Warga Khawatir Gunakan Kereta Api, KAI Pastikan Sesuai Standar

- Banyak warga Medan merasa khawatir naik kereta api setelah insiden kecelakaan di beberapa daerah, termasuk tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur.
- KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan seluruh operasional kereta dijalankan sesuai standar keselamatan tinggi, dengan petugas bersertifikat dan pengawasan rutin terhadap sarana serta prasarana.
- Langkah preventif terus diperkuat melalui penyiagaan Petugas Penjaga Lintasan dan sistem keamanan berlapis untuk memastikan perjalanan aman serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api.
Medan, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara sesuai dengan standar keselamatan yang tinggi.
Sehingga, masyarakat tidak perlu merasa khawatir meski dalam beberapa waktu terakhir terjadi insiden transportasi di beberapa wilayah.
1. Masyarakat merasa khawatir menggunakan kereta api

Hal ini mengingat banyaknya masyarakat yang khawatir untuk menggunakan Kereta Api, karena beberapa kecelakaan yang terjadi. Salah satunya tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur.
Salah satu warga Medan, Karin menyatakan ada rasa khawatir saat ini untuk menggunakan Kereta Api.
"Agak merasa was-was naik kereta api sekarang. Mungkin, karena melihat berita tabrakan di Bekasi itu," katanya pada IDN Times.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Rifal warga Medan yang biasa pulang ke halaman kampung mengunakan kereta api menuju Tebing Tinggi.
"Sekarang paling menggunakan bus, nanti kalau udah gak takut saya naik kereta api lagi," ucapnya.
2. KAI Divre I Sumut melakukan pengawasan ketat terhadap infrastruktur di lapangan

Sementara itu, Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk tetap menggunakan jasa transportasi kereta api. Seluruh aspek operasional didukung oleh sistem keamanan yang berlapis dan personel yang andal.
"Seluruh perjalanan kereta api dioperasionalkan oleh petugas-petugas yang kompeten dan ahli di bidangnya. Kompetensi ini dibuktikan dengan sertifikasi resmi yang wajib dimiliki oleh setiap petugas, mulai dari Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), hingga petugas perawatan baik di bagian sarana maupun prasarana," ujar Anwar.
Selain faktor sumber daya manusia, KAI Divre I Sumut juga melakukan pengawasan ketat terhadap infrastruktur di lapangan. Perawatan sarana dan prasarana perkeretaapian dilakukan secara rutin dan terjadwal guna menjaga kualitas serta keandalan jalur rel maupun rangkaian kereta.
3. Langkah-langkah preventif terus diperkuat, termasuk penyiagaan Petugas Penjaga Lintasan

Anwar menambahkan bahwa dedikasi dan komitmen para insan KAI adalah prioritas utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Langkah-langkah preventif terus diperkuat, termasuk penyiagaan Petugas Penjaga Lintasan (PJL) yang sigap dalam mengamankan perjalanan di titik-titik krusial.
"Kami memahami adanya kekhawatiran yang muncul, namun kami meyakinkan masyarakat bahwa keselamatan adalah harga mati dalam setiap operasional. Dengan pengawasan ketat dan sistem yang teruji, kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api," tambahnya.
KAI Divre I Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
"Mari terus dukung transportasi publik yang aman. Kereta api tetap menjadi solusi perjalanan yang andal karena kami bekerja dengan hati dan kompetensi untuk memastikan setiap penumpang tiba di tujuan dengan selamat. Keselamatan Anda adalah amanah bagi kami," pungkas Anwar.

















