Potensi Hujan Masih Terus Terjadi di Sumut Sepekan ke Depan

Medan, IDN Times – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terus terjadi di wilayah Sumatra Utara dalam sepekan ke depan. Hal ini berdasar prediksi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan.
Prakirawan BBMKG Medan Nensy Nindy Tambunan di Medan menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat itu.
1. Ada pergerakan bolak-balik gelombang atmosfer dari Barat ke Timur

Kata Nensy dilansir ANTARA, potensi hujan ini disebabkan oleh pergerakan bolak-balik atau osilasi gelombang atmosfer dari barat ke timur sepanjang garis khatulistiwa yang dikenal dengan istilah MJO (Madden Jullian Oscillation) sedang berada pada FASE 2.
“Hal tersebut memberikan pengaruh terhadap peningkatan curah hujan di Sumut,” kata Nensy, Rabu (20/11/2024).
2. Ada pergerakan monsun timuran di wilayah Sumut

Berdasarkan analisis BMKG, potensi hujan juga dipengaruhi oleh angin monsun timuran yang sedang aktif terjadi di wilayah Sumut. Ini memberikan pengaruh terhadap terjadinya hujan di wilayah pesisir timur, termasuk kota Medan.
Kemudian terdapat pola angin siklonik di wilayah perairan barat Sumut, lanjut dia, dimana hal tersebut menyebabkan meningkatnya pertumbuhan awan dan terjadinya hujan khususnya di wilayah pesisir barat.
3. Waspadai angin kencang di daerah pegunungan

Untuk wilayah pegunungan, kata Nensy, publik juga harus mewaspadai hujan di daerah pegunungan. Hujan cenderung disertai angin kencang yang berasal dari pembentukan awan-awan konvektif, seperti awan Cumulonimbus.
Sementara itu, suhu udara diperkirakan berada pada rentang 14-33 derajat Celcius dengan kelembaban udara 73-99 persen dan angin berhembus dari tenggara - barat laut dengan kecepatan 03 – 11 km/jam.
"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Pantai Timur, Pegunungan dan Pantai Barat Sumut yang dapat berpotensi terjadinya banjir, longsor serta bencana hidrometeorologis lainnya," kata Nensy.


















