Medan, IDN Times – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Utara mengkritisi kebijakan pemerintah tentang pemberian izin Ormas keagamaan mengelola pertambangan. Pemberian izin ini, menurut WALHI kian memperburuk kondisi lingkungan.
WALHI juga menduga, pemerintah justru menjadikan ormas agama sebagai bumper. Pemberian izin ini juga menjadi pemicu konflik agraria dan Sumber Daya Alam (SDA).
“Pemerintah cari bumper. Kita khawatir organisasi agama berpotensi akan membela kepentingan pengerusakan alam oleh pertambangan,” kata Direktur WALHI Sumut Rianda Purba, Jumat malam.
