Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Soal Banjir, Wapres Ma’ruf Singgung Bentuk Rumah Penduduk

Soal Banjir, Wapres Ma'ruf Singgung Bentuk Rumah Penduduk
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Share Article

Medan, IDN Times – Sejumlah daerah di Indonesia masih menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Apalagi di saat musim penghujan.

Salah satu banjir yang menjadi sorotan terjadi di Sintang, Kalimantan Barat. Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyebut penyebab banjir di sana karena kerusakan lingkungan yang terjadi selama puluhan tahun.

Sekitar 33 ribu jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Mereka berasal dari sembilan kecamatan yang terdampak banjir sejak 21 Oktober 2021. Sementara total jumlah populasi terdampak sebanyak 29.623 KK atau 88.148 jiwa. Masyarakat terdampak ini tersebar di 12 kecamatan.

Tak terkecuali di Sumatra Utara. Beberapa daerah juga masih jadi 'langganan' banjir. Seperti di Sergai, Tebing Tinggi hingga Kota Medan.

1. Wapres Ma'ruf tegaskan Pemda bisa lakukan langkah mitigasi

sejumlah warga berjalan menerobos Jalan Lintas Melawi yang terendam banjir di Ladang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (12/11/2021). (ANTARA FOTO/Abraham Mudito)
sejumlah warga berjalan menerobos Jalan Lintas Melawi yang terendam banjir di Ladang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (12/11/2021). (ANTARA FOTO/Abraham Mudito)

Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam kunjungannya di Medan mengingatkan agar seluruh pemerintah di daerah cepat tanggap melakukan antisipasi dan mitigasi.

“Sehingga bila kita menghadapi bencana bisa lebih awal mengantisipasi. Karena ini, bencana ini selalu hadir di saat-saat sekarang. Seperti sekarang di ramalkan BMKG lebih awal datangnya dengan curah hujan yang lebih besar," kata Ma'ruf kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Sumut, Rabu (17/11/2021).

Ma'ruf juga mengungkapkan setiap bencana alam di Indonesia menjadi catatan dan evaluasi bagi pemerintah pusat untuk dilakukan penanganan dan penanggulangan bencana dengan berkordinasi Pemda.

"Mengenai banjir sebagai bahan evaluasi terkait banjir. Imbauan kita seperti apa kita meminta Pemda agar siap mencari antisipasi dan memitigasi dan mencarikan jalan supaya tingkat bahayanya itu atau bencana itu tidak terlalu besar," jelas Ma'ruf.

2. Ma'ruf sudah minta jajarannya lebih tanggap dalam penanganan bencana

Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rahmat)

Ma’ruf juga sudah mengingatkan Kementerian Sosial untuk lebih tanggap dalam penanganan bencana. Sehingga dampak bencana bisa diperkecil.

Saya juga sudah minta menteri sosial,  sedini mungkin mengantisipasi daerah daerah yang terkena banjir, dan daerah menganggarkan itu dana untuk penanggulangan bencana, dan banyak hal tentu yang harus dilakukan.

3. Ma'ruf juga menyinggung soal bentuk rumah hingga mengungsi

Wapres Ma'ruf Amin pimpin rapat penanggulangan miskin ekstrem di NTT (Dok. Setwapres)
Wapres Ma'ruf Amin pimpin rapat penanggulangan miskin ekstrem di NTT (Dok. Setwapres)

Mantan Ketum MUI itu juga sempat menyinggung soal bentuk rumah masyarakat. Dia menilai bentuk rumah juga bisa disesuaikan untuk memitigasi bencana.

"Maka yang kita harapkan itu bagaimana memperkecil dampak bencana pada masyarakat. Misalnya mengungsi atau harus siap bentuk rumahnya seperti apa agat tidak kebanjiran atau dipindahkan di daerah tinggi. Sehingga tidak ada korban jiwa," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More

Apa Itu Inflasi? Ini Cara Memahaminya yang Wajib Dipahami Gen Z

28 Jun 2026, 08:00 WIBNews