Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Main Biliar Berujung Perkelahian, Edward Sembiring Kena Tikam

Ilustrasi penikaman (IDN Times/Reza Iqbal Ghafari)
Ilustrasi penikaman (IDN Times/Reza Iqbal Ghafari)

Simalungun, IDN Times – Seorang warga di Kabupaten Simalungun meninggal dunia setelah ditikam oleh koleganya. Pertikaian itu dipicu permainan biliar.

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Simalungun, Kamis (13/11/2025). Polisi langsung menangkap tersangka Dolmasnsen Sipayung (36) setelah melakukan penyelidikan, Jumat (9/11/2025).

1. Tersangka ditangkap di persembunyiannya

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manulang dmenyampaikan bahwa penangkapan dilakukan pada Jumat sekitar pukul 08.00 WIB setelah tim menerima laporan resmi dari masyarakat.

"Kami bergerak cepat setelah menerima laporan polisi. Tim Jatanras langsung melakukan pencarian dan berhasil mengamankan pelaku di perbukitan tempat dia melarikan diri," ujar AKP Herison Manulang, Sabtu (15/11/2025).

Pelaku kemudian digelandang ke Polres Simalungun untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

2. Dipicu perselisihan saat bermain biliar, berujung perkelahian mematikan

ilustrasi biliar (unsplash.com/Joey Genovese)
ilustrasi biliar (unsplash.com/Joey Genovese)

Peristiwa tragis ini bermula pada Kamis malam, 13 November 2025, sekitar pukul 23.30 WIB, ketika korban, pelaku, dan dua saksi sedang bermain biliar di warung Royandi Saragih di Dusun Dolok Maraja.

Kanit Jatanras IPDA Ivan Purba, SH, menjelaskan bahwa keributan terjadi akibat perselisihan giliran bermain.

“Awalnya, korban dan tersangka terlibat keributan akibat perselisihan giliran bermain biliar. Sempat terjadi perkelahian antara korban dengan tiga pemain lainnya. Para saksi kemudian meminta pelaku untuk pulang ke rumah guna meredakan situasi,” ungkap IPDA Ivan Purba.

Sesampainya di rumah, pelaku justru berpapasan kembali dengan korban yang menunggu di jalan. Korban menyerang pelaku dan melukai tangan kirinya sebelum lari kembali ke rumah.

"Merasa dilukainya, pelaku mengambil pisau dari rumahnya dan kembali menemui korban tepat di depan rumah pelaku yang berjarak sekitar 15 meter dari rumah korban," lanjut IPDA Ivan Purba.

Perkelahian lanjutan itu berakhir fatal, mengakibatkan korban mengalami luka yang diduga akibat sabetan pisau. Korban sempat dibawa warga ke Puskesmas Saran Padang namun dinyatakan meninggal dunia.

3. Polisi amankan barang bukti dan tiga saksi sudah diperiksa

Ilustrasi penjara (IDN Times)
Ilustrasi penjara (IDN Times)

Berdasarkan laporan polisi LP/B/487/XI/2025/SPKT/POLRES SIMALUNGUN/POLDA SUMATERA UTARA, peristiwa terjadi tepat di depan rumah pelaku di Dusun Dolok Maraja Barat, Nagori Saran Padang. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk baju dan sandal hitam milik korban serta satu sarung pisau.

Tiga saksi—RPT (47), RS (33), dan RS (42)—telah memberikan keterangan kepada penyidik. Mereka seluruhnya berdomisili di Dusun Dolok Maraja dan menjadi saksi kunci kejadian yang memicu bentrokan mematikan tersebut.

"Pelaku saat ini telah diamankan di Polres Simalungun untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku," ucap Herison.

Share
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Samera Prediksi Industri Properti Masuki Fase Pemulihan 2026

02 Feb 2026, 18:10 WIBNews