Sumut Masih Kekurangan Dokter, Ini Janji Bobby dan Edy

Medan, IDN Times - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumut 01 Bobby Nasution-Surya dan paslon 02 Edy Rahmayadi-Hasan memaparkan gagasannya soal layanan kesehatan.
Dalam tema tersebut, moderator membaca bahwa standar World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia tentang rasio pelayanan publik menyarankan minimal 1 dokter per 1.000 penduduk. Sementara, di wilayah Sumut pada tahun 2023 rasio dokter berbanding penduduk hanya mencapai 0,69 persen per 1.000 penduduk dan masih minim keberadaan dokter spesialis didaerah-daerah.
Pertanyaannya adalah, bagaimana strategi Paslon dalam mengatasi persoalan tersebut, diberi durasi 2 menit masing-masing Paslon.
Edy menyebutkan bahwa dokter umum di Sumut tercatat saat ini sebanyak 5.874 orang, dan dokter spesial 619 orang.
“Untuk memenuhi kebutuhan yang penduduk kita kurang lebih adalah 16 juta pastinya kita akan meneruskan pendidikan yang paling utama,” ucapnya.
“Yang kedua menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) talenta-talenta anak muda. Tapi pastinya anak muda yang berkualitas, menjadikan tenaga-tenaga kesehatan untuk mencukupi kebutuhan rakyat Sumatera Utara yang kita sama-sama merasakan hal ini, ini yang perlu saya sampaikan dan kita harus bekerjasama baik dunia pendidikan, pemimpin yang ada di Sumatera Utara ini bekerjasama dengan Bupati dan Wali Kota menyiapkan tenaga-tenaga yang handal untuk memenuhi kebutuhan ini. Kita punya data bertambah setiap tahunnya, tapi pertumbuhan penduduk juga belum kita perhitungkan yang benar,” tambah Edy.
Bobby pun menanggapi tentang kekurangan dokter di Sumut. Menurutnya, kebutuhan dokter umum ada 1.000 dokter, sedangkan untuk kebutuhan dokter spesialis kurang lebih ada 400 di Sumut.
Paslon nomor urut 01 ini berjanji jika nanti pemimpin Sumatera Utara, akan bekerjasama dengan kampus di Sumut dengan meminta dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) untuk ke daerah-daerah. Dicontohkannya, bahwa kini di Kepulauan Nias masih hanya ada 1 dokter spesialis.
"Oleh karena itu kita akan beri insentif kepada dokter-dokter PPDS kita punya anggaran, jangan anggaran dibawa ke mana-mana. Oleh karena itu, kita akan panggil seluruh anak-anak yang ada di Sumut ini,” kata Bobby.
Sementara, Edy menanggapi yang disampaikan Bobby dalam perbandingan dokter dengan populasi Sumut yaitu 1.000 rakyat seyogyanya 1 dokter spesialis. Merujuk angka kebutuan dokter seperti itu, menurutnya wilayah Sumatera Utara kurang banyak dokter.
"Kita hanya punya 4.314 dokter spesialis dibandingkan dengan penduduk yang kurang lebih 16 juta, tetapi ada dokter umum kita 5.874 dokter.
Sehingga, menurut Edy persoalan adalah harus mengejar jumlah kebutuhan dokter di Sumut.
"Tetapi, untuk menyiapkan sampai kepedalaman-pedalaman kita siapkan dokter-dokter terbang untuk melayani rakyat kita," kata Edy.
"Yang kedua, kita menyiapkan kendaraan bus kita jadikan Mobile untuk membantu rakyat kita. Itu yang menjadi jawaban kita. Bukan berbicara berapa jumlah dan berapa yang bisa dilakukan. Kesiapan Sumatera Utara ini harus kita kerjakan kolaborasi semua dari tenaga pendidik dengan pengusaha dan seluruh rakyat san menyiapkan beasiswa dalam rangka mengejar kekurangan para dokter-dokter kita," ucapnya menutup debat terkait pelayanan kesehatan di Medan

















