Pilkada Sumut: Bobby Sudah Didukung 8 Parpol Vs Edy Rahmayadi 1 Parpol

Medan, IDN Times - Menjelang hari pendaftaran Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk Pilkada Serentak 2024, semakin banyak partai politik yang memberikan arah dukungannya kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution.
Terbaru, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengusung pasangan Bobby Nasution dan Bupati Asahan, Surya untuk maju sebagai Bakal Pasangan Cagub dan Cawagub Sumut di Pilkada Sumut 2024.
Dokumen model B.1-KWK atau persetujuan partai politik tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2024).
Suami Kahiyang Ayu itu menyebut hingga saat ini ada sebanyak 8 partai politik yang sudah mengusung dirinya untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara.
"Total kemarin yang kita dapatkan kemarin diserahkan oleh Ketua Umum PSI kemarin, ada 8 partai," kata Bobby saat menghadiri acara PKB di hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2024).
1. Super Koalisi dengan kekuatan 73 kursi di DPRD Sumut

Berdasarkan data yang himpun IDN Times, sebelumnya Golkar, Gerindra, Nasdem, PAN, Demokrat, PKS dan PPP sudah lebih dulu menyatakan dukungan. Koalisi gemuk ini disebut "Super Koalisi".
Jika merujuk pada hasil Pemilu 2024, koalisi ini berkekuatan 73 kursi. Dengan rincian Golkar 22 kursi, Gerindra 13 kursi, Nasdem 12 kursi, PKS 10 kursi, PAN 6 kursi, Demokrat 5 kursi, PKB 4 kursi, PPP 1 kursi.
PDIP dengan kekuatan 21 kursi sudah resmi mengusung Edy Rahmayadi. Sedangkan partai yang belum menentukan arah adalah Hanura 5 kursi dan Perindo 1 kursi. Secara hitungan-hitungan, PDIP bisa mencalonkan sendiri. Secara tidak langsung potensi hanya muncul 2 paslon pada Pilgub Sumut.
2. PDIP Ingin lawan Politik Dinasti Jokowi

PDI Perjuangan resmi mendukung Edy Rahmayadi dalam pertarungan Pilgub Sumatra Utara 2024. Pengumuman resmi arah dukungan dilakukan dalam Apel Siaga PDI Perjuangan di Lapangan Astaka, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (10/8/2024).
PDI Perjuangan memerkenalkan Edy di hadapan belasan ribu massanya yang hadir. Kata Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komaruddin Watobun apel siaga ini digelar untuk memanaskan mesin partai jelang pertarungan Pilgub Sumut.
"Hari ini, apel satgas ya. Kita sudah melakukan hal yang sama di Yogyakarta, Solo, Surabaya dan sekarang di Sumut. Satgas dalam rangka Pilkada serentak," kata Komaruddin.
Dalam kesempatan itu, Komarudin menyindir tentang pelaksanaan Pileg dan Pilpres pada Pemilu 2024. Menurut dia, pemilu itu tidak dijalankan dengan baik. Dia tidak ingin, itu kembali terjadi pada Pilkada serentak.
"Sudah kita lewati Pileg Pilpres 2024 kemarin, tidak baik-baik saja," ucap Komaruddin.
Kata Komaruddin, PDI Perjuangan tengah melakukan perlawanan terhadap politik dinasti. Di Sumut, Edy Rahmayadi dinilai sebagai figur yang cocok melawan Muhammad Bobby Afif Nasution, menantu Presiden Joko Widodo.
"Reformasi memberikan ruang kepada semua orang untuk memberikan kesempatan yang sama. Sekarang ini, dibelokkan demokrasi keluarga, demokrasi oligarki, demokrasi dinasti, ini harus kita lawan," kata Komaruddin kembali.
3. Edy sebut dirinya buka tipe pengkhianat

Sampai saat ini baru PDI Perjuangan yang terang-terangan mendukung Edy dalam Pilkada Sumut 2024. Hanura dan Perindo masih menunggu keputusan DPP. Hanya tinggal menghitung hari, pendaftaran ke KPU akan dibuka pada 27-29 Agustus 2024.
Dalam pernyataannya, Edy menyentil soal pengkhianat. Dia pun menegaskan sebagai orang yang bukan penghianat.
"Yang paling terakhir, yakinkan saya bukan tipe orang pengkhianat. Selalu ingatkan saya, karena kita maju bersama dan kita besarkan negara ini bersama. Merdeka," pekiknya.



















