga meninggal. Akhirnya kuliah tidak selesai
Rizki kuliah di Panca Budi dan Zandri di UINSU. Keduanya teman sejak SMA dan punya keinginan berjualan atau bisnis bersama.
Setelah Rizki tidak lagi jualan karena food court tutup, sehingga mencari kerja sana sini hingga akhirnya ke Brunei Darussalam sekitar hampir 2 tahun. Tapi, Zandri tetap fokus jualan.
"Setelah dari Brunei Darussalam hampir 2 tahun lamanya, balik lagi kemari, saya ajak Zandri untuk bareng berbisnis di Medan. Ketepatan ada satu teman lagi dia mau buka kopi dan kopi ini menjadi satu hal baru buat kami dan teman dekat kami juga punya satu visi yang sama. Akhirnya bertigalah kami join. Tapi, memang karena dasarnya dari kisah itu tadi makanya kami angkat namanya Kopibu. Nama ini tercipta bukan semata-mata karena hanya nama saja tetapi karena ada cerita kami. Filosofi dari nama Kopibu itu alkisah," ungkapnya.
3. Untuk pertama kali menu kuliner mie instan dengan kuah sate Padang

Sebagai anak laki-laki yang ingin membanggakan ibunya, inilah apresiasi mereka.
Mereka mengakui bahwa buatannya menggunakan cinta, dan penuh perjuangan. "Inilah yang terjadi. Meski masih sederhana tapi ini perjuangan kami," tuturnya.
Untuk menu kulinernya yaitu, Indomie kuah padang. "Kami buat namanya itu Mie Nyemek Kuah Padang. Ini untuk pertama kalinya," ucapnya Zandri.
Dia mengatakan di Medan ada, namun hanya disiram pakai kuah sate. Gak ada diolah-olah lagi. Sengaja dibuat mie tersebut sedikit ada kuah karena ingin mie nyemek karena ada sedikit kuah.
Kemudian juga ada makanan lain seperti kentang, sosis, dan nantinya akan ada variasi lain sate daging atau sate kambing.
"Setiap hari habis, porsi sekitar puluhan porsi," ujarnya.
Angkringan ini dibuka pada saat bulan Januari 2026. Buka mulai 19:30 WIB sampai habis. Berlokasi di jalan Rotan, tepatnya depan rumah makan Uni Emi.
Kopibu ini menawarkan berbagai menu-menu andalannya seperti kopi gula aren, es Kopibu, karamel, sanger, coklat, matcha, lemon, leci, dan lainnya.








![[BREAKING] Dua WN Thailand Kasus Sabu 1,9 Ton Kapal Sea Dragon Divonis Hari ini](https://image.idntimes.com/post/20260221/upload_008f7477179890b31c8c37cca8bd5b9b_a9b4324c-4ac0-4a0d-ae21-8b0b9c8b58c0.jpg)





![[BREAKING] Solar Habis di Beberapa SPBU di Medan, Menteri Bahlil Dikecam](https://image.idntimes.com/post/20260305/upload_ced4453fdda6f880f8a897a31684ba96_86426eae-4fac-4c07-9363-ef7088807346.jpeg)



