Sebanyak 123 warga yang mengalami keracunan gas dari PT SMGP, Mandailing Natal (Dok. IDN Times)
IDN Times mencatat rentetan kejadian di PT SMGP Sumut. Tercatat, sudah tujuh orang meninggal. Baik karena keracunan gas, atau pun dampak operasional PT SMGP.
Pada September 2018 lalu, dua orang santri meninggal dunia di kawasan operasional PT SMGP. Dua santri dari Pondok Pesantren Mustafawiyah Purba Baru itu, meninggal setelah jatuh ke dalam kolam penampungan air PT SMGP. Keduanya adalah Irsanul Mahya (14) dan Muhammad Musawi (15), warga Deas Sibanggor Jae.Peristiwa terparah terjadi pada 25 Januari 2021.
Dugaan kebocoran gas terjadi pada pipa milik PT SMGP. Lima orang meninggal dunia, puluhan lainnya menjalani perawatan di rumah sakit. Saat kejadian, lebih dari 200 wrga mengungsi karena khawatir kebocoran gas terjadi kembali.
Kemudian, pada 6 Maret 2022, kembali terjadi kebocoran sumur gas di Desa Sibanggor Julu. Sebanyak 58 orang dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan.
Kemudian dugaan kebocoran gas terjadi pada Minggu 24 April 2022. Puluhan warga dilarikan ke rumah sakit. Kemudian sebanyak delapan warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan gas, Jumat (16/9/2022) malam.
Pada September 2022, Gas PT SMGP kembali makan korban. Sebanyak delapan warga Desa Sibanggorjulu, Kecamatan Puncaksorikmarapi, Kabupaten Mandailingnatal, terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan gas, Jumat (16/9/2022) malam. Di bulan yang sama, lebih dari 70 orang kembali dilarikan ke rumah sakit karena keracunan. Tepatnya pada 27 September 2022.
Kejadian pada 22 Februari 2024, menjadi catatan kelam pembangkit listrik tenaga panas bumi itu. Meski berhujan kritik, perusahaan itu terus berjalan. Bahkan, sejumlah hasil penyelidikan dari kepolisian, tidak pernah dipublikasi.