Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Dokter Disekolahkan Jadi Spesialis untuk Perkuat RSUD Nias Barat

dokter
ilustrasi dokter (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Nias Barat, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan lima dokter untuk melanjutkan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) guna memperkuat layanan kesehatan di RSUD Pratama Nias Barat. Langkah ini dilakukan seiring peningkatan status rumah sakit tersebut dari kelas D menjadi kelas C.

Penguatan sumber daya manusia dinilai krusial agar peningkatan infrastruktur rumah sakit berjalan seimbang dengan kesiapan tenaga medis. Nantinya, para dokter spesialis itu akan bertugas menangani penyakit dengan angka kematian tertinggi di wilayah tersebut.

Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan pihaknya telah membahas kebutuhan jangka menengah dan panjang bersama Pemerintah Kabupaten Nias Barat.

“Kami sudah membahas ini dengan Pak Bupati, jangka menengah dan panjang. Sekarang kita sedang menyekolahkan lima dokter untuk mengambil spesialis dan akan ditempatkan di sini, ditambah ada dua yang mandiri,” kata Bobby Nasution usai meninjau pembangunan RSUD Pratama Nias Barat di Jalan Budi Utomo, Desa Onolimbu, Nias Barat, Kamis (12/2/2026).

1. Fokus tangani penyakit dengan angka kematian tertinggi

ilustrasi batu ginjal pada ginjal manusia
ilustrasi dokter menunjukan kondisi batu ginjal pada ginjal manusia (istockphoto.com/ericsphotography)

Lima dokter yang menerima beasiswa akan mengambil spesialisasi untuk menangani penyakit stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta kasus kematian ibu dan anak. Penyakit-penyakit tersebut menjadi perhatian karena berkontribusi besar terhadap angka kematian.

Dengan kehadiran dokter spesialis, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan lanjutan.

2. RSUD Pratama Nias Barat naik dari kelas D ke C

ilustrasi dokter spesialis
ilustrasi dokter spesialis (unsplash.com/Husien Bisky)

RSUD Pratama Nias Barat menjadi salah satu rumah sakit yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) nasional. Pemerintah pusat melakukan pembenahan infrastruktur, termasuk pembangunan gedung tiga lantai dan pelengkapan fasilitas penunjang.

Bobby memastikan progres pembangunan masih sesuai rencana meski sebelumnya sempat terkendala distribusi akibat banjir dan longsor.

“Belum ada deviasi, belum ada minus, jadi penambahan yang ada di adendum bisa dikejar dan bisa diselesaikan tepat waktu,” kata Bobby Nasution.

3. Ke depan warga tak perlu lagi dirujuk ke Gunungsitoli

Ilustrasi dokter spesialis bedah melakukan operasi kaki di ruang operasi. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Ilustrasi dokter spesialis bedah melakukan operasi kaki di ruang operasi. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Selama ini, warga Nias Barat harus menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju RSUD dr. M. Thomsen Nias di Gunungsitoli untuk mendapatkan layanan penyakit kronis.

Salah seorang pasien, Herman Halawa, mengaku bersyukur jika rumah sakit di daerahnya segera dilengkapi dokter dan peralatan medis memadai.

“Syukur kali kalau nanti sudah selesai, dokternya, alatnya ada, jadi tidak perlu kami ke Gunungsitoli lagi yang jaraknya dua jam dari sini. Sampai sana pun belum tentu langsung dilayani karena sering mengantre,” kata Herman.

Share
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Ramadan Fair Medan akan Kembali Digelar, Catat Tanggalnya

13 Feb 2026, 17:00 WIBNews