Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perdagangan 1,2 Ton Sisik Tenggiling, Polisi dan TNI Diduga Terlibat

Perdagangan 1,2 Ton Sisik Tenggiling, Polisi dan TNI Diduga Terlibat
Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani memegang sisik tenggiling saat konferensi pers di Kota Medan, Selasa (26/11/2024). Sisik tenggiling ini adalah hasil pengungkapan kasus yang melibatkan seorang sipil, seorang polisi dan dua prajurit TNI di Kabupaten Asahan dengan barang bukti total 1,2 ton. (IDN Times/Prayugo Utomo))

Medan, IDN Times – Pengungkapan kasus perdagangan sisik tenggiling (manis javanica) di Sumatra Utara beberapa waktu lalu, diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia. Barang bukti operasi gabungan pada 11 November 2024 mencapai 1,18 ton.

Sisik tenggiling ditemukan di dua lokasi di Kabupaten Asahan. Ada empat terduga pelaku yang ditangkap polisi. Mereka yakni seorang warga sipil berinisial AS (45), dua orang prajurit TNI MYH (46) dan RS (35) dan seorang personel kepolisian AHS (39).

Operasi pengungkapan ini melibatkan tim gabungan dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Sumatra, Polda Sumut dan Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) I/Bukit Barisan.

“Saya sampaikan, ini merupakan tangkapan terbesar berkaitan dengan perdagangan ilegal sisik tenggiling,” Kata Direktur Jenderal Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani dalam konferensi pers, di Medan, Selasa (26/11/2024).

1. Sisik tenggiling disita dari dua lokasi di Asahan

Petugas menunjukkan sisik tenggiling saat konferensi pers di Kota Medan, Selasa (26/11/2024). Sisik tenggiling ini adalah hasil pengungkapan kasus yang melibatkan seorang sipil, seorang polisi dan dua prajurit TNI di Kabupaten Asahan dengan barang bukti total 1,2 ton. (Saddam Husein for IDN Times)
Petugas menunjukkan sisik tenggiling saat konferensi pers di Kota Medan, Selasa (26/11/2024). Sisik tenggiling ini adalah hasil pengungkapan kasus yang melibatkan seorang sipil, seorang polisi dan dua prajurit TNI di Kabupaten Asahan dengan barang bukti total 1,2 ton. (Saddam Husein for IDN Times)

Operasi penindakan ini dilakukan setelah Balai Gakkum KLHK melakukan penyelidikan mendalam. MYH menjadi orang yang pertama ditangkap. Dari informasi yang dihimpun, MYH ditangkap saat hendak mengirimkan sisik tenggiling melalui bus umum.

Dari MYH, petugas menyita 320 kg sisik tenggiling yang siap kirim. Dari MHY, petugas melakukan pengembangan. Mereka menyambangi satu gudang di kawasan Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Sumatra Utara. Di sana petugas menemukan 21 karung berisi sisik tenggiling, seberat 860 Kg.

2. Peran para pelaku masih dipertanyakan

Tersangka kasus perdagangan sisik tenggiling MHY duduk di dalam ruangan steril usai konferensi pers di Kota Medan, Selasa (26/11/2024). MHY bersama dua prajurit TNI dan satu polisi diduga kompak melakoni perdagangan 1,2 ton sisik tenggiling di Kabupaten Asahan. (Saddam Husein for IDN Times)
Tersangka kasus perdagangan sisik tenggiling MHY duduk di dalam ruangan steril usai konferensi pers di Kota Medan, Selasa (26/11/2024). MHY bersama dua prajurit TNI dan satu polisi diduga kompak melakoni perdagangan 1,2 ton sisik tenggiling di Kabupaten Asahan. (Saddam Husein for IDN Times)

Hanya MHY yang dihadirkan dalam konferensi pers itu. Sementara itu, para aparat militer dan penegak hukum yang terlibat tidak dihadirkan.

Di kantor Balai Gakkum yang dijadikan lokasi konferensi pers juga tidak terlihat aparat dari Pomdam I/BB serta Propam Polri.

Hanya MHY yang sudah ditetapkan menjadi tersangka. Ridho pun tidak membeberkan soal peran MHY dalam kasus ini. Termasuk status hukum para terduga pelaku dari aparat militer dan penegak hukum. 

Ridho berdalih, mereka sedang menjalani proses hukum di masing – masing instansi. “Kasus ini masih dalam pengembangan,” kata Rasio Ridho.

