Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
20 Siswa SMAN 1 Lubuk Pakam Keluhkan Sakit Perut, SPPG Diminta Uji Lab
Menu MBG pada hari Senin 31 Agustus 2026 untuk SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Deli Serdang (Dok. KPPG Medan)
  • Sebanyak 20 siswa kelas 12 SMAN 1 Lubuk Pakam mengeluhkan sakit perut, mendapat penanganan di UKS, lalu dipulangkan karena kegiatan belajar tidak memungkinkan dilanjutkan.
  • Sekolah menyatakan keluhan muncul sebelum pembagian Makan Bergizi Gratis; penyebab belum dipastikan karena siswa tidak muntah dan riwayat makanan sebelumnya masih ditelaah.
  • SPPG mengirim sampel menu nasi putih ayam gulai untuk uji laboratorium serta menanggung biaya pengobatan; tujuh siswa masih mengalami sakit perut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
malam hari jam 02.30 WIB

Sejumlah siswa mulai merasakan sakit perut.

pukul 09.00 WIB

MBG biasanya tiba di SMA Negeri 1 Lubuk Pakam.

sekitar pukul 9 sampai 10 pagi

Siswa satu per satu masuk UKS dengan keluhan sakit perut sebelum menerima MBG.

pukul 14.30 WIB

Keluhan sakit perut dilaporkan muncul. Sekolah menangani 20 siswa di UKS dan meminta orang tua menjemput mereka.

kini

Tujuh siswa masih mengeluhkan sakit perut. Sekolah dan SPPG menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebabnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 20 siswa SMAN 1 Lubuk Pakam mengeluhkan sakit perut. Tujuh siswa masih mengalami keluhan, sementara sampel makanan MBG telah dikirim untuk uji laboratorium.
  • Who?
    Para siswa, terutama kelas 12, Kepala SMAN 1 Lubuk Pakam Fazli Mirwan, serta Kepala SPPG Haru Raya 1 dan 2 Heriyanto terlibat dalam penanganan kejadian.
  • Where?
    Keluhan terjadi di lingkungan SMAN 1 Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Siswa ditangani di ruang Usaha Kesehatan Siswa dan sebagian menjalani pengobatan di klinik.
  • When?
    Keluhan dilaporkan pada Selasa, 1 September 2026. Siswa mulai datang ke UKS sekitar pukul 09.00–10.00 WIB, sementara keluhan sakit perut disebut muncul sejak sekitar pukul 02.30 WIB.
  • Why?
    Penyebab pasti sakit perut masih menunggu hasil uji laboratorium. Sekolah menyatakan siswa belum menerima MBG saat mulai mengeluhkan sakit perut, dan belum ada kepastian sumber keluhan.
  • How?
    Sekolah memberi pertolongan melalui perawat UKS dan meminta orang tua menjemput 20 siswa. SPPG menyatakan menanggung biaya pengobatan klinik serta mengirim sampel makanan untuk diperiksa laboratorium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada 20 murid SMAN 1 Lubuk Pakam yang sakit perut. Mereka dibawa ke UKS, lalu dijemput orang tua. Sekolah bilang makanan gratis hari itu aman karena murid sakit sebelum makan. SPPG akan bayar obat dan menguji makanan di lab. Sekarang masih ada 7 murid yang sakit perut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons sekolah dan penyedia makanan menunjukkan perhatian terhadap keselamatan siswa: pertolongan awal segera diberikan, orang tua dilibatkan ketika kondisi belajar tidak memungkinkan, sementara SPPG menyatakan menanggung biaya pengobatan dan mengirim sampel makanan ke laboratorium. Penelusuran penyebab juga dilakukan secara hati-hati karena MBG hari itu telah diperiksa aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Deli Serdang, IDN Times – Sebanyak 20 siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam mengeluhkan sakit perut pada Selasa (1/9/2026) pagi kemarin. Pihak sekolah langsung memberikan pertolongan pertama di Usaha Kesehatan Siswa (UKS) dan memulangkan siswa yang bersangkutan.

Kepala SMA Negeri 1 Lubuk Pakam, Fazli Mirwan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, keluhan muncul saat itu sejak pukul 14.30 WIB.

"Anak-anak tadi di UKS. Sudah kami tangani lewat perawat kami. Kami tanya apa keluhannya? Sakit perut katanya malam hari (Rabu) jam 02.30 WIB. Maka kami melakukan penanganan," ungkap Fazli kepada IDN Times, Kamis (3/9/2026).

1. Penyebab masih ditelaah

Menu MBG pada hari Senin 31 Agustus 2026 untuk SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Deli Serdang (Dok. KPPG Medan)

Fazli menjelaskan, siswa yang mengeluh rata-rata duduk di kelas 12. Keluhan yang sama dirasakan sekitar 20 orang, namun tidak ada yang sampai muntah. "Siswa satu persatu masuk UKS sekitar pukul 9 sampai 10 pagi. Pada jam tersebut mereka belum diberi Makan Bergizi Gratis (MBG)," katanya.

Dia menegaskan, penyaluran MBG pada hari itu dinyatakan aman. Pihak sekolah juga belum dapat menyimpulkan penyebab pasti keluhan siswa.

"Kita kan tidak tahu mereka makan apa semalam. Karena situasi yang tidak memungkinkan untuk lanjut belajar, sebanyak 20 siswa kami suruh orangtuanya menjemput. Sudah kami tangani, karena takut juga kami dehidrasi dan sebagainya," rinci Fazli.

2. SPPG diminta bertanggung jawab dan uji laboratorium

Menu MBG pada hari Senin 31 Agustus 2026 untuk SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Deli Serdang

Sebagai langkah cepat, pihak sekolah memanggil Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok MBG ke sekolah."Sudah dikoordinasikan. Kami panggil ke sekolah pihak SPPG. Mereka datang, dan mau uji lab untuk memastikan," jelas Fazli.

Kepala SPPG Haru Raya 1 dan 2, Heriyanto, menyatakan bertanggung jawab atas biaya pengobatan siswa di klinik. Ia juga mengaku telah mengirim sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

"9 sekolah menunya sama, nasi putih ayam gulai. Tapi yang jelas kita bertanggung jawab. Kalau untuk sampel, sudah kita kirim dan kita tunggu apa hasilnya," kata Heriyanto.

Heriyanto mengaku heran karena 8 sekolah lain yang menerima menu sama dari dapurnya tidak ada keluhan serupa.

3. Kini 7 siswa masih sakit

Ilustrasi makan bergizi gratis. (IDN Times/Aditya Pratama)

Saat ini, tercatat masih ada 7 siswa yang mengeluhkan sakit perut. Di SMA Negeri 1 Lubuk Pakam terdapat 1.200 penerima MBG. MBG biasanya tiba di sekolah pukul 09.00 WIB dan tetap dibagikan pada hari kejadian setelah dipastikan aman.

"Kami cek tadi pagi aman saja. Imbauan untuk anak-anak ya mereka kan belum terdeteksi keseluruhan, jaga dirilah. Lingkungan sekarang kan wabah penyakit banyak. Siapa tahu penyakitnya dari lingkungan," ujar Fazli.

Pihak sekolah dan SPPG masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keluhan puluhan siswa tersebut.

Editorial Team

Related Article