Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelajar di Medan Diduga Diculik, Tangannya Ditempel Besi Panas
Ilustrasi ancaman. (IDN Times/Mardya Shakti)

Medan, IDN Times – Luka bakar membentuk inisial huruf PA membekas di tangan MHD. Pelajar kelas I salah satu sekolah di Kota Medan. Dia menjadi korban penculikan dan penganiayaan oleh sekelompok orang pada Kamis (23/11/2023).

Para pelakunya diduga kuat merupakan genk yang berisikan para alumni. Karena penganiayaan itu, MHD mengalami trauma. Kasus tersebut juga sudah dilaporkan ke polisi.

1. Dibawa paksa dan dianiaya

Ilustrasi Penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Penganiayaan itu bermula pada Kamis (23/11/2023). Saat itu, pihak sekolah memulangkan para pelajar lebih cepat. Karena saat itu, pihak sekolah akan menggelar rapat persiapan Hari Guru Nasional.

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban ke luar dari sekolah dengan bersepeda motor. Dia kemudian berhenti tidak jauh dari sekolah.

Tanpa disangka-sangka, sekelompok orang bersepeda motor mendatanginya. Korban dipaksa ikut dan dibawa ke sebuah warung. Di dalam warung itu, dia dianiaya. Dipaksa makan lumpurm menghisap sandal, makan daun hingga air liur ludah salah satu pelaku.

Korban kemudian disundut rokok. Para pelaku juga menyundut korban dengan besi panas berbentuk inisial PA.

Orangtua korban yang mengetahui peristiwa itu, kemudian membawanya ke rumah sakit. Korban diketahui mengalami luka memar di sekujur tubuh.

2. Para pelaku diduga geng alumni, korban dianiaya karena menolak bergabung

ilustrasi borgol (IDN Times/Mardya Shakti)

Pengakuan dari korban, para pelaku diduga merupakan geng yang beranggotakan para alumni. Mereka menamai kelompoknya dengan Parman Solidarity.

Mereka diduga menganiaya korban karena menolak untuk bergabung. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi. Pelaporan itu tertuang dalam STTLP/B/3910/XI/2023/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 24 November 2023. Di dalam surat itu, korban melaporkan seseorang dengan inisial M. Dia diduga sebagai pelaku utama.

3. Orangtua korban minta polisi usut kasus hingga tuntas

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Ibu korban KA meminta aparat kepolsian mengusut kasus ini. Dia meminta polisi menangkap seluruh pelakunya.

"Saya tidak terima anak saya satu-satunya diperlakukan seperti ini seperti binatang. Saya memohon kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan menindak semuanya sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Dia berharap, tidak ada lagi kasus serupa terjadi. Sehingga para pelajar bisa nyaman bersekolah.

“Polisi juga kami harap bisa lebih meningkatkan patroli agar kenakalan remaja bisa dideteksi sedini mungkin dan diredam," pungkasnya.

 

Editorial Team

Related Article