3. Sekitar 5.900 ekor tenggiling dibunuh untuk 1 ton lebih sisik

Barang bukti sisik tenggiling hasil pengungkapan tim gabungan di Kabupaten Asahan awal November 2024. Seorang sipil, 1 polisi dan 2 prajurit TNI diduga terlibat dalam perdagangan 1,2 ton sisik tenggiling tersebut. (Saddam Husein for IDN Times)
Barang bukti sisik tenggiling hasil pengungkapan tim gabungan di Kabupaten Asahan awal November 2024. Seorang sipil, 1 polisi dan 2 prajurit TNI diduga terlibat dalam perdagangan 1,2 ton sisik tenggiling tersebut. (Saddam Husein for IDN Times)

Kasus ini mengungkap betapa kejamnya perdangan satwa dan bagian tubuhnya. Hasil perhitungan ahli yang dibeber Ridho, ada 5.900 ekor tenggiling yang dibunuh untuk mendapatkan 1,12 ton sisik.

Jumlah ini menjadi kerugian ekologi yang sangat besar. Penelitian ahli dari IPB, satu ekor tenggiling memiliki nilai ekonomi lingkungan sebesar Rp50,6 juta sepanjang hidupnya. Artinya, total kerugian ekologi dalam kasus ini mencapai Rp265,8 miliar.

“Ini dampaknya sangat luas. Berkaitan dengan rusakan lingkungan hidup dan juga akan mengganggu kehidupan masyarakat,” katanya.

Tenggiling memiliki fungsi penting di alam liar. Tenggiling menjadi pengendali rayap dan serangga. Dia juga memiliki fungsi sebagai penyubur tanah.

4. Tenggiling diduga hendak dikirim ke kawasan Thailand

Tersangka kasus perdagangan sisik tenggiling MHY dibawa petugas usai konferensi pers di Kota Medan, Selasa (26/11/2024). MHY bersama dua prajurit TNI dan satu polisi diduga kompak melakoni perdagangan 1,2 ton sisik tenggiling di Kabupaten Asahan, Sumatra Utara. (Saddam Husein for IDN Times)
Tersangka kasus perdagangan sisik tenggiling MHY dibawa petugas usai konferensi pers di Kota Medan, Selasa (26/11/2024). MHY bersama dua prajurit TNI dan satu polisi diduga kompak melakoni perdagangan 1,2 ton sisik tenggiling di Kabupaten Asahan, Sumatra Utara. (Saddam Husein for IDN Times)

Informasi yang didapati IDN Times, sisik tenggiling ini hendak dikirim ke Thailand melalui perairan pantai timur Sumatra. Jalur laut pantai timur Sumatra memang menjadi jalur rawan penyelundupan. Mulai dari satwa, perdagangan orang hingga narkoba.

Ridho belum membeberkan secara pasti ke mana sisik tenggiling akan dikirim. Dia hanya membenarkan, para terduga pelaku beroperasi untuk penyelundupan internasional.

“Saya juga ingin sampaikan bahwa dalam konteks ini kita memahami bahwa sangat besar kemungkinannya sisik tergiling ini dikirim ke luar. Dari beberapa kasus yang kami tangani, kami duga ini ada kaitan dengan jaringan transnational crime. Kejahatan lintas negara,” ujarnya.

 

5. Gakkum KLHK telusuri aliran transaksi keuangan para terduga pelaku

Polisi Kehutanan menyusun barang bukti 1,2 ton sisik tenggiling saat konferensi pers di Kota Medan, Selasa (26/11/2024). Perdagangan sisik tenggiling ini diduga melibatkan dua prajurit TNI, 1 polisi dan 1 masyarakat sipil. (Saddam Husein for IDN Times)
Polisi Kehutanan menyusun barang bukti 1,2 ton sisik tenggiling saat konferensi pers di Kota Medan, Selasa (26/11/2024). Perdagangan sisik tenggiling ini diduga melibatkan dua prajurit TNI, 1 polisi dan 1 masyarakat sipil. (Saddam Husein for IDN Times)

Ridho mendorong upaya hukum berkeadilan kepada para tersangka. Mereka terancam dijerat dengan Pasal 40 ayat 1 Juncto Pasal 21 ayat 2 Undang – undang nomor 32 tahun 2024 tentang Koservasi Sumber Daya Alam Ekosistem dan Hayati. Para tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Sepanjang 2024, Gakkum KLHK sudah melakukan 8 kali operasi pengungkapan perdagangan sisik tenggiling.

Dalam kasus ini, kata Ridho, pihaknya juga menelusuri aliran transaksi keuangan. Mereka meyakini, para terduga pelaku punya jejaring yang luas. Mereka berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Karena kami memahami jaringan ini tidak berdiri hanya empat orang ini, pasti ada jaringan-jaringan lain. Maka dengan mengetahui aliran transaksi keuangannya dan percakapan-percakapan yang dilakukan, kami akan dapat mengetahui siapa-siapa saja yang diduga menjadi bagian jaringan empat tersangka ini. Jadi follow the money, follow the suspect,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Prayugo Utomo
EditorPrayugo Utomo
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Agen Lion Parcel Bisa Kantongi Omzet hingga Miliaran dari Tren Fesyen

07 Apr 2026, 18:00 WIBNews